Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Senin, 06 Februari 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 6 FEBRUARI 2012


• Indeks saham utama ditutup di level tertinggi dalam beberapa bulan di hari Jumat, dengan Nasdaq mencapai level tertinggi 11 tahun, sementara dolar menguat terhadap yen menyusul melonjaknya pertumbuhan pekerjaan dimana telah mendorong optimisme investor. Namun demikian, ketidakpastian seputar kesepakatan restrukturisasi utang Yunani membuat euro sulit untuk melanjutkan apresiasinya. Laporan data pekerjaan AS di periode Januari tersebut juga telah mendorong naiknya saham Eropa ke level penutupan tertinggi selama lebih dari 6 bulan. Data tersebut juga telah menurunkan ekspektasi mengenai kelanjutan kebijakan moneter longgar The Fed, dimana jika kondisi ekonomi membaik maka akan mengurangi desakan seputar pemberian stimulus. Jumlah pekerjaan yang mampu diciptakan di bulan Januari berhasil melampaui ekspektasi pasar, dengan tingkat pengangguran turun mendekati level terendah 3 tahun di 8.3%. Data pertumbuhan sektor jasa AS juga menunjukkan ekspansi terpesatnya selama hampir setahun terakhir.
• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 156.82 poin atau 1.23% menjadi 12,862.23. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> bertambah 19.36 poin atau 1.46% menjadi 1,344.90. Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 45.98 poin atau 1.61% menjadi 2,905.66. Lebih dari 450 saham menembus level tertinggi 52 pekan di bursa New York, termasuk saham Apple <AAPL.O>, United Parcel Service <UPS.N>, Yum Brands <YUM.N> dan MasterCard <MA.N>.
• Bursa saham Eropa melampaui level resistance, dengan FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup naik 1.63% di 1,076.70. indeks FTSEurofirst 300 berhasil menembus areal 61.8% Fibonacci retracement level di 1,062.24 dari level tertinggi Februari 2011 ke level low September 2011, yang merupakan resistance mayornya. Indeks berpotensi naik ke 1,113.73, level yang dicapai di akhir Juli 2011 sebelum kembali turun ke level low September 2011.
• Euro memangkas kerugiannya , ketika dolar terdongkrak oleh meredanya ekspektasi mengenai langkah pelonggaran moneter The Fed. Namun dengan masih terkendalanya pencapaian kesepakatan restrukturisasi utang Yunani, membuat investor enggan untuk memburu euro lebih agresif. Athena didesak untuk menyelesaikan pembicaraan tentang rencana penyelamatan 130‐miliar euro dan kesepakatan pertukaran obligasi sebelum masa pelunasan obligasi besar jatuh tempo pada bulan Maret.
• Euro terakhir bergerak di sekitar $1.3141, atau turun 0.03%. Dolar tercatat di sekitar 76.55 yen, naik 0.49%, setelah mencatat intraday high di 76.74 yen. Menguatnya dolar atas yen juga telah mengurangi ekspektasi Jepang akan melakukan intervensi kedalam pasar untuk meredam penguatan yen.
• Harga obligasi AS turun pasca rilis data pekerjaan AS. Treasury tenor 10 tahun turun 30/32, dengan yield 1.9276%. Berdasarkan laporan Jefferies, dealer membeli Treasury sebesar $91.859 milyar pada 25 Januari, posisi beli tertinggi kedua. Mereka nampaknya akan memangkas posisi belinya setelah data payrolls dirilis lebih baik dari perkiraan, dan menjelang rencana Kementerian Keuangan AS untuk menerbitkan obligasi baru untuk tenor 3, 10 dan 30 tahun pada pekan ini. Harga minyak berjangka AS, mengakhiri koreksinya selama 5 hari terakhir, menyusul data ekonomi yang dirilis telah menambah harapan akan meningkatnya permintaan minyak. NYMEX crude untuk pengiriman Maret <CLH2> ditutup di $97.84 per barel, naik $1.48, atau 1.54%
(vaf)

Jumat, 03 Februari 2012

IHSG OUTLOK 3 FEBRUARI 2012



Jika IHSG tidak mampu melanjutkan diatas 4000an kembali, maka boleh perhatikan tabel beberapa saham dibawah ini :



OUTOOK US & GLOBAL 3 FEBRUARY 2012


• Saham dan euro bergerak tipis pada hari Kamis, menyusul data mengisyaratkan adanya peningkatan pada pasar tenaga kerja AS dan pernyataan Kepala The Fed Ben Bernanke yang menunjukkan optimisme ekonomi yang mengimbangi kekhawatiran seputar krisis utang Eropa. Investor juga terlihat berhati‐hati menjelang rilis data non‐farm payrolls dan unemployment rate AS untuk periode Januari pada Jumat malam nanti. Bernanke, dalam testimoninya di depan Kongres semalam mengatakan, ia melihat indikasi bahwa ketidakpastian yang menyuramkan investasi bisnis AS, termasuk sektor perbankan Eropa, nampaknya kian mereda. Namun Bernanke mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah perekonomian AS akan terhindar dari permasalahan yang melanda diluar perbatasannya.
• Euro menguat tajam terhadap dolar sebelum akhirnya diperdagangkan melemah 0.1% di $1.3141. Dolar menguat terhadap sejumlah rival utamanya, dengan indeks dolar naik 0.1%.
• Bursa saham AS bergerak maju‐mundur dalam kisaran sempit, terdorong oleh laporan laba perusahaan. Saham‐saham teknologi terapresiasi berkat laporan laba yang kuat dari produsen chip Qualcomm Inc <QCOM.O>, dimana sahamnya menembus level tertinggi 12 tahun setelah laba kuartal pertama melampaui estimasi. Saham ditutup naik 2.0% di level $60.73 setelah naik ke level intraday high di $61.95.
• Sementara itu data klaim pengangguran mingguan AS turun di bawah ekspektasi pasar di pekan lalu. Data hari Jumat ini diperkirakan akan menunjukkan non‐farm payrolls naik 150.000 di bulan Januari, turun dari 200.000 pekerjaan yang tercatat di periode Desember sebelumnya. Sedangkan tingkat pengangguran nampaknya masih stabil di sekitar level terendah 3 tahun di 8.5%.
• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 11.05 poin atau 0.09% di 12,705.41. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 1.45 poin atau 0.11% di 1,325.54. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 11.41 poin atau 0.40% di 2,859.68.
• Obligasi AS tenor 10 tahun menghapus penurunan harga sebelumnya dan berbalik mencatat level positif menjelang rilis laporan tenaga kerja AS. Obligasi tenor 10 tahun naik 2/32 dengan yield 1.82%.
• Bursa saham Eropa menembus level penutupan tertinggi 6 bulan berkat laporan klaim pengangguran mingguan AS. Saham pertambangan Xstrata <XTA.L> dan pedagang komoditas Glencore <GLEN.L> pimpin kenaikan bursa Eropa berkat adanya pembicaraan kemungkinan merger. Saham Xstrata melonjak 9.9% dan Glencore naik 6.9%.
• FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup naik 0.2% di 1,059.45 poin. Upaya penyelesaian masalah krisis utang di zona euro telah membuat investor untuk menahan diri. KTT Uni Eropa pekan ini “secara umum belum cukup” untuk mengatasi krisis, demikian kata Jean‐Claude Juncker, yang juga menjabat sebagai kepala menteri keuangan grup zona euro. Ia menggambarkan bahwa pembicaraan mesalah utang Yunani sebagai hal yang “sangat sulit”. Athena didesak untuk menyelesaikan pembicaraan tentang rencana penyelamatan 130‐miliar euro dan kesepakatan pertukaran obligasi sebelum masa pelunasan obligasi besar jatuh tempo pada bulan Maret. MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS> naik 0.29% ke 321.70. Sedangkane emerging market index <.MSCIEF> naik 1.4%.
• Harga minyak jenis Brent naik untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut sedangkan minyak mentah AS turun lebih dari 1%. Brent crude oil <LCOc1> naik 51 sen ke $112.07 per barel sedangkan U.S. crude <CLc1> turun $1.25 menjadi $96.36.
• Harga emas naik ke level tertinggi 2 bulan berkat turunnya klaim pengangguran mingguan AS. Namun emas berpotensi melemah kembali jika data pekerjaan AS dirilis mengecewakan nanti malam. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik $9.80 per ounce di $1,759.30.
(vaf)

Kamis, 02 Februari 2012

OUTLOOK IHSG 2 FEBRUARI 2012


- Yang dinantikan angka inflasi, kemarin keluar dengan angka Inflasi sbb :
Indonesia Jan CPI +3.65% On Year; +3.66% Expected
Indonesia Jan CPI +0.76% On Month; +0.76% Expected
Indonesia Jan Core Inflation +4.29% On Year Vs+4.34% On Year In Dec
- Hampir seluruh saham batu bara kemarin naik secara berbarengan.
- Volume transaksi IHSG memasuki Minggu Pertama bulan ini mulai normal kembali, sekitar 4-5 trilyun kembali.
- Metro Pagi : persoalan Buruh Tangerang, Apindo telah menarik gugatan ke PTUN dan akan mengikuti SK revisi skema gaji yg dikeluarkan Gubernur Banten. Jadi semua tuntutan Buruh sudah diikuti.
- Semoga berita ini menjadikan Market IHSG kondusif kembali.
- Dow ditutup naik 06%, sehingga Dow berpeluang menguji resistant di level 12.884.
- Kenaikan Wall Street kali ini dipicu oleh data manufaktur yang semakin membaik di seluruh dunia. "Data manufaktur terlihat baik. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kontraksi yang terjadi dan perekonomian kita mencatatkan pertumbuhan," papar Allan Flader, senior vice president RBC Wealth Management.
Data manufaktur AS menunjukkan pertumbuhan tercepat dalam tujuh bulan terakhir. Di China, indeks manufaktur juga membaik. Sementara, indeks manufaktur Inggris melompat ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Bahkan Jerman berhasil mencatatkan kenaikan produksi untuk kali pertama sejak September.

BBRI



ADRO



OUTLOOK US & GLOBAL 2 FEBRUARI 2012


• Euro menguat dipicu spekulasi bahwa kesepakatan penyelesaian utang Yunani sudah hampir tercapai pada hari Rabu sementara pasar ekuitas global menguat berkat rilis optimis data manufaktur AS, Cina dan Jerman, meskipun antusias pelaku pasar mereda di akhr sesi. Bursa Wall Street mengalami rally setelah laporan menunjukkan aktifitas manufaktur AS mencatat pertumbuhan pada level terkuatnya dalam 7 bulan di periode Januari, dan berhasil mengalihkan perhatian pasar terkait masalah utang zona euro. Data AS telah membantu mendongkrak bursa Eropa hampir 2%, yang juga mendapat sokongan dari data Cina yang menunjukkan sektor manufaktur Cina tidak lagi mengalami kontraksi. Optimisme telah mendorong kenaikan pada industri, keuangan dan bahan baku AS, yang naik antara 1,1% dan 1,7%. Adapun data lain menunjukkan sektor manufaktur Jerman mengalami ekspansi untuk pertama kalinya dalam 4 bulan terakhir di periode Januari.
• Euro menguat terhadap dolar setelah menteri keuangan Yunani Evangelos Venizelos mengatakan pembicaraan dengan kreditor swasta mengenai kesepakatan swap obligasi, yang akan menghindarkan negara tersebut dari default, “tinggal selangkah lagi”.
• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 83.55 poin atau 0.66% di 12,716.46. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 11.67 poin atau 0.89% di 1,324.08. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 34.43 poin atau 1.22% di 2,848.27. Indeks Dow dan S&P 500 memangkas keuntungan lebih dari 1% di akhir sesi.
• Sedangkan indeks saham dunia yang tergabung kedalam MSCI's all‐country world stock index <.MIWD00000PUS> melonjak 1.2%, sementara FTSEurofirst 300 index untuk saham utama Eropa ditutup naik 1.9% di 1,057.08 poin setelah sebelumnya sempat mencatat level tertinggi sejak awal Agustus.
• Indeks PMI manufaktur Cina menunjukkan sektor mengalami ekspansi tipis di bulan Januari, dan indikator serupa dari HSBC menunjukkan kontraksi. Survey manufaktur di seluruh dunia masih relatif suram, menyusul turunnya permintaan dari Eropa, sehingga menekan pertumbuhan ekonomi di Asia.
• Euro menguat berkat optimisme akan segera tercapai kesepakatan restrukturisasi utang Yunani, sementara meningkatnya ketegangan antara Iran dan pihak Barat telah mendorong naiknya Brent oil futures di atas $112 per barel. Namun dolar kemudian berhasil rebound dari level terendahnya di akhir sesi.
Euro tercatat menguat 0.6% di $1.3155.
• Optimisme terhadap penyelesaian krisis utang Eropa telah mendorong minat beli pada obligasi pemerintahannya dan mengurangi tekanan pada Portugal, yang hampir dipastikan akan menjadi negara kedua setelah Yunani yang harus mendapatkan dana bailout.
• Harga minyak berjangka naik seiring membaiknya data ekonomi Cina dan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat, namun kenaikan pada stok minyak mentah AS telah membatasi kenaikan harga minyak. Stok minyak mentah AS naik melampaui ekspektasi 4.18 juta barel di pekan lalu, berdasarkan laporan dari Energy Information Administration. Stok minyak bensin juga naik melampaui ekspektasi. Brent crude <LCOc1> ditutup naik 58 sen di $111.56 per barel. U.S. crude <CLc1> turun 87 sen ke $97.61, penurunan keempat kalinya secara berturut‐turut dan level settlement terendahnya dalam 6 pekan. Sementara U.S. gold futures for April delivery <GCJ2> ditutup naik $9.10 di $1,749.50 per ounce.
(vaf)

Rabu, 01 Februari 2012

IHSG OUTLOOK 1 FEBRUARI 2012


- Hari ini tanggal 1 awal bulan Pebuari 2012, kita menantikan keluarnya data inflasi, mudah-mudahan tidak terlalu jelek (tinggi).
- Hari ini listing saham perdana PT Surya Esa Perkasa Tbk dengan kode "ESSA", dengan harga 610.
- Bagi yang belum mengurus Pembukaan Sub Rekening, segeralah buka dengan cara mengisi formulirnya, karena masih ada beberapa orang (teman) yang belum mengerti dan tidak percaya (takut) maksud untuk mengisi formulir tsb, percayalah Pemerintah Republik Indonesia melalui Bapepam bertujuan baik, yaitu MELINDUNGI DUIT KITA PARA INVESTOR/TRADER, APABILA TERJADI SESUATU HAL YANG TIDAK KITA INGINKAN PADA SEKURITAS, seperti yang terjadi pada Sekuritas Sarijaya (SP) dan Sekuritas Antaboga, maka duit kita ada pada rekening bank yang kita buka sub account tsb.

DOW


OUTLOOK US & GLOBAL 1 FEBRUARI 2012


• Ekuitas AS dan euro merosot pada hari Selasa setelah data ekonomi AS dirilis lebih rendah dari perkiraan kian menambah prospek suram segera tercapainya kesepakatan restrukturisasi utang Yunani. Pasar awalnya memulai sesi perdagangan dengan sikap lebih optimis, setelah Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos mengatakan di hari Senin kemarin bahwa ia berharap akan mencapai kesepakatan dengan kreditor swasta mengenai restrukturisasi utang sebesar 200 milyar euro di akhir pekan ini. Namun optimisme tersebut kemudian pudar setelah pasar melihat kemajuan yang tidak berarti dalam menangani krisis utang zona euro setelah KTT Uni Eropa di hari Senin.
• Penurunan harga rumah di AS yang lebih tajam dari perkiraan di bulan November dan melemahnya data kepercayaan konsumen di bulan Januari telah memukul pasar lebih lanjut, mengisyaratkan beratnya proses pemulihan ekonomi di negara tersebut. Dengan prospek laporan laba perusahaan yang nampaknya masih suram dalam beberapa pekan kedepan, investor terlihat menarik diri dari aset beresiko seperti saham dan juga euro.
• Euro turun 0,4% terhadap dolar ke level $1.3073, namun menutup bulan Januari ini dengan naik sekitar 0,9% terhadap dolar, dimana merupakan keuntungan bulanan pertamanya sejak Oktober. Terhadap yen, euro turun ke 99.67 dan mencatat naik 0,14% di bulan Januari. Dolar juga turun terhadap yen, tertekan oleh sikap The Fed yang pekan lalu mengatakan akan tetap mempertahankan suku bunga rendah hingga 2014. Dolar terkoreksi ke level intraday low 76.13 yen, level terendahnya sejak Jepang melakukan intervensi di akhir Oktober, memberikan kekhawatiran kemungkinan BOJ akan kembali melakukan aksi intervensinya. Pelemahan dolar sebesar 0,9% terhadap yen di bulan Januari telah menjadikannya mencatat pelemahan bulanan keduanya secara berturut‐turut.
• Bursa saham Wall Street juga melemah, tertekan oleh rilis mengecewakan data ekonomi AS dan belum jelasnya laporan laba perusahaan. Dow Jones industrial average <.DJI> turun 20.81 poin atau 0.16% ke level 12,632.91. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 0.60 poin atau 0.05% menjadi 1,312.41. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 1.90 poin atau 0.07% ke level 2,813.84. Dalam bulan Januari, Dow ditutup naik 3.4%, S&P 500 berakhir menguat 4.4% dan Nasdaq ditutup naik 8%.
• Laba Exxon Mobil Corp <XOM.N>, perusahaan minyak terbesar dunia, sedikit melampaui ekspektasi, namun produksi turun melampaui estimasi dan sahamnya turun 1,9%. Berdasarkan data Thomson Reuters, hanya 60% perusahaan dalam indeks S&P 500 yang berhasil melaporkan laba melampaui ekspektasi Wall Street, dibawah level kuartalan belakangan ini.
• Obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 14/32, dengan yield berada pada 1.7953%. Bursa saham Eropa ditutup naik seiring harapan segera tercapai kesepakatan restrukturisasi utang Yunani, meskipun buruknya data ekonomi AS membatasi penguatan saham. Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 0.6% dan ditutup di 1,037.05 sekaligus mencatat kenaikan 3.6% di bulan Januari. Indeks saham dunia yang tergabung kedalam MSCI naik 0.27% ke 316.53, dipicu penguatan saham Asia. Emerging markets <.MSCIEF> melanjutkan rally‐nya dengan naik 1.1%.
• Harga Brent crude dan U.S. crude kehilangan arah siring data ekonomi AS yang dirilis mengecewakan. Harga minyak mentah berjangka AS turun untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut dan ditutup di $98.48 per barel. Sedangkan minyak berjangka Brent untuk pengiriman Maret ditutup naik di $110.98 per barel.
(vaf)