Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Selasa, 20 Agustus 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 20 AGUSTUS 2013


  • Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS menembus level tertinggi 2 tahun mendekati 3% pada hari Senin dan mata uang negara berkembang dari India hingga Indonesia anjlok seiring berkembangnya spekulasi bahwa The Fed akan segera mengakhiri program stimulusnya.
  • Indeks saham AS jatuh dalam 4 sesi berturut‐turut. Saham real‐estate yang sensitif terhadap perubahan suku bunga mengalami tekanan, dengan PHLOX Housing Sector Index losing turun 2,5%.
  • Kekhawatiran bahwa The Fed akan segera mengakhiri program stimulusnya di bulan depan telah menekan Wall Street di akhir sesi, dengan indeks Dow pekan lalu mencatat penutupan mingguan terburuknya tahun ini. Sementara kekacauan politik di Italia juga menekan indeks saham Eropa.
  • Minutes dari sidang terakhir the Fed akan dirilis pada Rabu malam atau Kamis dinihari dan diharapkan akan memberikan indikasi kapan kiranya rencana The Fed untuk mengakhiri program pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulan. The Fed memprediksi ekonomi akan menguat di semester kedua tahun ini dan juga di tahun 2014, dan rilis data belekangan ini mengisyaratkan terjadinya perbaikan di pasar tenaga kerja dan naiknya tekanan inflasi. Kondisi ini telah mendorong naiknya suku bunga jangka panjang secara tajam dalam beberapa bulan terakhir, dengan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus level tertinggi 2 tahun di 2,90 persen pada hari Senin, naik lebih dari 1 persen sejak Mei. Namun demikian, petinggai bank sentral AS juga mengatakan kemungkinan ditundanya pengetatan stimulus jika data ekonomi AS ternyata memburuk.
  • Suku bunga hipotek AS tenor 30 tahun mengikuti naiknya yield Tresury, yang mana berpotensi menekan pemulihan pasar perumahan. Hal ini telah menekan saham real estate seperti Mace, yang anjlok 1,8%.
  • Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 70,73 poin atau 0,47% di 15010,74. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 9,77 poin atau 0,59% ke 1646,06. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup melemah 13,69 poin atau 0,38% di 3589,09
  • Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun naik 1,3 basis poin menjadi 1,89 persen, setelah menembus level tertinggi sejak Maret 2012 di 1,92 persen.
  • Bursa saham Eropa terlihat membaik dalam beberapa pekan terakhir. 17 negara zona euro telah mengakhiri resesinya selama 18 bulan di kuartal lalu, setelah mencatat pertumbuhan 0,3%, dan survey bisnis periode Agustus pekan ini nampaknya akan menunjukkan pemulihan tipis. Namun anjloknya bursa saham Italia pada hari Senin telah menekan indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, yang melemah 0,6%. Ketidakpastian terhadap kekuatan pemerintah koalisi Italia telah memukul saham. Sedangkan indeks saham global tercatat turun 0,4%.
  • Naiknya suku bunga juga telah menekan pasar negara berkembang. Mata uang rupee India terkoreksi ke level terendah di 63,30 per dolar, sementara indkes saham negara tersebut merosot 1,4%, memperpanjang penurunan berturut‐turut sebesar 4% pada hari Jumat.
  • "With the turnaround of developed markets, foreign institutional investors have greater investment opportunities in Western Europe and North America," kata Souring Bane, seorang profesor Warwick Business School di Inggris. "This situation is aggravated with the tapering of quantitative easing."
  • Bank sentral India telah mencoba untuk membatasi berapa banyak uang warga India dan perusahaan yang dapat ditransfer keluar, tapi itu hanya menaikkan kekhawatiran kontrol modal langsung yang lebih lanjut akan merusak kepercayaan investor asing.
  • Sedangkan mata uang rupiah Indonesia jatuh ke level terendah 4 tahun di 10485 per dolar dan indeks saham MSCI Asia Pasifik diluar Jepang turun 0,5%.
  • Data manufaktur Cina dari HSBC akan dirilis hari Kamis dan akan menjadi sorotan pelaku pasar. Rilis data belakangan ini menunjukkan ekonomi relatif stabil, yang berpotensi meningkatkan kepercayaan investor Asia.
  • Dolar bergerak flat di $1,3337 per euro dan juga relatif stabil di 97,55 yen.
  • Harga minyak dunia turun 46 sen ke $107 per barel meskipun fokus pasar minyak pada kerusuhan dan kekerasan di Mesir, yang telah memicu kekhawatiran ekspor dari produsen minyak di Timur Tengah dan Afrika Utara. Harga tembaga turun 1,3% ke $7306 per ton setelah menembus level puncak 10 pekan di $7420 pada hari Jumat, sementara harga emas terkoreksi $9,08 ke $1366,70.(vaf)

Senin, 19 Agustus 2013

IHSG 19 AGUSTUS 2013


  • Jumat kemarin IHSG turun cukup dalam sebesar 2.5%, bahkan EIDO ditutup turun 3.92%, sepertinya adakah yang salah dalam Pidato Kenegaraan Presiden pada hari Kemerdekaan RI?
  • Kemarin juga saham perbankan terpukul turun cukup dalam, dikarenakan adanya kebijakan baru dari BI, yaitu BI menurunkan batas atas GWM-LDR menjadi 78%-92% dari sebelumnya 78%-100%. Rencananya, kebijakan tersebut akan diberlakukan sekitar bulan November. Kebijakan ini ditempuh BI untuk mempertahankan BI Rate pada 6,5% ditengah tekanan inflasi yang menembus 8,61%. Dengan kebijakan ini, bank yang memiliki LDR diatas 92% akan diberi sanksi pinalti GWM tambahan sebesar 0,2% dari DPK untuk setiap 1% kelebihan LDR. Namun jika rasio kecukupan modal (CAR) melebihi 14%, pinalti tersebut sebesar 0%.
  • Namun kemarin saham-saham berbasic coal cukup kuat melawan market, satu-satunya sektor yang mampu berada di zona hijau, yaitu sektor mining, namun sebaiknya juga berhati-hati sajalah.
  • Asing banyak melakukan penjualan pada saham-saham BBRI, ASII, TLKM, BMRI, BBCA, SMGR, sedangkan asing net buy pada saham LPPF, PTBA, BKSL dan ASRI.
  • Chart IHSG kembali jelek dengan penurunan candle yang panjang (black marubozu), dimana open = High, Close = Low, sekalgius menembus support 4575, sehingga berpeluang menutup gap 4504-4496, ditambah lagi asing net sell sebesar hampir 900 Milyard, sehingga disarankan untuk hati-hati bertrading.
  • Market memasuki 1 minggu setelah lebaran, dan anak-anak sekolah baru mulai masuk sekolah lagi, sehingga inilah market yang sebenarnya, karena seminggu kemarin masih banyak yang belum trading.

OUTLOOK US & GLOBAL 19 AGUSTUS 2013


  • Imbal hasil obligasi AS naik ke level tertinggi dua tahun pada hari Jumat seiring para investor khawatir Federal Reserve akan mulai kebijakan stimulus pada bulan depan, sementara indeks saham dunia jatuh menyentuh level penurunan mingguan terbesar mereka dalam hampir dua bulan.
  • Kenaikan imbal hasil obligasi AS mendorong dolar naik terhadap mata uang utama, meskipun sempat melemah setelah data menunjukkan sentimen konsumen AS menurun pada bulan Agustus sedangkan perumahan baru dan izin naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Juli.
  • Bursa saham AS berakhir lebih rendah, dengan Dow membukukan penurunan mingguan terbesar tahun ini karena kenaikan suku bunga berdampak negative . Saham Eropa berakhir lebih tinggi setelah mencapai tertinggi dua tahun pada awal pekan ini.
  • "It's a further belief that the economy is on a more sustainable path," ucap Jennifer Vail, head of fixed income di U.S. Bank's wealth management group, Minneapolis. "The market believes that we are closer to the end of not only bond purchases, but also the end of near‐zero interest rate policy."
  • Treasury note untuk jatuh tempo 10 tahun melemah 18/32, dengan yield 2,8288 persen. Ditengah volume transaksi perdagangan moderat, yield 10‐tahun mencapai level tertinggi 2,866 persen, level yang belumpernah tersentuh sejak 29 Juli 2011.
  • Pasar obligasi telah mengalami penjualan tajam sejak Fed mulai berbicara kembali tentang pembelian obligasi. Yield obligasi dengan jatuh tempo 10 tahun telah meningkat dari sekitar 1,6 persen pada awal Mei.
  • Sebuah jajak pendapat Reuters yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan Fed untuk mengurangi pembelian obligasi pada 17‐18 pertemuan kebijakan September, dengan konsensus mengharapkan bahwa bank sentral AS akan mengurangi pembelian hingga 15 miliar dolar awalnya sebesar 85 milyar dollar.
  • Di Wall Street, saham mengalami tekanan seiring pertumbuhan pendapatan perusahaan dibawah ekspektasi. Dari Wal‐Mart <WMT.N> , Gap <GPS.N> , <MN> Macy, <MCD.N> McDonald merasakan dampak dari pemulihan ekonomi yang tidak merata.
  • "We haven't seen the revenue growth the market was anticipating," ucap Rick Meckler, president of investment firm LibertyView Capital Management di Jersey City, New Jersey.
  • "We are unlikely to see a large‐scale correction in the market right now, but it certainly is losing the momentum that took it to strong highs earlier this year," ucap nya.
  • Indeks saham dunia MSCI <. MIWD00000PUS>, gabungan dari pasar ekuitas terbesar untuk 45 negara, sedikit berubah pada hari Jumat melemah 1 persen di minggu ini, penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juni.
  • Indeks Dow Jones industrial average <. DJI> anjlok 30.72 poin, atau 0,20 persen, menjadi ditutup pada 15,081.47. The Standard & Poor 500 Index <. SPX> kehilangan 5,49 poin, atau 0,33 persen, menjadi berakhir pada 1,655.83. Nasdaq Composite Index <. IXIC> melemah 3,34 poin, atau 0,09 persen, ke 3,602.78.
  • Logam mulia seperti emas dan platinum telah meningakt dengan cukup baik, meskipun mereka bisa terancam jika Fed menerapkan kebijakan stimulus. Emas mencapai level tertinggi dua bulan $ 1,379.60 dengan platinum dan paladium juga di tertinggi dua bulan.
  • Harga minyak berakhir lebih tinggi, dengan minyak Brent membukukan persentase kenaikan mingguan terbesar dalam enam minggu karena gejolak di Mesir dan Libya memicu kekhawatiran tentang keamanan pasokan minyak.
  • Brent crude futures untuk periode Oktober naik 80 sen untuk menetap di $ 110,40 per barel. Minyak AS periode September naik 13 sen menjadi menetap di $ 107,46.
    (vaf)

Jumat, 16 Agustus 2013

IHSG 16 AGUSTUS 2013


  • Gubernur BI mempertahankan BI-rate tetap pada level 6,5%, sehingga kemarin beberapa sektor property yang sudah tertekan turun menjadi naik kembali.
  • Kemarin saham group lippo masih rally, seperti saham LPPF, LPKR, LPCK, MLPL, kecuali saham DNET yang tidak naik, saham Lippo group ini naik dikarenakan adanya penawaran umum Saham Perdana PT. Siloam International Hospitals, tbk, sehingga masih layak untuk diperhatikan saham Lippo group ini.
  • Hari Jumat ini, kurang menggembirakan, karena Dow ditutup minus 1.47%, dan EIDO minus 2.41%, sehingga IHSG hari ini akan kembali menguji level MA200 yang saat ini berada di level 4637, jika break MA200, maka IHSG menguji support di level 4577-4564.
  • Hari ini boleh perhatikan saham GGRM dan SMRA, karena beberapa hari yang lalu tertekan kuat, namun kemarin sudah tidak ada tekanan jual pada saham tsb, jika hari ini ke-2 saham itu tidak tertekan, sedikit banyak akan membantu market untuk tidak panik.
  • Saham-saham berbasic coal kemarin terpukul cukup dalam, seperti UNTR, ITMG, PTBA, namun sektor mining ini tertolong oleh saham MEDC, TINS, ANTM, INCO.
  • Hari ini Jumat dan kondisi kurang kondusif jadi sebaiknya lebih berhati-hati sajalah.
IHSG




OUTLOOK US & GLOBAL 16 AGUSTUS 2013


  • Pasar ekuitas global melemah signifikan dan harga obligasi turun pada hari Kamis setelah perlahan‐lahan membaiknya data pekerjaan AS dan kenaikan harga konsumen, ditambahkan spekulasi akan kebijakan Federal Reserve dimana akan segera mulai mengurangi dukungannya terhadap perekonomian dan harga aset.
  • Jumlah masyarakat Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran melemah hampir menyentuh di angka enam tahun terendah pekan lalu, sementara kenaikan harga konsumen menunjukkan bahwa terdapat potensi penurunan yang mampu memberikan dampak ketidakstabilan perekonomian yang sudah mulai membaik.
  • Ketiga indeks saham utama AS membukukan penurunan persentase terbesar mereka dalam hampir dua bulan, melemah 1,4 persen atau lebih. Hasil Treasuries AS naik ke level tertinggi dalam dua tahun, dimana obligasi dengan jatuh tempo 10‐tahun catatan meningkat sebesar 2,8 persen untuk pertama kalinya sejak Agustus 2011.
  • Indeks bursa saham utama Eropa melemah lebih dari 1 persen, seiring indeks pasar utama ekuitas global,mengalami beberapa kerugian. indeks FTSE 100 Inggris <. FTSE> turun 1,6 persen, meskipun indeks negara regional lainnya di Eropa menunjukkan penurunan yang lebih kecil.
  • "It's a set of data that will add to the September tapering conversation," Tom Porcelli, chief U.S. economist di RBC Capital Markets, New York, berbicara tentang kemungkinan dimulainya pengurangan pembelian obligasi oleh the Fed.
  • "The bottom line is that the tapering will probably happen either in September or October, but it will be a gradual one."
  • Pertemuan kebijakan Fed berikutnya akan diselenggarakan pada tanggal 17‐18 September, pertemuan ini kemungkinan akan membuahkan keputusan tentang pembelian obligasi bulanan bank sentral sebesar 85 miliar dollar.
  • Bicara tentang timing penghentian pembelian obligasi Fed, telah mendominasi pasar, seiring kemungkinan memberikan dampak pada meningkatkan hasil US Treasury dan permintaan terhadap dolar. Penurunan stimulus juga bisa memberikan dampak negative terhadap saham dan komoditas, yang telah memberikan dampak positif selama ini terhadap bursa saham seiring bank sentral dunia dimana telah cukup prima akan likuiditasnya.
  • Indeks Dow Jones industrial average <. DJI> ditutup turun 225,47 poin, atau 1,47 persen, pada level 15,112.19. The Standard & Poor 500 Index <. SPX> turun 24,07 poin, atau 1,43 persen, pada level 1,661.32. Nasdaq Composite Index <. IXIC> merosot 63.16 poin, atau 1,72 persen, ke level 3,606.12.
  • Indeks global MSCI, indeks utama seluruh negara di dunia <. MIWD00000PUS> turun 0,9 persen, sementara FTSEurofirst 300 <. FTEU3> dari saham terkemuka Eropa melemah 1,01 persen ditutup di level 1,227.79.
  • Pasar keuangan sebagian besar telah mengambil posisi untuk menghadapi dampak dari keputusan the Fed untuk mulai mengurangi pembelian obligasi pada bulan September. namun indikasi dimana cukup bertentangan dan mempengaruhi para pembuat kebijakan seperti melemahnya data inflasi telah cukup melemahkan keyakinan untuk mengurangi pembelian pbligasi bank sentral.
  • Pada hari Rabu, Presiden Fed St Louis James Bullard mengutip prospek inflasi ketika ia mengatakan bahwa ia belum memutuskan apakah pertemuan kebijakan bulan depan akan terlalu cepat untuk keputasan akan pengurangan pembelian aset, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.
  • "The data continues to improve and impress the marketplace, and I think the data will continue in this direction," ucap Charles Comiskey, head of Treasuries trading di Bank of Nova Scotia, New York. "Then the question becomes not whether they are going to taper in September, but how much they will taper."
  • Poin utama Corporate news terhadap perekonomian Amerika masih tetap lemah.
  • Wal‐Mart Stores Inc <WMT.N> merilis data akan pengurangan pendapatan dan perkiraan keuntungan untuk tahun ini seiring pembeli AS terkena dampak oleh pajak gaji yang lebih tinggi dan bensin pricier. Saham Wal‐Mart turun 2,6 persen ditutup pada level 74,41.
  • Cisco Systems <CSCO.O> mengatakan pada hari Rabu itu akan melakukan pengurangan karyawan sebesar 4.000 pekerjaan, atau 5 persen dari angkatan kerja, untuk mengurangi biaya. Sahamnya melemah 7,2 persen di level 24,485 seiring para broker
    memangkas target harga mereka terhadap saham ini.
  • Sebuah prospek ekonomi yang membaik untuk zona euro mendorong investor melakukan aksi jual obligasi jerman, mendorong yield ke level tertinggi sejak bulan Maret 2012.
  • Rilis data pada hari Rabu memberikan konfirmasi untuk zona euro yang telah keluar dari resesi panjang pada kuartal kedua, dan survei bisnis awal pekan ini meningkatkan harapan pemulihan perekonomian yang cepat di paruh kedua tahun ini.
  • Pada hari Kamis, yield obligasi Jerman dengan jatuh tempo 10 tahun meningkat setinggi 1,906 persen, sedangkan obligasi AS untuk jatuh tempo 10 tahun turun 15/32 dengan yield sebesar 2,7645 persen setelah sebelumnya yield menyentuh level 2,823 persen.
  • Dolar ditutup menguat mendekati level tertinggi satu pekan terhadap euro dan meningkat di atas level tertinggi satu pekan terhadap yen, sebelum dollar kembali melemah.
  • EURUSD terakhir naik 0,73 persen di level 1,3352, sementara dolar terhadap yen melemah sebesar 0,96 persen di level 97,19 yen.
  • Pergerakan harga emas menguat mendekati level tertinggi dua bulan seiring melemahnya dolar AS memicu aksi short‐covering dan breakout teknis setelah harga menembus resistance utama di level 1.350 dollar/ounce.
    (vaf)

Kamis, 15 Agustus 2013

IHSG 15 AGUSTUS 2013


  • Hari ini pengumuman BI-rate, yang diperkirakan masih tersedia peluang untuk naik 0.5% lagi hingga menjadi 7%, nampak kemarin beberapa saham property tidak begitu pengaruh dengan akan adanya pengumuman BI-rate, namun bisa juga jebakan seperti beberapa hari yang lalu terhadap saham-saham perbankan BBRI dan BMRI, so trading dengan memperhatikan chart adalah lebih menarik bukan?
  • Kemarin saham-saham dari Lippo group yang hampir naik semua, memang saham Lippo group ini sejak awal tahun banyak kejutan terutama saham LPPF yang naik dari harga 2000 hingga 13500an, dan saham DNET yang naik dari harga 200 hingga 1400an, bahkan kemarin saham LPKR menempati urutan value trading teratas.
  • Selain saham Lippo group, saham Panin group juga kemarin bermain atraktif, terutama saham PNBN dan PNLF.
  • Saham alternatif lain adalah saham Bhakti group juga sudah 2 hari ini nampak menggeliat.terutama saham MNCN dan BHIT.
  • Pagi ini Dow ditutup turun  0.73%, namun mudah-mudahan kondisi tertolong oleh EIDO yang naik sebesar 1.50%.
  • Hari ini kita fokus saja bagaimana reaksi market terhadap pengumuman BI-rate terutama terhadap saham perbankan dan properti, sedangkan saham group Lippo, Panin dan Bhakti masih boleh diperhatikan.
IHSG




OUTLOOK US & GLOBAL 15 AGUSTUS 2013


  • Saham Wall Street melemah pada hari Rabu, terkena dampak akan ketidakpastian tentang rencana Federal Reserve untuk menarik kebijakan stimulus, namun saham Eropa naik ke level tertinggi 2‐1/2‐month setelah rilis data menunjukkan zona euro keluar dari resesi pada kuartal kedua.
  • Euro tergelincir meskipun rilis data zona euro mendorong ekonomi dimana yield obligasi AS lebih meningkat didukung oleh pergerakan dolar, sementara sterling melonjak setelah data pekerjaan Inggris menguat berdampak terhadap Bank of England yang ragu akan janji guna mempertahankan suku bunga rendah.
  • Pasar saham Eropa telah mengungguli rekan‐rekan mereka di AS akhir‐akhir ini seiring tanda‐tanda meningkatnya pertumbuhan perekonomian zona euro. Tapi mereka masih di bawah pencapaian bursa saham AS, yang telah mencapai rekor tertinggi untuk tahun ini.
  • "There is some talk of global money arriving in Europe as Europe claws its way out of recession," ucap Rupert Baker,European equity sales executive di Mirabaud Securities.
  • Di Amerika Serikat, ketidakpastian tentang kapan The Fed akan mulai kembali program stimulus yang telah memberikan dampak terhadap pergerakan saham yang berada di bawah tekanan. Indikator ekonomi baru‐baru ini telah menyajikan indikasi yang bermacam‐macam akan pertumbuhan dan inflasi, menyulitkan prediksi tindakan kebijakan Fed berikutnya.
  • St Louis Federal Reserve James Bullard mengatakan bank sentral perlu untuk mengumpulkan lebih banyak bukti tentang perekonomian membaik dan inflasi menuju lebih tinggi sebelum memutuskan untuk program pembelian obligasi besar‐besaran.
  • "The market is confused because the data we're seeing is in both camps ‐ tapering and non‐tapering ‐ so investors are holding back on big moves until September," ucap Robert Francello, head of equity trading di Apex Capital, San Francisco.
  • Indeks Dow Jones industrial average <. DJI> anjlok 113.35 poin, atau 0,73 persen, ditutup pada level 15,337.66. The Standard & Poor 500 Index <. SPX> turun 8.77 poin, atau 0,52 persen, ditutup di level 1,685.39. Nasdaq Composite Index <. IXIC> anjlok 15.17 poin, atau 0,41 persen, ditutup pada level 3,669.27.
  • Saham ritel menjadi sektor yang mengalami penurunan terbesar pada sesi perdagangan Rabu di Wall Street setelah <MN> Macy melaporkan tidak tercapainya targer penjualan dan keuntungan untuk kuartal kedua dan jauh dari proyeksi laba tahunan. Saham Macy turun 4,5 persen menjadi 46,33 dollar . The S & P sektor konsumen discretionary <. SPLRCD> turun 1,1 persen.
  • Apple Inc, <AAPL.O> menjadi salah satu saham yang meningkat cukup signifikan pada sesi perdagangan rabu, meningkat sebesar 500 dollar untuk pertama kalinya sejak bulan Januari, sehari setelah investor Carl Icahn tweeted membangun sebuah "large position" di perusahaan teknologi ini . Sahamnya ditutup di level 498,50, naik 1,8 persen.
  • The FTSEurofirst 300 <. FTEU3> naik 0,3 persen dan ditutup pada level 1,240.30, dan menyentuh level tertinggi pada tahun 2013 di level 1,258.09. Perancis CAC‐40 index <FCHI.> Mengungguli pasar utama Eropa lainnya dengan kenaikan 0,5 persen yang  menempatkan indeks pada level tertinggi untuk dua tahun.
  • Indeks FTSEurofirst 300 naik sekitar 9 persen sejak awal tahun 2013, sementara kedua indeks Dow AS dan S & P 500 indeks telah meningkat hampir 20 persen.
  • Perekonomian Jerman dan Perancis tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal kedua. Pertumbuhan mereka lebih cepat dari eksapansi yang dilakukan oleh Amerika Serikat, menarik zona euro keluar dari resesi selama 1‐1/2‐year.
  • Indeks dunia semua negara MSCI <. MIWD00000PUS>, indeks untuk 45 pasar ekuitas diseluruh dunia, turun 0,01 persen.
  • Euro diperdagangkan sedikit lebih rendah di level 1,3255, sementara dolar turun tipis 0,1 persen terhdap yen di level 98,08 yen .
  • Sterling menyentuh level penutupan perdagangan tertinggi di level 1,5548 dollar, setelah data menunjukkan penurunan tajam dalam British jobless benefit claims pada bulan Juli dan minutes from the Bank of England's last meeting mengungkapkan bahwa salah satu pembuat kebijakan telah memilih menentang langkah bersejarah untuk mengikat suku bunga masa depan untuk pengangguran. Sesi terakhir, Sterling diperdagangkan di level 1,5503, menguat 0.4 persen.
  • Yield obligasi U.S. Treasuries untuk periode jatuh tempo 10 tahun , mendapatkan dampak positif dari mata uang AS, turun tipis menjadi dengan yield di level 2,7099 persen, hanya berada di dekat level tertinggi dua tahun pada hari Selasa di level 2,72 persen.
  • Investor melakukan entry posisi atas kebijakan Fed untuk pembelian obligasi bulanan sebesar 85 milyar dollar , tetapi masih tetap mencari data yang lebih banyak untuk mendukung tindakan tersebut.
  • Harga tembaga naik seiring optimisme tentang ekonomi zona euro dan China sebagai konsumen terbesar akan logam, mendorong tingkat kepercayaan tentang permintaan untuk bahan industri. Nilai permintaan tembaga untuk tiga bulan terakhir pada London Metal Exchange <CMCU3> mencapi nilai 7.316 dollar/ton, naik dari level penutupan perdagangan dinilai 7.275 dollar pada hari Selasa, ketika itu juga mencapai level tertinggi dalam lebih dari sembilan pekan dilevel 7,354.75 dollar.
  • Harga spot emas spot naik menjadi 1.335 dollar/ounce dari sekitar 1.320 dollar/ounce.
  • Brent crude prices <LCOc1> menguat di tengah kekhawatiran tentang gangguan pasokan minyak di Libya dan meningkatnya kekerasan di Mesir.
  • Front‐month September Brent,, yang berakhir pada hari Kamis, naik 38 sen di level 110,20 dollar/barel setelah mencapai level tertinggi empat bulan di level 110,30 dolalr. Semakin aktif diperdagangkan kontrak minyak berjangka untuk periode Oktober semakin aktif diperdagangkan menguat 34 sen untuk dan ditutup di level 108,82 dollar. Kontrak berjangka minyak US untuk periode September <CLc1> naik 2 sen menetap di level 106,85 dollar.
    (vaf)