Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Senin, 17 Juni 2013

IHSG 17 JUNI 2013

IHSG


OUTLOOK US & GLOBAL 17 JUNI 2013


 •Bursa saham AS jatuh pada hari Jumat dan dolar menutup pekan terburuknya selama hampir 4 tahun terhadap yen menyusul investor khawatir bahwa bank‐bank sentral dunia akan segera menarik stimulusnya dan setelah rilis data yang menunjukkan penurunan pada sentimen konsumen AS. Namun bursa saham Eropa ditutup menguat, didukung oleh sinyal adanya kegiatan merger dan akuisisi di kawasan tersebut. Kondisi tersebut mendorong indeks MSCI naik 0,1%. Namun demikian, indeks tercatat melemah untuk 4 pekan berturut‐turut.
• Kekhawatiran mengenai arah kebijakan moneter dunia telah mengguncang pasar belakangan ini, dan kekhawatiran berlanjut di pekan kemarin ketika BOJ memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya.
• Kondisi tersebut telah memicu tekanan jual pada ekuitas global, emerging markets, obligasi dan komoditas, yang dipicu oleh lukuiditas bank sentral, sementara kondisi ini justru mendorong menguatnya yen secara tajam.
• Bursa Wall Street menutup minggu negatif ketiga mereka dalam 4 pekan terakhir akibat aksi ambil untung investor setelah S&P 500 mencatat level tertinggi kedua tahun ini pada hari Kamis. Bursa saham menguat lebih dari 1% di sesi sebelumnya berkat rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan. Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 105,90 poin atau 0,70% ke 15070,18. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 9,63 poin atau 0,59% ke 1626,73. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> kehilangan 21,81 poin atau 0,63% ke 3423,56.
• Perhatian pasar saat ini tertuju pada sidang The Fed pekan ini, yang diharapkan akan memberikan kejelasan terhadap rencana untuk mengurangi/mengakhiri program pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulannya.
• Data ekonomi AS di hari Jumat kemarin menunjukkan sentimen konsumen turun tipis dari level tertinggi enam tahun pada bulan Juni, sementara output manufaktur relatif stabil (sedikit membaik) bulan lalu, menunjukkan ekonomi tetap pada jalur pertumbuhan moderat. Data lain menunjukkan harga grosir naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei, tetapi tekanan pada underlying inflation masih mampu diredam.
• Indeks saham Eropa naik 0,2%. Sedangkan ekuitas pasar berkembang berdasarkan barometer MSCI naik 1,1%, meskipun masih mencatat kerugian minggu kelima secara berturutan.
• Meskipun tercatat naik 2% pada hari Jumat, indeks Nikkei Jepang mencatat kerugian lebih dari 15% sejak medio Mei. Volatilitas di pasar saham telah memicu rebound tajam yen.
• Dolar jatuh 1,2% ke 94,21 yen dan mencatat turun 3,4% dalam sepekan, kerugian mingguan terbesarnya sejak Juli 2009. Euro kehilangan 1,4% ke 125,70 yen. Terhadap dolar, euro merosot 0,2% ke $1,3347.
• Treasury AS tenor 10 tahun naik 4/32 dengan yield di 2,1331 persen, menyusul pelaku pasar memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga mendekati 0% guna mendukung pemulihan ekonomi bahkan disaat bank sentral mengurangi pembelian obligasinya tahun ini.
• Harga minyak naik karena berita bahwa Amerika Serikat telah resmi mengirimkan senjata AS kepada pemberontak Suriah memicu kekhawatiran tentang pasokan minyak Timur Tengah. Meskipun Suriah bukanlah pemasok minyak dunia, investor khawatir bahwa perang sipil bisa menyebabkan kerusuhan di daerah penghasil minyak di Timur Tengah. Brent crude <LCOc1> naik 98 sen untuk ditutup di $105,93 per barel, sementara U.S. crude <CLc1> naik $1,16 ke $97,85 per barel, setelah menembus level tertinggi 9 bulan.
• Harga emas naik tipis ke$1388 per ons, ditopang oleh meningkatnya permintaan pada emas koin dan batangan serta menurunnya ekuitas AS. Meningkatnya tekanan geopolitik di Timur Tengah juga membantu meningkatkan minat pada emas sebagai safe‐haven asset.
(vaf)

Jumat, 07 Juni 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 7 JUNI 2013


• Bursa saham global bergerak menguat sementara dolar terkoreksi terhadap euro dan yen pada hari Kamis menyusul investor mengurangi kepemilikan dolar mereka ditengah kekhawatiran data pekerjaan AS akan dirilis buruk nanti malam.
• Wall Street rebound pasca koreksinya di awal sesi ketika ekuitas AS merosot bersamaan dengan pergerakan dramtis pasar uang. Indeks S&P 500 jatuh menembus area MA50, namun saham rebound menyusul maraknya aksi beli.
 "You get this rally that is more technical than anything else, because there's no dramatic economic news or anything said out of Europe or anywhere else today. But I think over the next couple of weeks the market is going to test (going below the 50‐day moving average) again and move a little bit lower," kata Ken Polcari, director of the NYSE floor division pada O'Neil Securities di New York.
 Nikkei futures <JNIc1> turun 1,8% setelah sempat mencatat koreksi lebih dari 3%.
• Emas dengan cepat berubah menguat dan mencatat kenaikan 1% dipicu aksi investor yang melepas dolar. Emas berjangka COMEX untuk pengiriman Agustus berakhir naik $17,30 di $1415,80 per ons.
• Sentimen berubah menjadi negatif di pasar menyusul kekhawatiran data non‐farm payrolls AS nanti malam akan dirilis lebih rendah dari perkiraan setelah sejumlah data ekonomi AS dirilis buruk yang mengisyaratkan lemahnya pemulihan ekonomi. Pasar memprediksi telah tercipta pekerjaan sebanyak 170000 selama bulan Mei dengan tingkat pengangguran diprediksi bertahan di level terendah 4‐1/2 tahun di 7,5%.
• Dolar jatuh ke level terendah 3‐1/2 bulan terhadap euro menyusul mata uang tunggal melejit ke $1,3304. Euro terakhir tercatat naik 1,16% di $1,3245. Terhadap yen, dolar terlihat bergerak liar, awalnya sempat jatuh lebih dari 3% ke 95,98 yen, level terendah 6 pekan. Dolar kemudian diperdagangkan di sekitar 97,09 yen atau turun 1,99%.
• Kekhawatiran tentang berkurangnya stimulus dari Federal Reserve AS, bersama dengan kekhawatiran tentang efektivitas stimulus ekonomi yang radikal di Jepang belakangan ini telah mengguncang pasar saham global, meninggalkan indeks saham dunia MSCI berada dekat dengan posisi terendah enam minggu.
 Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 80,03 poin atau 0,53% di 15040,62. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir naik 13,66 poin atau 0,85% di 1622,56. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 22,58 poin atau 0,66% di 3424,05.
• Namun, dengan perkembangan terkini mengenai kemungkinan The Fed belum akan mengakhiri program stimulusnya, telah mendorong investor untuk memburu obligasi pemerintah AS. Treasury tenor 10 tahun naik 5/32 dan membawa yield‐nya untuk turun ke 2,0733 persen, setelah sempat menyentuh level 2%.
• Euro awalnya sempat menguat setelah ECB mempertahankan suku bunganya dan Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pelonggaran moneter lebih lanjut nampaknya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, ECB mempertahankan suku bunganya di level 0,5% dan memutuskan untuk menganalisa lebih lanjut perkembangan ekonomi kawasan di semester kedua sebelum memutuskan kebijakan berikutnya. Draghi menegaskan bahwa secara teknikal ECB telah siap untuk menerapkan suku bunga deposito negatif, namun belum ada alasan yang kuat untuk melakukannya saat ini.
• Indeks MSCI memangkas kerugiannya dan mencatat naik 0,44%. Sedangkan FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 1,2% di 1178,59.
• Di hari yang sama, Bank Sentral Inggris (BoE) juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya dan kebijakan moneter longgarnya di hari terakhir kepemimpinan Gubernur Mervyn king, setelah data ekonomi Inggris yang dirilis belakangan ini masih mengisyaratkan kondisi yang belum stabil, meskipun terlihat ada kecenderungan membaik.
• Di pasar komoditas, harga minyak naik setelah sebuah laporan mengatakan terjadi penurunan tajam pada stok minyak AS. Brent crude <LCOc1> berakhir naik 57 sen di $103,61 per barel, sedangkan U.S. oil <CLc1> naik $1,02 di $94,76 per barel.
(vaf)

Kamis, 06 Juni 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 7 JUNI 2013


• Bursa saham global melemah, dengan indeks saham AS mengalami koreksi tajam, sementara dolar juga melemah pada perdagangan hari Rabu setelah investor beralih memburu aset aman resiko seperti obligasi pemerintah setelah data pekerjaan sektor swasta AS tidak sekuat ekspektasi pasar sebelumnya dan kekecewaan terhadap upaya Jepang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negerinya. Bursa AS turun secara dramatis, dengan indeks Dow turun di bawah 15000 untuk pertama kalinya sejak 7 Mei, ditengah perhatian pasar bahwa penerapan kebijakan moneter longgar oleh The Fed untuk mendorong pemulihan ekonomi dirasa belum cukup untuk menopang keberlanjutan kenaikan bursa saham dalam tahun ini. Bursa saham telah melemah dalam beberapa hari terakhir setelah investor meragukan kemampuan bank‐bank sentral untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemungkinan stimulus akan dikurangi dalam beberapa bulan kedepan. Indeks ekuitas dunia MSCI terakhir tercatat melemah 1,5% ke level terendah 6 pekan. Pasar Eropa jatuh setelah data menunjukkan aktifitas bisnis di zona euro melemah di bulan Mei dan juga adanya konfirmasi bahwa ekonomi kawasan mengalami kontraksi di kuartal pertama.
• Sikap investor memicu indeks saham Nikkei Jepang jatuh 3,8 persen ke level terendah dua bulan, setelah tidak terkesan dengan janji dari Perdana Menteri Shinzo Abe untuk membuat pertumbuhan pendapatan dan menyiapkan zona ekonomi khusus.
• Pelaku pasar juga mempertimbangkan prospek kuat untuk program stimulus moneter Federal Reserve AS, yang diharapkan akan dibatasi dalam beberapa bulan mendatang. The Fed ‐ bank sentral AS ‐ telah secara eksplisit mengaitkan kesehatan pasar pekerjaan untuk kelanjutan kebijakan moneter ultra‐longgar. Jika data pekerjaan dirilis lemah maka akan mendorong The Fed melanjutkan program pembelian obligasi untuk mempertahankan suku bunga rendah, yang akan berdampak positif bagi saham.
• Hasil rilis Fed's Beige Book semalam tidak banyak berpengaruh kedalam pasar. Dalam rilis Fed’s Beige Books semalam, The Fed mengatakan ekonomi AS mengalami ekspansi dalam level “rendah hingga sedang” sejak medio April sementara perekrutan tenaga kerja masih suram. Belanja konsumen meningkat dan sektor perumahan menunjukkan indikasi menguat. Dalam laporan sebelumnya, The Fed mengutip pernyataan “moderate” growth (pertumbuhan berlevel sedang), maka dalam pernyataannya semalam yang ada penambahan kata “modest” (rendah) mengindikasikan terjadi pelambatan dalam perekonomiannya. Namun demikian, pelaku pasar nampaknya tetap optimis bahwa The Fed akan segera mengakhir program stimulusnya di akhir tahun ini. Dolar yang terkoreksi di bawah 100 yen di sesi Tokyo, mencatat low di 98,95 yen. Yen telah melemah menyusul naiknya bursa saham Jepang dalam beberapa bulan terakhir ditengah ekspektasi meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jepang.
 Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 216,95 poin atau 1,43% di 14960,59. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir melemah 22,48 poin atau 1,38% di 1608,90. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 43,78 poin atau 1,27% di 3401,48. Keduanya, S&P 500 dan Dow ditutup di level puncaknya pada 21 Mei. Indeks S&P 500 telah jatuh lebih dari 3% sejak mencapai level puncaknya.
• Sektor swasta AS dilaporkan menambah pekerjaan sebanyak 135000 di bulan Mei, demikian laporan dari ADP payroll service, lebih sedikit dibanding perkiraan 165000. Data tersebut mengisyaratkan bahwa laporan data non‐farm payrolls AS hari Jumat besok, yang sangat dicermati The Fed, akan menunjukkan masih lemahnya pasar tenaga kerja AS di bulan Mei. Obligasi pemerintah AS naik usai rilis data tersebut yang menunjukkan masih lemahnya sektor swasta AS dan sebuah barometer pekerjaan yang turun ke level terendahnya selama hampir setahun terakhir. Treasury tenor 10 tahun naik 18/32 dengan yield di 2,0839 persen.
• Indeks saham Eropa ditutup melemah 1,5% setelah rilis data pekerjaan AS, mencatat prosentase kerugian harian terbesarnya dalam sepekan. Pelemahan ini meluas ke pasar ekuitas menyusul data menunjukkan melemahnya aktifitas bisnis di Eropa di bulan Mei dan juga penjualan ritel di bulan April yang mengisyaratkan rendahnya permintaan konsumen. Data tersebut terus memberi tekanan pada ECB untuk memacu pertumbuhan ekonominya meskipun nampaknya tidak akan mengubah pandangan bahwa ECB akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya usai sidangnya hari Kamis ini. Minimnya aksi ECB dan melemahnya pasar ekuitas telah memicu yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun melemah ke 1,512 persen dari posisi hari Senin di 1,534 persen, yang merupakan level tertingginya selama hampir 3 bulan.
 Brent crude turun tajam sesaat sebelum tutup pasar setelah muncul laporan akan segera beroperasinya kembali kilang minyak utama AS. Minyak awalnya naik setelah data stok minyak mingguan AS turun di pekan lalu. Namun menjelang tutup pasar, Brent jatuh ke $102,85 per barel setelah IIR Energy melaporkan BP Plc <BP.L> akan mulai memproduksi 260.000 barel per hari (bph) minyak mentahnya pada pengilangan 410.000 bph di Whiting, Indiana, pada hari Kamis ini. Brent futures <LCOc1> ditutup melemah 20 sen di $103,04 per barel setelah mencatat intraday high di $104,07, kenaikan di atas $104 untuk pertama kalinya dalam 5 sesi terakhir. Sedangkan U.S. crude futures ditutup naik 43 sen di $93,74 per barel, setelah mencatat intraday high di $94,48. Harga emas naik 0,4% di $1399,60 per ons, usah mencatat day’s low di $1395,19. Sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus naik $8,40 di $1405,60, di atas day’s low di $1395,10.
(vaf)

Rabu, 05 Juni 2013

IHSG 5 JUNI 2013


  • Kemarin IHSG awal pembukaan diangkat dulu, setelah itu dibawa turun, namun memasuki sesi kedua IHSG tampak aman terkendali, panik selling berkurang, sehingga secara pelan-pelan IHSG berhasil naik diatas level 5000 kembali.
  • Karena IHSG sempat dibawa turun terlebih dahulu, sehingga Close>Open, maka candle berbentuk hammer (seperti paku), sehingga apabila IHSG hari ini tidak membentuk new low, atau turun dibawah level 4936, maka berarti IHSG akan kuat kembali, dalam istilah TAnya dinamakan bottom reversal.
  • Namun jika IHSG tidak mampu bertahan diatas level 4936, berarti membentuk new low baru, sehingga tahanan berikutnya ada di level 4850 dan 4720.
  • Mambaca TA adalah membaca kemungkinan, artinya tidak ada yang pasti, sehingga kita sebagai trader selalu harus mempersiapkan 2 kondisi, yaitu kondisi yang baik dan kondisi yang buruk.
  • Dow pagi ini ditutup turun 0.5%, tidak terlalu jelek sih, namun EIDO turun 1.44%, maka sebaiknya hati-hati dengan saham Blue chips, disamping asing masih melakukan net sell hampir 1 trilyun, apalagi besok hari Kamis BEI Libur Bursa - Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan hari Jumat adalah hari kejepit, sehingga hari Jumat akan makin sepi, secara otomatis yang mau jualan tentunya melakukan penjualan hari ini.
  • Namun sepanjang market tidak panik, IHSG masih mempunyai potensi untuk naik, dan ada gap diatasnya yang dekat yaitu 5053-5068, mudah-,udahan gap itu bisa tertutup dulu dalam waktu dekat.
  • banyak saham yang enak untuk dilakukan hit & run dalam kondisi market yang volatile begini, katakanlah saham WIKA, ADHI, CTRP dsb, penurunan dan naik kembali sekitar 10%, bagiscalper tentunya ini akan menjadi makanan empuk, dan jika kondisi ini berlangsung 10 hari saja, seumpama scalper bisa gain 3% per hari, berarti keuntungan 10 hari = 10x 3% = 30%, luar biasa bukan?
  • Cara gampangnya adalah main saham yang harga 2000, begitu naik menjadi 2100 saja berarti keuntungan sudah 5%, tentu saja dalam prakteknya harus memiliki kemampuan untuk membaca gerakan saham tsb.
  • Hari ini tetap waspada, namun jangan panik selling, dan saya ulangi, sepanjang IHSG tidak turun membentuk new low baru dibawah 4936, maka IHSG berpeluang untuk rebound.
(aggntdr)

OUTLOOK US & GLOBAL 5 JUNI 2013


• Bursa saham AS terkoreksi pada hari Selasa sementara dolar rally menyusul investor mempertanyakan seberapa lama The Fed akan mempertahankan program stimulusnya yang telah mendongkrak perekonomiannya.
• Menjelang sidang reguler bank sentral dan data pekerjaan AS pekan ini awalnya sempat menahan laju tajam perdagangan. namun seiring mengendurnya pasar Eropa, dolar menyerahkan sejumlah keuntungannya terhadap rival utamanya dan bursa saham AS terkoreksi tajam.
• Pasar saham belakangan ini mengalami tekanan menyusul minutes dari sidang terakhir The Fed dan testimoni Bernanke yang mengisyaratkan The Fed akan segera mengakhiri program stimulusnya lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
• Investor terlihat menahan diri menjelang rilis data non‐farm payrolls AS pada hari Jumat pekan ini untuk melihat kondisi pasar tenaga kerjanya, faktor kunci yang akan membawa arah kebijakan moneter The Fed.
• Presiden Fed Kansas City Esther George kembali mendesak The Fed untuk mengurangi pembelian agresif obligasinya. George terus mengkritisi program stimulus The Fed dan telah memberikan suara menentang di setiap pertemuan The Fed sepanjang tahun ini.
 Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 76,49 poin atau 0,50% di 15177,54. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 9,04 poin atau 0,55% di 1631,38. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> terkoreksi 20,11 poin atau 0,58% di 3445,26.
• Beberapa analis menunjuk ke faktor teknis untuk mengatakan pasar saham AS, dengan S&P 500 naik lebih dari 15 persen sepanjang tahun ini, tidak sekuat seperti yang terlihat bahkan berpotensi mengalami kejatuhan.
• Bursa saham Eropa turun dari posisi puncaknya namun berhasil ditutup menguat 0,3%, mengakhiri depresiasinya selama 2 hari terakhir yang telah menempatkannya di level terendah sejak awal Mei.
• Sementara indeks saham dunia MSCI naik 0,15% di sesi Asia dan Eropa.
• Dengan investor menahan diri menjelang sidang ECB dan BoE pada hari Kamis besok, Bund futures Jerman terkoreksi dan peripheral euro zone debt naik. Rally selama 10 bulan pada obligasi zona euro telah mengendur dalam beberapa pekan terakhir menyusul rumor mengenai pemangkasan stimulus The Fed telah menaikkan yield. Adapun yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke
2,148 persen.
• Setelah mengalami gejolak dalam beberapa hari terakhir akibat eskalasi tekanan politik, saham Turki dan lira berhasil rebound. Hal ini berarti bahwa pasar Asia kembali mendorong kenaikan indeks saham.
• Indeks Nikkei naik 2%, kenaikan harian terbesarnya dalam 3 pekan menyusul pergerakan mata uang yang cepat menjelang testimoni dari Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada leg ketiga strategi stimulus "Abenomics"‐nya. Prospek aksi beli lebih lanjut dari dana pensiun Jepang juga memberikan support bagi kenaikan Nikkei menyusul sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah Jepang akan mendesak dana pensiun masyarakat Jepang, yang mengelola dana/aset lebih dari $2 triliun, untuk meningkatkan investasi mereka di ekuitas dan aset‐ aset mancanegara.
• Dolar menguat 0,5% terhadap yen namun terkoreksi dari posisi puncaknya. Euro naik 0,1% terhadap dolar.
• Bursa saham Australia naik 0,3% dan Aussie terkoreksi 1,3% setelah bank sentral Australia (RBA) mempertahankan suku bunganya, sesuai prediksi pasar, namun mengatakan terdapat peluang untuk dilakukan pemangkasn suku bunga. Menguatnya dolar juga turut menekan kiwi dollar.
• Harga emas jatuh sekitar 1%, memperdalam koreksinya akibat kekhawatiran menurunnya permintaan setelah India, sebagai konsumen terbesar dunia untuk emas, membatasi lebih lanjut untuk impor logam mulia.
• Harga minyak Brent naik lebih dari $1 per barel, menyusul merebaknya rumor bahwa Korea Selatan akan menciptakan insentif baru bagi penyuling untuk mengimpor minyak mentah yang bisa meningkatkan permintaan. Harga minyak Brent berjangka untuk pengiriman Juli naik ke level intraday high $103,58 per barel pasca munculnya rumor dan kemudian ditutup naik $1,18 di $103,24 per barel. Sementara harga minyak mentah AS berakhir melemah 14 sen di $93,31 per barel. 
(vaf)

Selasa, 04 Juni 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 4 JUNI 2013


• Harga saham naik namun dolar jatuh pada perdagangan hari Senin ditengah sesi yang volatile setelah data menunjukkan aktifitas sektor manufaktur AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 6 bulan, meningkatkan keraguan terhadap kesehatan ekonomi AS dan nasib stimulus bank sentral. Pasar menjadi sangat sensitif dalam menanggapi data ekonomi AS sejak The Fed mulai meningkatkan prospek untuk mengurangi program pembelian obligasi jika ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang berkesinambungan.
 Institute for Supply Management (ISM) melaporkan barometer untuk new orders turun di bulan lalu dan mengatakan minimnya permintaan ekspor. Rilis buruk data manufaktur telah menambah keraguan terhadap langkah pengurangan stimulus The Fed. Namun para investor saham berkeyakinan bahwa The Fed cenderung akan mempertahankan kebijakannya untuk menjaga berlanjutnya proses pertumbuhan ekonomi.
• Indeks kompsit Nasdaq jatuh sebanyak 1% namun kemudian berhasil rebound. Dow naik, ditopang oleh kenaikan 4% pada saham produsen obat Merck & Co. menyusul hasil studi obat melanoma (jenis kanker kulit yang paling mematikan).
• Investor masih menantikan rilis data non‐farm payrolls AS dan perlu berhati‐hati terhadap pergerakan harga dalam pekan ini.
 Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 138,46 poin atau 0,92% di 15254,03. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 9,68 poin atau 0,59% di 1640,42. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 9,45 poin atau 0,27% di 3465,37.
• Meskipun data AS Senin kemarin terbilang penting, namun fokus pasar lebih tertuju pada data non‐farm payrolls untuk periode Mei, yang nampaknya akan mengarahkan program kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Wall Street memprediksi terjadi penambahan pekerjaan sebanyak 170000 di bulan lalu, sedikit di atas penambahan 165000 di bulan April sebelumnya.
 If the payrolls report is strong, the poor ISM data would be easily forgotten and the dollar would rally, kata Alan Ruskin, kepala strategi G10 FX pada Deutsche Bank di New York. Overall, he believes U.S. employment data will be the determining factor as to whether the Fed will wind down its asset purchase program.
• Dolar anjlok di bawah 100 yen, level terendahnya selama hampir sebulan terakhir, setelah data manufaktur AS semalam mendorong investor memburu asat‐aset aman resiko. Dolar terakhir bergerak di sekitar 99,48 yen.
 "If this is truly the start of a broader market panic, we believe the Japanese yen may be one of the largest beneficiaries as speculators stampede for the exits," kata David Rodriguez, quantitative strategist pada DailyFX di New York.
• Pasar di Asia dan Eropa awalnya terguncang di sesi global oleh data yang menunjukkan ekonomi Cina kehilangan daya dukungnya bulan lalu, dengan aktifitas manufaktur melemah untuk pertama kalinya dalam 7 bulan dan melemahnya pertumbuhan di sektor jasa.
• Indeks saham dunia MSCI naik 0,1% seiring naiknya bursa Wall Street di akhir sesi New York.
• Bursa saham Turki anjlok lebih dari 10% setelah terjadi kerusuhan di seluruh negeri. Bursa Istanbul jatuh ke level terendah sejak 26 Februari setelah terjadi protes anti‐pemerintah dalam beberapa hari terakhir.
• Rilis data PMI Eropa awalnya sempat mengangkat bursa saham Eropa, namun kemudian kembali melemah setelah muncul data ISM manufaktur AS. Indeks FTSEurofirst 300 ditutup melemah 0,7%.
• Harga Treasury AS tenor 30 tahun diperdagangkan relatif flat, memangkas keuntungan yang diperoleh awal sesi setelah data manufaktur AS mengurangi peluang untuk The Fed mengakhiri program pembelian obligasinya.Treasury tenor 10 tahun naik 2/32 dengan yield 2,1229 persen. sebelum rilis data ISM, harga obligasi turun 15/32 dengan yield 2,187 persen, sekitar 5 basis poin di bawah level puncak 13 bulan yang dicapai pekan lalu.
• Pasar minyak dan komoditas juga bergerak fluktuatif. Harga minyak Brent dengan cepat turun di bawah $100 per barel untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir dipicu kekhawatiran permintaan setelah data manufaktur Cina mengisyaratkan terjadinya pelambatan pertumbuhan di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia tersebut. Namun penurunan harga minyak mampu diredam oleh adanya masalah dengan ladang minyak Laut Utara Buzzard. Brent rebound $1,69 ke $102,08. Sedangkan harga minyak mentah AS naik $1,31 ke $93,28 per barel, dengan melemahnya dolar mendukung naiknya harga minyak.
• Harga emas melonjak 2%, menembus level tertingginya selama lebih dari 2 pekan, ditopang oleh anjloknya dolar dan data manufaktur AS.
(vaf)