Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Jumat, 06 Januari 2012

IHSG OUTLOOK 6 JANUARY 2012


- IHSG sudah naik tanpa koreksi selama 5 hari berturut-turut dan berhasil tembus beberapa resist penting diantaranya adalah level 3800-3820-3850-3875, jadi target IHSG berikutnya adalah 4028 dam 4198, sanggupkah IHSG menuju level tersebut?
- Tentunya melihat indicator yang sudah jenuh beli, adanya koreksi adalah sehat adanya, seperti orang yang berlari perlu istirahat juga. Level-level resist yang dilalui kemarin yaitu angka 3800-3820-3850-3875 tentunya menjadi level-level support, artinya bila IHSG turun dalam beberapa hari kedepan (minggu depan) hingga level 3800 masih koreksi wajar, namun waspadai bila koreksi tajam dalam 1 hari turun diatas 100 points, diatas 2-3%, hingga turun dlaam 1 hari hingga level 3800, berarti waspadai.
- Saham ASII naik hingga mencetak level tertinggi baru yaitu 78.600, namun akhirnya harus ditutup turun, sehingga close < open, sedangkan ASII tetap masih barometer IHSG.
- Masih inget tip trading pada hari pertama tahun 2012, bahwa tahun 2012 market masih penuh gejolak? Jadi Kosongkan portofolio kalau IHSG mendekati level 4000-4100-4200, dan siap-siap tampung kembali dilevel bawah kembali.
- Saat ini semua indicator menunjukan IHSG saat ini dalam kondisi jenuh beli, sangat rawan koreksi, ada baiknya yang punya barang take profit sebagian dulu, namun yang tidak mempunyai barang sedikit sabar, untuk membeli ketika terjadi koreksi beberapa hari kedepan.

IHSG


OUTLOOK US & GLOBAL 6 JANUARI 2012


• Euro anjlok ke level terendah lebih dari 1 tahun terhadap dolar dan menembus level terendah 11 tahun terhadap yen pada hari Kamis dipicu rilis optimis data ekonomi AS dan kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa yang kemugkinan akan meluas dikawasan tersebut. Rilis optimis data telah membantu bursa saham AS untuk ditutup menguat, sementara bursa saham Eropa berakhir melemah. Data ekonomi AS menunjukkan perusahaan‐perusahaan swasta menambah pekerjaan sebanyak 325.000 di bulan Desember, lebih dari 2 kali lipat yang diperkirakan kalangan ekonom, meskipun data tersebut nampaknya banyak dipengaruhi oleh faktor musiman. Data lainnya juga menunjukkan klaim untuk tunjangan pengangguran turun sebanyak 15000 di pekan lalu. Pertumbuhan sektor jasa AS di bulan Desember juga dilaporkan meningkat.
• Terhadap yen Jepang, euro terkoreksi ke level intraday low 98.45 yen, berada di sekitar level terendah Desember 2000, sebelum kemudian bergerak di sekitar 98.72.
• Kondisi yang kontras terlihat di Eropa, dimana para investor khawatir mengenai bagaimana perbankan akan memperbaiki balance sheets atau neracanya, saham‐saham finansial justru telah membantu mengangkat indeks saham AS. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> ditutup naik 0,29%, dan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 0,81%. Sedangkan Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir turun 0,02%.
• Euro diprediksi masih akan mengalami tekanan dalam tahun ini, khususnya karena pemerintah dan perbankan mencari ratusan milyar untuk membayar obligasi yang jatuh tempo di kuartal pertama. Lelang obligasi Perancis dan Jerman pekan ini gagal untuk meredam kekhawatiran pasar. Pasar juga mencemaskan kemungkinan Perancis kehilangan peringkat tertingginya setelah lembaga Standard & Poor's memberikan peringatan di awal Desember mengenai kemungkinan penurunan besar‐besaran untuk peringkat utang sejumlah negara zona euro. Tes berikutnya untuk kepercayaan investor nampaknya akan terjadi pekan depan ketika Spanyol dan Italia, 2 negara yang sangat beresiko mengalami krisis akibat tertular Yunani, Irlandia dan Portugal, akan melelang obligasinya.
• Bursa saham Eropa mengalami tekanan, menyusul saham bank ternama Italia, Unicredit <CRDI.MI>, mengalami penundaan dalam transaksinya sebanyak 5 kali akibat mengalami kerugian yang hebat.
• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup turun 0,79% di 1013.39. sektor perbankan Eropa kembali tertekan, dengan STOXX Europe 600 Banks index <.SX7P> turun 3,24%.
• Harga minyak berjangka jenis Brent turun setelah bergerak naik‐turun menyusul meningkatnya stok minyak mentah AS dan penguatan dolar yang mengimbangi kekhawatiran mengenai sikap Iran. Brent February crude <LCOG2> turun 96 sen atau 0,84% dan ditutup di $112.74 per barel.
(vaf)

Selasa, 03 Januari 2012

IHSG OUTLOOK 3 JANUARI 2012


- Tahun 2012 Market masih belum jelas arahnya, market masih akan berfluktuasi tajam dan penuh gejolak, sehingga tetap trading lebih bijaksana daripada buy and hold untuk waktu lama.

- Kondisi ini akan berlangsung hingga bulan Maret 2011, menjelang keluarnya laporan keuangan Akhir Tahun 2011, sehingga kemungkinan arahnya lebih jelas baik di dalam negeri maupun diluar negeri.

- Secara Tehnical Analisys, posisi penutupan IHSG tetap sulit untuk menembus level 3820, dan kondisi IHSG saat ini dalam jenuh beli, sehingga saatnya koreksi dulu dalam beberapa hari, demikian juga dengan chart Dow Jones.

- Dalam range sempit IHSG akan bergerak dalam kisaran 3700-3850, sedangkan dalam kisaran range yang lebih lebar dalam kisaran 3200-4200, sehingga waspadai bila IHSG tembus turun dibawah 3700, apalagi bulan Januari biasanya market penuh dengan kejutan, dimana big palyer beberapa hari setelah liburan panjang akhir tahun ini, akan mengambil sikap untuk mengangkat atau membawa turun market.

- Money management yang baik, tetap pegang cash 50%, serta jangan greedy, ada untung yang lumayan sebaiknya take profit dulu, daripada keuntungan menjadi lepas lagi.

- Saya yakin buat trader tetap bisa membuat profit dalam kondisi volatile ditahun 2012 ini, dan selalu bersikap mengamankan keuntungan yang telah diperoleh atau Cut loss bila salah posisi.

OUTLOOK US & GLOBAL 3 JANUARI 2012


• Performa obligasi pemerintah Amerika sepanjang 2011 terbukti mengungguli kinerja minyak, emas dan bahkan bursa saham global. Kecemerlangan performa obligasi pemerintah itu tidak terpengaruh pemangkasan peringkat kredit Amerika dan terus bergulirnya defisit anggaran negara Paman Sam tersebut.
• Obligasi pemerintah Amerika dengan tenor 10‐tahun memberikan return 17% sepanjang 2011, yang merupakan kenaikan terpesat sejak 2008. Sementara itu emas dan minyak masing‐masing hanya mencatatkan penguatan 10% dan 8% sepanjang 2011. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika dengan tenor 10‐tahun <US10YT=RR> pada sesi Jumat 30 Desember 2011 lalu berada pada kisaran 1.876%, masih berada di bawah level psikologis penting 2%.
• Sementara itu bursa saham global mencatat pelemahan lebih dari 9% sepanjang 2011. Namun demikian indeks S&P 500 berhasil ditutup stagnan, didukung oleh membaiknya sinyal ekonomi dari rilis data fundamental ekonomi akhir‐akhir ini.
• Berlanjutnya kekhawatiran mengenai krisis hutang Uni‐Eropa yang berkombinasi dengan akan dipertahankannya suku bunga The Fed di level terendahnya hingga 2013 mendatang, kemudian membuat obligasi Amerika menjadi lebih menguntungkan bagi investor.
• Diantara aset‐aset berperforma terbaik lainnya, emas <XAU=> ditutup menguat 10,2% sepanjang 2011 di 1563.79 USD per troy ounce, yang merupakan performa tahunan positif secara beruntun dalam 11‐tahun berturut‐turut. Dalam beberapa bulan belakangan ini, emas kehilangan statusnya sebagai instrumen investasi safe haven yang biasanya merupakan tambatan bagi investor ditengah kondisi ketidakpastian ekonomi dan krisis global. Investor cenderung melakukan likuidasi investasi pada emas dan lebih memilih menyimpan dolar AS seiring bergulirnya krisis hutang Uni‐Eropa yang mengancam ketatnya likuiditas di pasar keuangan.
• Sedangkan harga minyak jenis U.S. crude oil prices <CLc1> mengakhiri perdagangan 2011 dengan kenaikan sebesar 8.2% di kisaran 98.83 USD per barrel, seiring destabilitas produsen minyak seperti Libia yang menutupi kekhawatiran akan berkembangnya krisis Uni‐Eropa.
• Indeks bursa saham global The MSCI All‐Country World index <.MIWD00000PUS> ditutup melemah 9,5% sepanjang 2011, meskipun mencatat penguatan 0,3% pada sesi terakhir tahun 2011 silam.Di bursa keuangan Wall Street, Dow Jones mencatat penguatan 5.5% sepanjang 2011, sementara S&P 500 ditutup stagnan.
• Pada sesi jumat 30 Desember 2011 silam, indeks Dow Jones <.DJI> tercatat melemah 69.48 poin atau 0.57% ke 12,217.56, sementara Standard & Poor's 500 <.SPX> turun 5.41 poin atau 0.43% ke 1,257.61 dan Nasdaq <.IXIC> ditutup melemah 8.59 poin atau 0.33% ke 2,605.15. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> tercatat menguat 0.87% pada sesi akhir tahun lalu, namun tercatat melemah 10,8% sepanjang 2011.
• Fokus investor akan terus bergulirnya krisis hutang Uni‐Eropa telah memperberat kinerja pasar keuangan sepanjang 2011. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga kuartal kedua 2012 jika belum ada perbaikan mendasar dan menyeluruh dari petinggi Uni‐Eropa.
• Euro yang terus mendapat tekanan dari berlanjutnya krisis keuangan Uni‐Eropa sempat mencapai level terendah sepanjang 10‐tahun terakhir terhadap yen dan mencatat pelemahan 3,3% terhadap dolar AS sepanjang 2011.
• Meskipun terjadi penguatan pada minyak dan emas, namun secara umum komoditas dunia lainnya mengalami pelemahan. Kondisi tersebut dapat terlihat pada indeks Thomson Reuters‐Jefferies CRB <.CRB> yang melemah 8.3% sepanjang 2011 atau merupakan pelemahan tahunan pertama kalinya sejak 3‐ tahun belakangan ini.
(vaf)

Jumat, 30 Desember 2011

IHSG OUTLOOK 30 DECEMBER 2011


- Setelah ditunggu-tunggu aksi window dressing, maka kemarin setelah memasuki sesi ke-2, terlihat IHSG merangkak naik, hampir semua saham naik secara merata, walaupun memang tidak disertai dengan volume yang besar, hal mana dikarenakan sudah banyak market player yang cuti, sehingga memang tidak membutuhkan volume yang besar saat ini.
- Tentu saja bintang yang menjadi tulang punggung pengangkat IHSG adalah Astra group terutama ASII, UNTR dan BBCA yang bermain sangat cantik kemarin. Disamping itu hampir semua saham BUMN, terutama pada saham banking BMRI dan BBRI.
- Dow pagi ini ditutup pada territorial positif, sehingga tidak dapat dihindari lagi IHSG akan berpeluang close menutup akhir tahun ini dengan angkat diatas 3820-3850.
- Saham-saham yang bisa dibeli tentu saja sangat banyak dan bervariasi, karena kemarin semua saham diangkat secara merata, namun bila sudah untung banyak tidak ada salahnya untuk take profit sebagian dulu, karena pandangan mata saya terhadap penurunan harga Gold yang turun tajam dalam 2 hari terakhir ini membuat kondisi kurang nyaman.
- Kalau kita lihat 2 tahun terakhir ini memang pada akhir tahun, harga gold suka dibawa turun dulu, selanjutnya diangkat lagi pada bulan Januari, apakah sejarah akan terulang kembali? Memang sangat menarik harga Gold saat ini mendekati dan testing support pada level 1500 usd/troy ounce.
- Disamping itu pula Dow ditutup kembali mendekati resist pada level 12.300, dan diperkirakan IHSG hari ini akan tutup mendekati resist juga pada level 3875.

IHSG



ASII



UNTR



BBCA



ASRI



OUTLOOK US & GLOBAL 30 DECEMBER 2011


• Bursa saham Amerika menguat sekitar 1% terdongkrak sinyal positif ekonomi berdasarkan rilis data terakhir, sementara itu harga emas kembali melemah dalam 4‐sesi berturut‐turut menyusul maraknya aksi ambil untung pelaku pasar untuk menutupi kerugian berkaitan krisis hutang Uni‐Eropa.
• Euro sempat anjlok ke level terendah sejak 15‐bulan terakhir terhadap dolar AS setelah lelang obligasi Italia gagal memenuhi ekspektasi dan semakin meningkatkan tensi kekhawatiran mengenai krisis keuangan Uni‐Eropa. Namun demikian pada akhirnya euro berhasil sedikit memupus pelemahan tajam pada awal sesi, mengikuti kembalinya minat investor terhadap aset beresiko seiring kenaikan bursa saham Amerika.
• Bursa saham global turut menguat, dimana The MSCI All‐Country World index <.MIWD00000PUS> naik 0.83%, meskipun terhitung masih mengalami pelemahan sebesar 10% sepanjang 2011.
• Data memperlihatkan bahwa pending sales dari existing home di Amerika pada November mencapai level tertinggi sejak 1‐1/2 tahun terakhir sementara aktifitas pabrikasi di kawasan Midwest Amerika pada Desember bertumbuh lebih dari perkiraan sebelumnya. Turut mendongkrak optimisme pelaku pasar adalah data jobless claims yang memperlihatkan kecenderungan perbaikan pada sektor ketenagakerjaan, dimana jobless claims turun ke level terendahnya sejak Juni 2008.
• Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 135.63 poin atau 1.12% ke 12,287.04, Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 13.38 poin atau 1.07% ke 1,263.02, sedangkan Nasdaq <.IXIC> naik 23.76 poin atau 0.92% ke 2,613.74. Sementara itu indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 0.96% ke 992.78 poin.
• Emas turun tajam setelah sempat melemah ke level terendah sejak 6‐bulan terakhir mengikuti pelemahan kinerja euro terhadap dolar AS setelah lelang obligasi Italia yang dibawah ekspektasi. Turut mengikuti pelemahan emas, platina turun lebih dari 1,1% ke level terendah sejak November 2009, sementara perak turun 1,3% mencapai level terendah sejak 3‐bulan terakhir.
• Penguatan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya membuat komoditas yang berdenominasi dolar AS, khususnya emas, menjadi lebih mahal untuk pemegang emas dalam mata uang selain dolar AS. Hingga akhir sesi New York, emas tercatat melemah 0,4% ke 1546.09 USD per troy ounce, setelah sempat anjlok hingga 1521.94 USD per troy ounce.
• Fokus mengenai krisis yang saat ini berpusat pada kemampuan keuangan Italia, masih menjadi kekhawatiran utama pelaku pasar. Terutama setelah lelang obligasi hanya berhasil menjual 7 miliar euro, jauh dibawah targetnya 8,5 miliar euro. Italia memiliki hutang yang mencapai 120% dari total GDP, dan sekitar 150 miliar euro akan jatuh tempo pada periode antara Februari hingga April 2012.
• Harga minyak jenis U.S. crude oil <CLc1> ditutup menguat 0,3 ke 99.92 USD per barel.
(vaf)

Kamis, 29 Desember 2011

Tips Trading IHSG di Tahun 2012

Tidak kerasa sekarang kita sudah memasuki bulan Desember, yang itu berarti tahun 2011 sebentar lagi akan berlalu. Sepanjang 2011 ini, pertumbuhan IHSG sama sekali tidak menggembirakan, dimana ketika artikel ini ditulis, IHSG berada di posisi 3,750an, atau hanya naik 1.4% secara Year to Date atau YTD (dibanding posisi 30 Desember 2010). Posisi ini jauh lebih rendah dibanding ekspektasi beberapa analis dan para pengamat, termasuk juga saya, yang setahun lalu memprediksi bahwa IHSG mungkin akan mencapai 4,500 pada akhir tahun 2011. Kalau ada yang bisa 'disalahkan' atas kegagalan target 4,500 tersebut, maka jari kita mungkin akan menunjuk kepada krisis utang di Eropa sana, yang hingga kini belum mencapai penyelesaian yang pasti.

Kalau anda adalah investor long term, maka dengan asumsi saham-saham yang anda pegang pergerakannya selaras dengan pergerakan IHSG, anda bisa dikatakan tidak memperoleh apapun pada tahun 2011 ini (gain 1.43% tentu saja kelewat kecil untuk investasi jangka panjang). Memang, ada juga saham-saham yang dalam setahun terakhir ini masih mampu mencatat gain siginifikan, meskipun IHSG cenderung tidak begitu bersahabat. Contohnya Astra International (ASII), yang naik 30.51%, atau Charoen Pokphand (CPIN), yang naik 36.87%. Namun beberapa saham lainnya cenderung tidak naik-naik dalam setahun terakhir, sebut saja Bank Mandiri (BMRI), atau Indofood (INDF). Yang lainnya lagi malah lebih buruk. Indo Tambangraya (ITMG) dan Timah (TINS), masing-masing telah turun 26.51% dan 38.25% dalam setahun terakhir.

Lalu apa yang menyebabkan perbedaan ‘nasib’ dari saham-saham diatas? Apakah karena fundamental CPIN sangat baik, sementara TINS sangat jelek, misalnya? Mungkin, nggak juga. Saham-saham yang saya sebutkan diatas, merupakan saham-saham bluechip dengan fundamental bagus dan juga masih mencatat pertumbuhan kinerja, setidaknya hingga kuartal III 2011 kemarin. Jadi sulit untuk mengatakan bahwa perbedaan pertumbuhan saham-saham diatas disebabkan oleh perbedaan kualitas fundamental. Yang lebih mungkin menjadi penyebab perbedaan kenaikan harga saham tersebut adalah, ditengah-tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak menentu seperti sekarang ini, investor cenderung memilih saham-saham yang diprediksi akan lebih tahan terhadap goncangan, seandainya market benar-benar dilanda crash, seperti tahun 2008 lalu. ASII dan CPIN kemudian menjadi salah satu dari saham-saham ‘tangguh’ tersebut, karena secara historis, kedua perusahaan tetap mampu mencatat kinerja yang positif bahkan ketika kondisi ekonomi sedang terpuruk sekalipun.

Sementara ITMG dan TINS, sebagian besar dari produk mereka diekspor ke pasar luar negeri, termasuk Eropa. Jadi kalau Eropa beneran terpuruk, maka dua perusahaan tersebut kemungkinan besar akan langsung terkena dampak negatifnya. Dan mungkin itulah yang kemudian menyebabkan sahamnya turun, meskipun kinerja kedua perusahaan masih bagus. Kalau kebetulan anda sedang memegang saham yang setelah anda cek fundamentalnya cukup bagus, namun harga sahamnya malah turun terus, maka cobalah untuk mengecek hal-hal ‘non teknis’ seperti ini, siapa tahu saham yang anda pegang tersebut memiliki masalah yang serupa.

Melihat contoh kasus diatas, maka dalam kondisi market yang tidak cukup kondusif seperti sekarang ini, strategi investasi dengan membeli saham untuk jangka panjang sepertinya bukan lagi menjadi strategi yang bagus. Katakanlah kalau anda beruntung telah memegang ASII atau CPIN dalam setahun terakhir, maka anda memperoleh keuntungan yang lumayan sepanjang tahun 2011 ini. Tapi bagaimana kalau anda ngambilnya ITMG atau TINS, atau mungkin beberapa saham lainnya yang juga terus turun dalam setahun terakhir, padahal fundamental mereka baik-baik saja? Sementara kalau anda mengambil banyak saham, dimana saham-saham tersebut ada yang naik dan ada yang turun, maka keuntungan yang anda peroleh dalam setahun terakhir kurang lebih akan sama dengan pertumbuhan IHSG, alias hampir tidak ada gain sama sekali.

Kalau begitu bagaimana solusinya? Ada seorang teman pernah bilang begini kepada saya, ‘Ketika IHSG bergerak flat, maka salah satu cara untuk tetap memperoleh keuntungan adalah dengan meng-kapitalisasi fluktuasi pasar’. Artinya? Yup, anda masih bisa memperoleh keuntungan dengan cara berinvestasi dalam jangka yang lebih pendek, atau trading. Tapi ini tentunya gak jadi masalah, karena saya yakin anda sudah terbiasa melakukan invest jangka pendek alias semi-trading, atau bahkan trading itu sendiri. Berikut adalah beberapa masukan yang mungkin bisa anda terapkan dalam trading anda, dan mudah-mudahan bisa membantu anda dalam meningkatkan keuntungan.

Pertama, fundamental tetaplah penting. Lakukan trading anda hanya pada saham-saham yang memiliki fundamental bagus berdasarkan laporan keuangan terakhirnya, dan valuasi sahamnya belum terlalu mahal (paling simpel bisa dilihat dari PER-nya, usahakan ambil saham-saham yang PER-nya dikisaran 7 – 10 kali). Kalau anda memaksakan diri untuk mengambil saham-saham yang jelek, misalnya yang labanya jelas-jelas turun, maka anda baru saja mengambil risiko terjadinya kerugian yang besar. Kita lihat, sepanjang tahun 2011 ini saham yang fundamentalnya bagus saja masih bisa turun, apalagi yang jelek?

Kedua, kalau ada saham yang setelah anda cek kinerjanya cukup bagus, namun sahamnya terus saja turun, maka coba cek lagi, adakah faktor-faktor lain diluar faktor kinerja yang menyebabkannya turun? Kalau penulis perhatikan belakangan ini, terdapat dua poin utama yang menyebabkan penurunan harga saham, meskipun kinerja mereka relatif masih bagus. Pertama karena valuasi mereka sebelumnya cukup mahal, dan kedua karena prospek mereka kedepannya dihantui oleh kekhawatiran akan terjadinya krisis (seperti contoh TINS diatas).

Ketiga, peluang memperoleh gain justru berada pada saat market dilanda koreksi. Jadi ketika IHSG jatuh hingga mendekati atau menembus support-nya, dan ketika itu tidak ada sentimen negatif apapun, maka itulah saatnya untuk belanja besar-besaran. Namun kalau ketika itu terdapat sentimen negatif yang penting, misalnya ada lembaga dunia tertentu mengeluarkan laporan bernada pesimis, maka belanjanya menggunakan sebagian dana saja, katakanlah 50%. Sisanya dipakai buat jaga-jaga kalau harus average down.

Sementara ketika IHSG mulai menanjak tinggi, maka itulah saatnya untuk keluar. Jika anda merasa bahwa IHSG masih bisa menanjak lagi, maka keluarnya sedikit-sedikit saja. Yang penting disini adalah, jika IHSG ternyata benar-benar masih terus bergerak naik seperti yang diharapkan, maka dana yang sudah terlanjur dikeluarkan jangan langsung dimasukkan lagi. Anda bisa mulai belanja saham lagi ketika IHSG dilanda koreksi kembali. Kuncinya disini adalah, jangan terburu-buru.

Keempat, follow the market. Kalau anda aktif di market dan bisa mengamati pergerakan harga saham setiap hari, maka anda mungkin bisa trading harian. Sementara kalau waktu anda lebih terbatas, trading bulanan adalah pilihan yang bijak. Namun untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar, lebih baik anda mengikuti pergerakan market saja, dan tidak perlu terpaku kepada apakah anda akan trading harian, mingguan, atau bulanan. Misalnya kalau anda beli saham ketika IHSG sedang dibawah, katakanlah 3,500, dan setelah ditunggu selama dua minggu kemudian ternyata IHSG dan juga saham anda masih belum bergerak, maka gak usah buru-buru menjualnya, kecuali kalau anda melihat saham lain yang berpotensi menguat dalam waktu dekat (anda jual saham anda terus beli saham tersebut). Tapi kalau hanya dalam tiga hari IHSG langsung melejit ke 3,700, misalnya, dan saham yang anda pegang juga melejit, maka anda bisa menjualnya untuk kemudian membelinya lagi nanti ketika IHSG turun.

Intinya seperti yang pernah dikatakan oleh seorang teman yang seorang trader tulen, kepada saya, ‘Kalau dalam satu hari saya nggak melihat ada satu saham-pun yang bisa dibeli, maka pada hari itu saya nggak akan membeli saham apapun. Saya akan menunggu sampai besok.’

Dan terakhir kelima, ingat bahwa pergerakan IHSG pada saat ini sangat rentan terhadap sentimen, baik itu positif ataupun negatif. Jadi kalau anda memutuskan untuk aktif bertrading ria, maka anda harus aktif membaca setiap berita terbaru, baik nasional maupun internasional, terkait ekonomi dan pasar modal itu sendiri. Jika anda terlambat merespon sebuah sentimen positif, maka anda akan ketinggalan kereta. Sebaliknya, jika anda terlambat dalam merespon sebuah sentimen negatif, maka anda akan terjebak dalam kereta yang menuju ke jurang. Yup, dalam trading, timing sangatlah penting dalam membeli ataupun menjual, karena itu bisa membuat portofolio anda menjadi menghijau, atau memerah dalam sekejap. Jadi Hati-hati.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan di artikel ini. Diluar kelima tips yang dibahas diatas, tentunya masih banyak tips-tips lainnya yang juga bisa membantu menaikkan profit anda. Anda juga mungkin bisa menambahkan tips trading versi anda sendiri.

Lantas sampai kapan IHSG akan terus bergerak seperti ini? Beberapa waktu lalu, ada pertanyaan dari seorang rekan, ‘Kira-kira kapan krisis Eropa dan Yunani akan berakhir?’, dan saya jawab, ‘Mungkin tahun 2013.’ Yup, seperti yang sudah-sudah, pemulihan krisis membutuhkan waktu. Tentang bagaimana kira-kira pergerakan IHSG di tahun 2012 nanti, itu membutuhkan analisis yang lebih lanjut. Tetapi kemungkinan pada tahun 2012 IHSG masih belum akan tumbuh signifikan, sehingga sekali lagi, strategi trading kemungkinan akan lebih efektif untuk memperoleh gain, dibanding investasi jangka panjang.

Kalau anda tidak terbiasa trading, maka jangan khawatir karena ada juga kok saham-saham yang tetap mampu menguat banyak secara konstan dalam setahun terakhir ini, terutama saham-saham second dan third liner (kalau saham-saham bluechip cenderung bergerak mengikuti IHSG). Dan di tahun 2012 nanti, akan selalu ada saja saham-saham yang bagus buat koleksi long term. Kita akan membahasnya di lain waktu.