Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Rabu, 14 Agustus 2013

IHSG 14 AGUSTUS 2013


  • Asing net sell sebesar 450 milyards rupiah, ini fenomena kurang bagus, namun IHSG ditutup naik sebesar 1.19%, sehingga chart IHSG menjadi bagus kembali, karena berhasil Close diatas MA200, MA20, MA5.
  • Hari ini yang menarik diperhatikan adalah harga CPO yang melonjak naik 2.41%, sehingga harga CPO yang kemarin naik namun turun kembali, hari ini masih berpeluang rebound kembali, namun bagi trader, saham sektor ini tetap lebih enak untuk trading dibandingkan buy and hold.
  • Sektor property kemarin naik kencang dipimpin oleh saham CTRA, ASRI, BSDE, sedangkan sektor konsumer menempati urutan ke-2, dipimpin oleh saham UNVR, ROTI, GGRM, INDF.
  • Satu-satunya sektor yang merah adalah agri, namun sektor itu turun dari beberapa saham yang kurang liquid, seperti SMAR, BISI, UNSP, sedangkan saham agri yang naik adalah TBLA, BWPT, SIMP, LSIP.
  • Dari sektor Infrastuktur, saham TBIG kembali membuat all time new high dari tertinggi sebelumnya 6250, kemarin berhasil mencapai 6450.
  • Saham-saham yang asing banyak melakukan net sell adalah saham BBRI, ASII, BMRI, SMGR, PGAS, TLKM, SMRA, WIKA, LSIP, ADRO, LPKR, sedangkan asing banyak net buy pada saham ASRI, MEDC, AKRA, MNCN, ITMG, BBCA.
  • Dari lihat asing membli dan menjual saham, nampak property masih menjadi pilihan asing, namun mereka selectif buy terhadap saham property tertentu, seperti misalnya mereka melepas SMRA, namun membeli ASRI.
  • So tidak banyak bercerita lebih lanjut, selain hari ini EIDO + 0.31% dan Dow naik 0.20%, sehingga IHSG masih bisa bermain di zona positif kembali, sedangkan jika ingin melihat arah market sesungguhnya adalah Senin depan tanggal 19 Agt, atau setidak-tidaknya pasca pengumuman BI-rate pada tnaggal 15 Agt 2013.




OUTLOOK US & GLOBAL 14 AGUSTUS 2013


  • U.S. Treasury debt yields mendekati level tertinggi dua tahun dan dolar secara garis besar menguat pada hari Selasa setelah U.S. consumer spending menguat cukup cepat dalam tujuh bulan terakhir.
  • Ekuitas pasar dunia menguat. Saham AS rebound setelah pejabat Fed mengatakan akan gambaran perekonomian dimana cukup banyak perubahan untuk bank sentral AS guna memutuskan strategi terbaik keluar dari stimulus besar‐besaran. Saham Eropa mencapai level tertinggi 2‐1/2‐month setelah data menunjukkan meningkatnya prospek ekonomi di wilayah euro.
  • Treasury AS untuk periode 1‐ tahun turun 27/32, dengan yield 2,7172 persen. Kenaikan yield obligasi memberikan dampak negative terhadap dividen saham seperti utilitas, sementara saham homebuilding juga underperformed karena tingkat suku bunga cukup tinggi membuat hipotek kurang terjangkau.
  • Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan data terakhir tidak menyajikan gambaran yang jelas tentang keadaan perekonomian, bahkan saat ia tidak menutup kemungkinan akan terjadi semacam penurunan kecepatan dalam hal pembelian obligasi bulanan sebesar 85 milyar dollar.
  • Penjualan ritel AS di luar industry mobil, bensin dan bahan bangunan naik 0,5 persen pada bulan lalu, kenaikan terbesar sejak bulan Desember. Penjualan ritel secara keseluruhan naik 0,2 persen selama satu bulan, tepat di bawah ekspektasi analis.
  • Rilis data AS yang cukup kuat akan mendorong Federal Reserve untuk memangkas pembelian obligasi, mungkin pada awal bulan September. Langkah tersebut akan meningkatkan imbal hasil obligasi AS dan meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar.
  • "People were placing a higher probability of tapering in September," ucap Jason Brady, head of fixed income di Thornburg Investment Management, Santa Fe ‐ New Mexico, bahwa investor pada pasar obligasi melakukan aksi jual.
  • MSCI's all‐country world index <.MIWD00000PUS>, yang terdiri dari 45 saham‐saham terbaik dunia, menguat 0,3 persen.
  • Indeks Dow Jones industrial average <. DJI> menguat 31.33 poin, atau sebesar 0,20 persen, ditutup pada level 15,451.01. The Standard & Poor 500 Index <. SPX> menguat 4,69 poin, atau
    sebesar 0,28 persen, ditutup pada level 1,694.16. Nasdaq Composite Index <. IXIC> menguat 14,49 poin, atau sebesar 0,39 persen, ke level 3,684.44.
  • ZEW survei sentimen ekonomi Jerman melonjak dan terdapat kaitannya dengan kenaikan output industri zona euro dan level pertumbuhan tercepat UK house prices dalam tujuh tahun,
    memperkuat rasa baru optimisme di wilayah tersebut.
  • "It is not only Germany that is moving in the right direction," ucap Deutsche Bank economist Mark Wall.
  • "There is a general improvement taking place in Europe and in the context of this being a debt crisis, one shouldn't underestimate the importance of getting back to a position of growth... The
    $64,000 question is whether this is sustainable."
  • Indeks dolar, yang dibandingkan dengan enak mata uang lainnya, naik sebesar 0,5 persen menjadi 81,744.
  • EURUSD turun 0,3 persen menjadi $ 1,3265, sementara dolar menguat 1,3 persen menjadi 98,16 ¥ <JPY=>.
  • Di Asia, bursa saham Jepang <N225.> Melonjak 2,6 persen dan yen jatuh setelah rilis sebuah laporan media bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe sedang mempertimbangkan pemotongan pajak
    perusahaan untuk melawan dampak negatif dari rencana peningkatan salex tax.
  • Brent crude oil menguat menuju level 110 dollar/barel setelah ekspor minyak dari Libya jatuh ke level terendah dalam dua tahun, menambah kekhawatiran pasokan minyak menjelang
    pemotongan jumlah output dari sesama anggota OPEC Irak.
  • Brent crude oil futures untuk periode September <LCOc1> naik 85 sen untuk menetap di $ 109,82 per barel, sementara US light crude <CLc1> minyak naik 72 sen untuk menetap di $ 106,83.
  • Harga spot emas spot turun 1 persen menjadi 1.322 dollar/ounce, mundur dari level tertinggi tiga pekan seiring dollar menguat. Kenaikan baru di Indian pajak impor juga merusak sentimen.
  • India menaikkan pajak impor emas sebesar 10 persen, kenaikan ketiga dalam delapan bulan. Berita itu memicu kekhawatiran tentang permintaan fisik untuk logam.
    (vaf)

Selasa, 06 Agustus 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 6 AGUSTUS 2013


  • Bursa Wall Street mengalami konsolidasi (kembali melemah) dari level rekor tertingginya selama sesi perdagangan yang sepi pada hari Senin, sementara dolar terkoreksi terhadap yen menyusul investor masih belum jelas kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi program stimulus ekonominya.
  • Namun demikian, tanda‐tanda meningkatnya pertumbuhan ekonomi global telah membantu mengangkat dolar dan membatasi koreksi pada ekuitas AS dan Eropa, sementara peningkatan yang lebih baik dari perkiraan untuk data ISM sektor jasa AS telah mendorong yield obligasi mendekati level tertinggi 2 tahun.
  • Indeks S&P 500 tercatat naik dalam 5 sesi selama 6 pekan terakhir, terapresiasi lebih dari 7%. Indeks ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat meskipun terdapat rilis data pekerjaan AS yang mengecewakan. Setelah mencapai kenaikan tersebut, nampaknya indeks akan kesulitan untuk melanjutkan apresiasinya, khususnya dengan musim laporan earnings yang sebagian besar telah usai.
  • "We have had such a strong run, a little bit of retracement could be expected in the markets over the coming weeks," kata Sean Lynch, global investment strategist pada Wells Fargo Private Bank di Omaha, Nebraska.
  • Dow Jones industrial average <.DJI> turun 46,23 poin atau 0,3% ke 15612,13, Sedangkan S&P 500 <.SPX> kehilangan 2,53 poin atau 0,15% ke 1707,14 dan Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 3,364 poin atau 0,09% ke 3692,951.
  • Indeks saham Eropa <.FTEU3> ditutup naik 0,1% dilevel tertinggi 2 bulan, sementara indeks ekuitas global MSCI turun0,1%.
  • Sejumlah investor mencermati rilis data pekerjaan AS yang lebih rendah dari perkiraan sebagai sinyal bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneternya, meskipun data sektor jasa AS yang dirilis semalam mengurangi pandangan seperti itu.
  • Bank sentral saat ini membeli $85milyar obligasi tiap bulannya, sebuah program yang telah berhasi lmengangkat indeks saham AS hampir 20%tahunini.TheFedmenjanjikanakan mengurangi program pembelian asetnya akhir tahun ini jika pemulihan ekonomi terus berkelanjutan seperti yang diharapkan. Turunnya tingkat pengangguran di bulan lalu telah memberikan peluang bagi The Fed untuk segera menghentikan program stimulusnya, sebuah komentar dari Presiden Fed Dallas Richard Fisher.
  • Dolarmelemah0,6%ke98,31yen,danterkoreksi0,1%terhadapsejumlahrivalutamanya.
  • Prospek pemulihan ekonomi global sedikit terangkat menyusul rilis optimis data PMI sektor jasa. Data PMI sektor jasa Cina melanjutkan ekspansinya di bulan Juli, sedangkan di zona euro mencatat ekspansi untuk pertama kalinya dalam 18 bulan, meskipun masih relatif tipis. Namun demikian, masih belum jelas apakah resesi yang melanda kawasan Eropa telah berangsur surut. Sedangkan data PMI sektor jasa Inggris mencatat ekspansi terpesatnya selama lebih dari 6 tahun dan memperkuat indikasi membaiknya pemulihan ekonomi di negara tersebut. Pertumbuhan sektor jasa AS juga terakselerasi, meningkat dari level terendah 3 tahun menyusul new orders menigkat ke level tertinggi dalam 5 bulan.
  • Treasury AS tenor 10 tahun turun 11/32 dengan yield 2,6381 persen, tidak jauh dari posisi teratas 2 tahun.
  • Harga minyak tertekan seiring meningkatnya produksi minyak Libya dan tekanan harga minyak Laut Utara, meskipun rilis optimis data ekonomi telah mengurangi tekanan. Brent crude <LCOc1> turun 25 sen di $108,70 per barel dan U.S. crude <CLc1> turun 38 sen di $106,56.
    (vaf)

Senin, 05 Agustus 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 5 AGUSTUS 2013


  • Rilis yang lebih rendah untuk data pertumbuhan tenaga kerja AS telah menekan yield Treasury dan juga dolar sedangkan bursa saham berbalik menguat di akhir sesi pada hari Jumat menyusul investor berhati‐hati dalam menaksir prospek pertumbuhan ekonomi AS dan rencana pengurangan stimulus The Fed.
  • Jumlah pekerjaan di luar sektor pertanian (non‐farm payrolls) meningkat 162000 di bulan Juli, meskipun tingkat pengangguran turun menjadi 7,4%, level terendahnya selama lebih dari 4 tahun. Hasil ini masih berada di bawah ekspektasi Reuaters untuk pertumbuhan pekerjaan sebanyak 184000.
  • "Nothing in the jobs report says the economy is standing on its own. It was a confusing jobs report and it pushes tapering a little bit deeper into the fourth quarter," kata Ron Florance, wakil kepala investasi pada Wells Fargo Private Bank di Scottsdale, Arizona.
  • Pasar global mengalami pergerakan liar di bulan Mei ketika The Fed mengisyaratkan akan mengurangi program stimulusnya. Rencana The Fed ini berpotensi memicu kembali kepanikan pasar jika pegurangan stimulus tetap dilakukan sebelum ekonomi AS benar‐benar mapan, demikian IMF memperingatkan.
  • Setelah mengalami tekanan di sepanjang sesi New York usai rilis data pekerjaan yang mengecewakan, bursa AS berhasil rebound di akhir sesi setelah investor mempertimbangkan kembali untuk kemungkinan The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter longgar untuk jangka waktu yang lebih lama.
  • Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir naik 30,34 poin atau 0,19% di 15658,36. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 2,80 poin atau 0,16% di 1709,67. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 13,84 poin atau 0,38% di 3689,59.
  • Indeks saham Eropa juga berhasil rebound dari tekanannya dengan FTSEurofirst 300 ditutup naik 0,3%. Sebelumnya indeks sempat menyentuh level tertinggi 2 bulan dipicu naiknya saham asuransi setelah laporan earnings dari AXA dan Allianz. Indeks ekuitas dunia MSCI terakhir ditutup naik 0,5%.
  • Treasury AS tenor 10 tahun, yang sebelumnya berada di zona negatif sebelum rilis data ketenagakerjaan, berhasil naik 28/32, dengan yield turun ke 2,6017 persen.
  • The Fed diprediksi akan menunggu hingga 2015 sebelum menaikkan suku bunga jangka pendek.
  • Obligasi Italia menerjang ketidakpastian politik yang berkembang setelah pengadilan tinggi Italia menguatkan hukuman penjara bagi mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi yang bisa melemparkan koalisi negara itu ke dalam krisis. Yield obligasi Italia terakhir tercatat di 4,269 persen.
  • Dolar melemah terhadap euro dan yen. Dolar terakhir tercatat di 98,83 yen, turun 0,7% dan $1,3282 terhadap euro atau naik 0,6%.
  • "The report takes away more than it offers in the sense that it means that the decision to taper QE3 in September has become that much more difficult for the Federal Reserve. As we learned after this Wednesday's FOMC policy meeting, the Fed isn't exactly excited about where the U.S. economy is right now," kata Christopher Vecchio, analis mata uang pada DailyFX di New York.
  • Harga emas turun sebanyak 1,9% ke $1282,69 per ons sebelum rilis data payrolls, namun kemudian memangkas kerugiannya dan mencatat turun 0,1% di $1308,29.
  • Harga minyak berjangka AS turun 1% ke $106,79 per barel dengan mencatat kenaikan mingguan sebesar 1,9% sedangkan harga minyak Brent mencapai level tertinggi 4 bulan di $110,09 per barel dan mencatat kenaikan mingguan sebesar 1,5% setelah mengalami kerugian dalam 2 pekan menyusul meningkatnya outlook ekonomi AS telah menambah kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak dari Irak, Libya dan Nigeria.
    (vaf)

Jumat, 02 Agustus 2013

IHSG 2 AGUSTUS 2013


  • Hari ini adalah hari Jumat terakhir IHSG buka market, selanjutnya IHSG akan buka kembali hari Senin depan tanggal 12 Agustus 2013, berarti IHSG istirahat total 1 minggu kerja.
  • Berikut ini saya petik berita Inflasi bulan Juli 2013 :BPS : INFLASI JULI NAIK 3,29 PERSEN.
  • IQPlus, (01/08) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Juli 2013 sebesar 3,29 persen karena adanya kenaikan harga komoditas pangan atau secara tahunan 8,61 persen. "Dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), seluruhnya mengalami inflasi," kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Kamis.Budi Suyanto. BPS mengungkapkan seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Ternate yang mencapai 6,04% dan Sorong yang mencapai 5,09%. 
  • Rupanya IHSG tidak terpengaruh oleh kenaikan inflasi yang diatas ekspektasi sebesar 3.29% tsb, karena kenaikan tsb banyak kontribusi oleh harga komoditas makanan, yang mana harga komoditas bisa tertekan setelah lebaran usai, sehingga Inflasi 3.29% ditanggapi oleh EIDO naik 2.45%.
  • Asing juga melakukan net buy pada saham-saham  BBCA, BBRI, ASII, TLKM, SMGR, MNCN, dan melakukan net sell pada saham BDMN, ERAA, BBNI, MAPI.
  • Dengan demikian maka market sudah tidak mengkhawatirkan lagi kepada inflasi, karena sudah price in, sekarang market akan lebih condong merevisi ulang harga saham-saham sehubungan dengan kinerja Q-2 tahun 2013, karena kinerja yang dianggap tidak bagus akan terkoreksi.
  • Saham poultry semuanya terkoreksi dalam dalam 2 hari terakhir ini, baik CPIN, MAIN maupun JPFA, alasannya karena selain membukukan laba yang menurun, karena kekhawatiran harga ayam akan anjlok pasca lebaran, hal mana terlihat dari harga DOC sebesar 4000,- per ekor, dan nilai kurs yang semakin menaik (pakan ternak masih menggunakan bahan import sebesar 60%).
  • Dari sudut penurunan profit berdasarkan prosentasi,  laba MAIN turun terendah sebesar 1.6% YoY, Laba CPIN turun 9% YoY, dan JPFA turun sebesar 16% YoY, namun pada umumnya pendapatannya tidak menurun, berarti permintaan market terhadap pakan ternak masih relatif tinggi, hanya margin turun karena kenaikan harga bahan baku dan kenaikan kurs.
  • Hari ini adalah hari terakhir, segalanya saat ini sudah "price in", tinggal menanti IHSG buka kembali minggu depan, kemana arah market selanjutnya.
  • Saham-saham yang membukukan hasil yang masih bagus, masih sekitar saham-saham kontruksi, hal mana kemarin kembali saham PTPP masih menguat.
  • Pasca keluarnya Inflasi dan Laporan Keuangan Q-2, maka market akan cenderung datar, karena banyak emiten yang mengeluarkan lap keu Q-2 yang tidak istimewa, harapannya tinggal menanti Lap Keu Q-3, apakah Emiten akan memberikan kinerja yang lebih bagus lagi atau tidak, sementara sepanjang Rupiah melemah terhadap USD, itu juga merupakan fenomena yang tidak bagus. 
  • Melihat penutupan Dow pagi ini naik 0.83%, Nasdaq naik 1.36% dan S&P naik 1.25%, dan EIDO naik 2,45%, maka mudah-mudah dalam 1 hari terakhir ini BOSS masih bagi-bagi THR buat hari Lebaran besok. 
  • Akhir kata  " Selamat Merayakan Idul Fitri, 1Syawal 1433 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin ".

OUTLOOK US & GLOBAL 2 AGUSTUS 2013


• Harga saham, dolar dan minyak mentah semuanya mengalami rally tajam pada hari Kamis, denan indeks S&P 500 ditutup di atas 1700 untuk pertama kalinya, menusul bank sentral Eropa dan Inggris mengikuti jejak langkah The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter longgar.
• ECB dan BoE keduanya mengakhiri sidang regulernya dengan mempertahankan suku bunga di rekor terendahnya, sehari setelah The Fed mengatakan ekonomi AS masih butuh dukungan dan menghindari berbagai testimoni yang mengarah pada perubahan kebijakan stimulus.
• Berlimpahnya likuiditas dipicu oleh data yang menunjukkan sektor manufaktur AS meningkat tajam di bulan Juli, mencatat kenaikan tertingginya dalam 2 tahun. Data AS tersebut menambah sentimen positif di pasar setelah data sektor industri zona euro juga meningkat untuk pertama kalinya dalam 2 tahun terakhir, disamping stabilitas yang semakin kuat di sektor pabrikan Cina dan meningkatnya produksi di Inggris.
 "Bottom line, it's still free money everywhere ‐ whether it is in the U.S., the Bank of England, the ECB ‐ they are all saying the same thing and everyone is kind of loving it," kata Joe Saluzzi, co‐ manager of trading pada Themis Trading di Chatham, New Jersey.
 Dow Jones industrial average <.DJI> naik 128,48 poin atau 0,83% di 15628,02. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 21,14 poin atau 1,25% di 1706,87. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 49,37 poin atau 1,36% di 3675,74.
• Sinyal positif pada indikator ekonomi telah mendorong minat pada aset beresiko, mengangkat indeks ekuitas global MSCI untuk naik 1% dan mendorong harga minyak AS naik 2,5% ke $107,70 per barel.
• Laporan positif data ekonomi tersebut juga sekaligus meningkatkan optimisme bahwa data non‐farm payrolls AS nanti malam akan menunjukkan peningkatan yang solid di sektor tenaga kerja.
• Jika data dirilis optimis, maka membuka peluang yang lebih besar bagi The Fed untuk mengurangi program stimulusnya di bulan September, sebuah langkah yang berpotensi menekan ekuitas dan komoditas, meskipun hal tersebut akan mengangkat dolar.
 "(Friday's) jobs number and unemployment remains to be seen. Any surprise could lead to a possible change in sentiment," kata Stephen J. Carl, kepala trader ekuitas pada The Williams Capital Group.
• Indeks dolar pada perdagangan hari Kamis kemarin berhasil menguat 1,1% ke 82,341. Meskipun masih tidak jauh dari level terendah 6 pekan yang dicapai pada hari rabu, namun penguatan dolar kemarin sebagai indikasi meningkatnya optimisme investor terhadap membaiknya ekonomi AS.
• Jumlah pekerjaan diluar sektor pertanian AS diprediksi meningkat 184000 di bulan Juli, berdasarkan jajak pendapat Reuters.
• Dolar melonjak 0,7% ke $1,3207, turun dari posisi tertinggi hari rabu di $1,3344. Dolar naik 1,6% terhadap yen.
• Rilis optimis data manufaktur Cina, digabung dengan laporan positif earnings sejumlah korporasi dan langkah yang dilakukan bank‐bank sentral, telah mendorong naiknya bursa saham Eropa sebesar 1,1%.
• Data manufaktur Cina telah mengurangi kekhawatiran terhadap memburuknya kondisi ekonomi, sementara indeks Nikkei melonjak 2,5% dan mencatat kenaikan harian terbesarnya dalam 3 pekan.
• Harga obligasi pemerintah AS melanjutkan koreksinya setelah muncil laporan indeks ISM. Treasury AS tenor 10 tahun turun 31/32 dengan yield 2,7041 persen. Sementara Bund futures Jerman merosot 0,1% ke 142,26.
• Harga emas turun 0,9% ke $1322,49 per ons usai data AS mendorong menguatnya dolar.
(vaf)

Kamis, 01 Agustus 2013

IHSG 1 AGUSTUS 2013


  • Awal bulan Agustus 2013 ini adalah yang paling kita nantikan, karena sebentar lagi kita akan menerima laporan data inflasi yang akan dikeluarkan oleh BPS, ini sangat menentukan kepada sektor financial & banking, namun tidak begitu pengaruh terhadap sektor consumers good.
  • Disamping itu dengan munculnya data laporan keuangan Q-2 dari para emiten, terlihat begitu banyak harga saham yang turun seiring dengan kurang baiknya laporan keuangan emiten tsb (Lebih banyak yang jelek daripada yang baik), hal ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi mulai berkurang.
  • Sedianya kenaikan subsidi BBM adalah untuk menambah anggaran belanja untuk Infrastruktur sehingga sektor konstruksi melesat, namun dengan kenaikan harga minyak dunia yang berkepanjangan, nilai subsidi kenaikan BBM bisa tergerus kembali oleh naiknya harga minyak dunia.
  • Saat ini banyak saham yang turun banyak out of lower bolinger band, dibandingkan dengan saham-saham yang up trend atau bahkan yang strong up trend, sehingga strategi trading saat ini hanya bisa dilakukan dengan menperhatikan saham-saham yang tertekan dalam, dan masuk ketika terjadi bottom reversal, sehingga profit 5-20% mudah didapat dalam 1-2 hari saja, setelah itu juga harus cepat jual lagi, jangan buy and hold.
  • Contoh saham yang kemarin bottom reversal adalah saham ERAA, dari level terendah 1580, naik kembali hingga 1800an, ini naik 20%, kalau kita pantau gerakannya, minimal 10% pasti didapat.
  • Sejak bulan Juni 2013 hingga akhir bulan Juli 2013, gerakan IHSG sudah beranomali dengan Dow Jones, sehingga lebih mudah melihat gerakan EIDO dibandingkan gerakan Dow sendiri (Chart Dow vs IHSG terlampir dibawah tips trading ini).
  • Saham MAIN diakhir sesi diguyur hingga level 3125, biasanya guyuran menjelang akhir sesi bisa saja membuat naik harga saham itu pada sesi awal hari ini, namun secara tehnical saham MAIN saat ini menjadi tidak bagus, sebaiknya hati-hati untuk beberapa hari ke depan.
  • Sektor banking kemarin masih berada di zona hijau seperti saham BBCA, BBRI, BMRI, setidaknya dengan sektor banking masih naik, masih ada harapan IHSG untuk naik kembali diatas MA200.
  • Namun semuanya tergantung hari ini data inflasi dan laporan-laporan emiten lainnya yang segera menyusul.
  • Hati-hati bagi trader, saat ini lebih mudah rugi daripada untung, sebaiknya sangat berhati-hati dan disiplin ketika salah jalan, lebih mudah Cut loss 1-2 point dibandingkan bila sudah merugi 10-20%.
  • Saham yang masih chartnya agak bagus tetap saham-saham kontruksi, dan jika IHSG akan diangkat duluan, maka saham finance dan kontruksi yang akan jalan duluan.
  • EIDO ditutup naik +0.66%, jika Inflasi tidak terlalu tinggi, maka memberikan peluang IHSG untuk naik kembali.
IHSG