Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Jumat, 09 Maret 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 9 MARET 2012


• Bursa global menikmati hari terbaik mereka selama lebih dari 2 bulan pada hari Kamis, dan euro rebound menyusul tanda‐tanda akan tercapainya kesepakatan restrukturisasi utang Yunani yang akan menghindarkan negara tersebut dari gagal bayar. Ekspektasi akan rilis optimis data non‐farm payrolls AS nanti malam untuk periode Februari juga turut mendorong minat terhadap minyak dan komoditas lainnya dan memicu aksi jual pada obligasi pemerintah AS dan Jerman.
• Yunani menutup tawaran pertukaran obligasi (bond swap) untuk kreditor swasta pada hari Kamis setelah mencapai ambang batas minimum 75 persen penerimaan untuk mendorong tercapainya kesepakatan, sebuah kemajuan yang semakin mendekatkan Yunani untuk mengamankan 130 milyar euro dana yang dibutuhkan untuk mencegah default atau gagal bayar. Yunani berupaya untuk membujuk 90 persen kreditur untuk mengambil bagian dalam kesepakatan. Seorang pejabat Yunani mengatakan setelah tenggat waktu pukul 3 dini hari tadi, bahwa persetujuan penawaran telah melampaui 85 persen. Yunani mengatakan jika 2/3 kreditur menerima tawaran maka dapat memungkinkan untuk memicu klausul tindakan kolektif dan memaksa pemegang obligasi lain untuk menerima kerugian.
Hasil awal dari tawaran tersebut diharapkan akan diumumkan secara resmi pada pukul 13.00 WIB Jumat pagi ini sebelum dilakukan conference call dengan menteri keuangan zona euro pada sore hari. Namun berdasarkan laporan dari salah satu pejabat senior Yunani mengatakan telah tercapai kesepkatan hampir 95%, sehingga nampaknya Yunani sudah dipastikan akan dapat mengamankan paket bailout senilai 130 milyar euro.
• MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> naik 1.8%, kenaikan harian terbesarnya sejak 3 Januari. Indeks masih tercatat turun 0.8% dalam sepekan setelah mencatat koreksi tertajamnya selama lebih dari 3 bulan pada hari Selasa lalu.
• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 70.61 poin atau 0.55% ke 12,907.94. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 13.28 poin atau 0.98% ke 1,365.91. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 34.73 poin atau 1.18% dan ditutup di 2,970.42.
• Bursa saham Eropa menguat, membalik separuh kerugian sebelumnya di pekan ini. Saham perbankan, pemegang utama obligasi Yunani, menjadi top gainers, dengan Deutsche Bank <DBKGn.DE> naik 4.4%, Societe Generale <SOGN.PA> naik 3.7% dan Credit Agricole <CAGR.PA> naik 3%. Sementara indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup menguat 1.5% di 1,074.79 poin.
• Euro menguat untuk hari kedua terhadap dolar dipicu optimisme tercapainya kesepatan utang Yunani dan mencatat hari terbaiknya terhadap dolar dalam 2 pekan terakhir. Euro terakhir bergerak menguat 0.9% di $1.3269, mendekati level puncaknya di $1.3291. sedangkan indeks dolar turun 0.8% di 79.11 setelah menembus level tertinggi 3 pekan pada hari Rabu. Sementara pelaku pasar menunggu hasil kesepatakan utang Yunani, ECB memangkas proyeksi untuk pertumbuhan ekonomi, dengan mengatakan ekonomi diprediksi mengalami kontraksi 0.5% tahun ini. Meskipun beresiko mengalami resesi, namun Presiden ECB Mario Draghi mengatakan terdapat tanda‐tanda stabilitas pada ekonomi zona euro.
• Minat terhadap aset beresiko meningkat sehari menjelang rilis data non‐farm payrolls AS yang diprediksi meningkat dengan 210.000 di bulan Februari, setelah mencatat kenaikan 243.000 di bulan Januari sebelumnya. Sementara tingkat pengangguran diprediksi stabil di level terendah 3 tahun sebesar 8.3%.
• Harga minyak berjangka Brent London untuk pengiriman April naik $1.32 atau 1.1% di $125.44 per barel setelah diperdagangkan di atas $126 sebelumnya. Sedangkan untuk harga minyak berjangka AS pengiriman April naik 42 sen atau 0.4% di $106.58.
• Emas menguat 1% ke level $1,700.39 per ounce dan harga Treasury AS tenor 10 tahun turun 14/32 di 99‐26/32 dengan yield sebesar 2.02%. Sedangkan German Bund futures for June <FGBLc1> melemah 18 basis poin di 138.38.
(vaf)

Kamis, 08 Maret 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 8 MARET 2012


• Bursa saham AS dan Eropa menguat pada hari Rabu setelah rilis positif data pekerjaan AS, dan euro berhasil rebound setelah menembus level terendah 3 pekan dipicu optimisme bahwa Yunani akan menyelesaikan restrukturisasi utangnya setelah sejumlah bank utama dan dana pensiun menjanjikan dukungannya. Penyelesaian masalah restrukturisasi utang sangat krusial bagi Yunani untuk mengamankan paket bailout senilai 130 milyar euro agar negara terhindar dari gagal bayar. Sejumlah pelaku pasar berharap Yunani dapat menyelesaikan restrukturisasi utang sebelum tenggat waktu hari Kamis. Harapan tersebut telah memunculkan kembali minat pada saham, minyak dan emas dan mengurangi permintaan pada obligasi pemerintah AS dan Jerman.
• Sebuah laporan dari ADP National Employment menunjukkan sektor swasta menaikkan perekrutan tenaga kerja lebih banyak dari yang diperkirakan di bulan Februari, dimana memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS terus berupaya untuk bangkit dari keterpurukan. Laporan tersebut dirilis 2 hari menjelang rilis data non‐farm payrolls pada hari Jumat besok yang akan memperlihatkan perkembangan kondisi pasar tenaga kerja.
• Perkembangan positif penyelesaian restrukturisasi utang Yunani telah membantu mengangkat euro, meskipun masih relatif terbatas. Di sesi sore New York, euro berakhir menguat 0.2% di $1.3148, mendekati level intraday high di $1.3164 – setelah sebelumnya mencatat level terendah 3 pekan di $1.3095. Dolar terkoreksi setelah The Wall Street Journal melaporkan pejabat The Fed tengah mempertimbangkan untuk menjalankan program pembelian obligasi yang baru, sebuah langkah yang akan melemahkan dolar. Menurut Journal, pejabat Fed sedang mempertimbangkan untuk membeli obligasi sekaligus meminjam uang itu yang digunakan untuk membeli obligasi mereka untuk jangka waktu yang singkat dengan tingkat bunga rendah untuk membatasi tekanan inflasi. Indeks dolar terkoreksi dari level tertinggi 3 pekan dan terakhir bergerak melemah 0.2% di 79.72.
• Berita mengenai The Fed tersebut telah mengangkat bursa saham Wall Street, dan mengakhiri koreksinya selama 3 hari terakhir. Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 78.18 poin atau 0.61% di 12,837.33. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir naik 9.27 poin atau 0.69% di 1,352.63. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup naik 25.37 poin atau 0.87% di 2,935.69.
• Saham perbankan, yang pada hari Selasa menderita kerugian yang besar, mencatat kenaikan terkuatnya pada hari Rabu. KBW bank index <.BKX> naik 1.9%. Morgan Stanley <MS.N> naik 3.2% ke $17.88 setelah anjlok 5.3% di sesi sebelumnya. Apple Inc.'s <AAPL.O> naik 0.08% dan ditutup di $530.69.
• Saham perbankan juga turut mendongkrak bursa Eropa. FTSE Eurofirst Index <.FTEU3> berakhir naik 0.6% di 1,058.45 sehari setelah mencatat koreksi terbesarnya selama hampir 4 bulan. Saham Banco Popolare <BAPO.MI> Italia melejit 7%.
• MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS> bertambah 0.3% ke 324.06, sehari setelah mencatat koreksi harian tertajamnya sejak November. Indeks Nikkei Tokyo <.N225> turun 0.6% ke 9,576.06.
• Di pasar komoditas, harga minyak naik setelah Cina mengatakan akan menaikkan impor energi tahun ini dan data menunjukkan kenaikan yang lebih sedikit untuk stok minyak AS di pekan lalu. Namun kekhawatiran masih menghantui pasar seputar ketegangan masalah nuklir Iran. Harga minyak berjangka Brent untuk pengiriman April di London naik $2.14 atau 1.75% di $124.12 per barel, dan harga minyak mentah berjangka AS di New York naik $1.46 atau 1.4% di $106.16.
• Harga emas naik 0.7% ke $1.684.91 per ounce didukung oleh aksi beli investor di Asia. Obligasi pemerintah AS untuk tenor 10 tahun turun 8/32 hingga 100‐6/32 dengan yield 1.98%. German Bund futures <FGBLc1> naik 12 basis poin di 140.39.
(vaf)

Rabu, 07 Maret 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 7 MARET 2012


• Ekuitas global mencatat koreksi tertajamnya selama lebih dari 3 bulan dan euro tersungkur akibat kekhawatiran baru bahwa pertemuan Kamis untuk batas waktu Yunani melakukan restrukturisasi utang kemungkinan akan ditunda. Kekhawatiran pada kekuatan ekonomi global juga turut menekan pasar.
• Brazil, sebagai ekonomi terbesar Amerika Selatan dan sebagai salah satu emerging markets paling dinamis di dunia, melaporkan pertumbuhan ekonomi yang lemah di tahun 2011, sehingga memunculkan kekhawatiran negara akan tergelincir kedalam era baru dengan kinerja yang biasa‐biasa saja. Hal ini terjadi sehari setelah Cina memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya dan data yang mengindikasikan bahwa Eropa kemungkinan akan kembali mengalami resesi.
• Kekhawatiran bahwa Yunani dan pemegang obligasi kemungkinan batal memenuhi batas akhir Athena untuk menerima dana bailout pada hari Kamis besok kembali berkobar, setelah grup utama pemegang obligasi mengatakan gagal bayar akan menyebabkan kerusakan lebih dari 1 trilyun euro untuk zona euro dan dapat mendorong Italia dan Spanyol bergantung pada bantuan dari luar untuk menghentikan risiko penyebaran. Kekhawatiran soal Yunani telah mendorong naiknya harga obligasi AS dan Jerman. Emas turun lebih dari 2% dipicu menguatnya dolar terhadap euro.
• Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Eropa juga meningkat setelah di bulan‐bulan terakhir 2011 Eropa mengalami tekanan akibat pelemahan pada tingkat belanja konsumen, ekspor dan manufaktur. Perkiraan Uni Eropa bulan lalu bahwa output di zona euro turun 0.3% di periode Oktober‐Desember dari kuartal ketiga sebelumnya.
• MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS> turun 2.1%, penurunan harian terbesarnya sejak November.
• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 203.66 poin atau 1.57% di 12,759.15. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir melemah 20.97 poin atau 1.54% di 1,343.36. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup turun 40.16 poin atau 1.36% di 2,910.32. ketiga indeks ekuitas AS mencatat prosentase penurunan harian terbesarnya dalam tahun ini.
• Saham‐saham perbankan mengalami tekanan jual dengan KBW bank index <.BKX> jatuh 2.7% dan Morgan Stanley <MS.N> turun 5.3% ke $17.32, level terendahnya dalam 7 pekan.
• Saham‐saham komoditas juga melemah seiring kekhawatiran akan menurunnya permintaan untuk minyak dan bahan mentah, khususnya dari Cina dan eksportir besar lainnya, sehingga menekan harga komoditas. Produsen alumunium Alcoa Inc. <AA.N> merosot 4% ke $9.47, level terendahnya sejak 11 Januari.
• FTSEurofirst 300 <.FTEU3> mencatat level penutupan terendah dalam sebulan, berakhir melemah 2.6% di 1,052.11.
• Di pasar uang, euro melemah 0.8% terhadap dolar di $1.3114, level terendahnya dalam 2‐1/2 minggu, sementara dolar indeks naik 0.7% di 79.82, level tertinggi sejak 16 Februari.
• Harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 16/32 menjadi 100‐14/32, dengan yield 1.95%. German Bund futures <FGBLc1> naik 47 basis poin di 140.30 setelah mencatat kontrak tertinggi di 140.48 sebelumnya.
• Harga minyak turun dari level tertinggi baru‐baru ini menyusul berita meningkatnya produksi minyak dari Irak dan Arab Saudi yang mana telah mengurangi kekhawatiran atas berkurangnya pasokan dari Iran, yang mungkin dilakukan sebagai tindakan balasan terhadap sanksi AS. Brent crude oil futures for April delivery <LCOc1> turun $1.82 atau 1.47% di $121.98 per barel. Di New York, April NYMEX crude contract <CLc1> turun $2.02, atau 1.89% di $104.70 per barel.
• Harga emas spot terus memangkas keuntungannya dan mencatat koreksi 1.9% di $1,673.89 per ounce, level terendah selama sekitar 5 pekan.
(vaf)

Selasa, 06 Maret 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 6 MARET 2012


• Pasar ekuitas dunia melemah pada hari Senin setelah data ekonomi menaikkan ekspektasi terjadinya resesi di Eropa dan Cina memberikan sinyal pertumbuhan ekonomi akan melambat, sementara harga minyak jatuh akibat kekhawatiran mengenai terhambatnya suplai yang dipicu masalah nuklir Iran.
• Profit‐taking pada dolar telah mendorong kenaikan euro setelah terkoreksi mendekati level terendah 2 pekan, menjelang masa jatuh tempo untuk Yunani dalam menyelesaikan kesepakatan restrukturisasi utang dengan para kreditor swasta pada hari Kamis, sebagai bagian dari upaya mengamankan paket bailout senilai 130 milyar euro dan upayanya menghindari default.
• Bursa Wall Street mengikuti pelemahan pada bursa Eropa dan Asia, dan barometer untuk performa ekuitas di emerging markets jatuh lebih dari 1.0%.
• Investor mengabaikan data yang menunjukkan ekspansi besar pada sektor jasa AS di bulan Februari pada level terpesatnya dalam setahun. Institute for Supply Management melaporkan indeks sektor jasa naik ke 57.3 dari 56.8 di bulan Januari sebelumnya dan sekaligus emlampaui ekspektasi pasar 56.1.
• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 14.76 poin atau 0.11% di 12,962.81. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 5.30 poin atau 0.39% di 1,364.33. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 25.71 poin atau 0.86% di 2,950.48.
• FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index turun 0.6% di 1,080.54. Basic resources stocks <.SXPP> di Eropa memberikan beban terberat bagi indeks setelah terkoreksi 3.5% setelah Cina, sebagai konsumen bahan mentah terbesar dunia, memangkas target pertumbuhan tahunannya ke level terendah 8 tahun.
• Demikian juga di bursa New York, saham‐saham material memberi tekanan terberat bagi indeks. S&P materials sector index <.GSPM> turun 1.6%, dengan produsen alumunium Alcoa Inc <AA.N>, terkoreksi 3.6% menjadi $9.87. Hanya 2 dari 29 komponen indeks yang berhasil naik.
• MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS> turun 0.6% menjadi 329.76. Emerging market index <.MSCIEF> turun 1.4% menjadi 1,065.03.
• Revisi turun untuk data PMI sektor jasa Eropa telah menghapus pengaruh positif pekan lalu mengenai suntikan dana murah tenor 3 tahun dari ECB kepada sektor perbankan. Namun euro berhasil rebound akibat profit‐taking investor pada dolar. Euro menguat tipis, naik sekitar 0.2% ke $1.3218, setelah
awalnya jatuh mendekati level terendah 2 pekan di sekitar $1.3172.
• Harga minyak Brent rebound setelah terkoreksi dari level tertinggi, dan diperdagangkan di bawah $124 per barel ditengah prospek menurunnya permintaan global setelah Cina memangkas target pertumbuhan dan Irak mengatakan telah menaikkan produksi minyak ke level tertinggi 30 tahun. Potensi gangguan pasokan akibat ketegangan Iran dengan Barat atas ambisi nuklir Teheran terus meningkatkan harga minyak saat Presiden AS Barack Obama bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington, berharap untuk meyakinkan Israel agar memberikan sanksi terhadap Iran. Brent crude oil futures for April <LCOc1> naik 15 sen di $123.80 per barel. Di New York, April crude <CLc1> naik 2 sen di $106.72 per barel.
• Harga obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 8/32 dengan yield 2.01%. Sedangkan harga emas spot turun $6.83 ke $1,705.00 per ounce. U.S. gold futures <GCJ2> untuk pengiriman April turun $5.90 per ounce di $1,703.90.
(vaf)

Senin, 05 Maret 2012

IHSG OUTLOOK 5 MARET 2012


- Jumat kemarin IHSG berada full time di zona positif dan berhasil tutup di area resist dan psikologis pada level 4004, dimana asing membukukan net buy sebesar 584 milyard rupiah, sehingga hari ini bila IHSG melanjutkan kenaikannya harus mencapai level 4041 terlebih dahulu, setelah itu apakah IHSG akan melanjutkan naik ke level 4175 dan 4250, ataukah koreksi kembali menuju level 3800, untuk lebih detail perhatikan chart IHSG dibawah.
- Tentu saja untuk melanjutkan kenaikan ke level diatas 4040 diperlukan beberapa saham unggulan, seperti ASII, UNTR, GGRM, BMRI, BBCA, BBRI, INDF, dlsb, kemarin tampak saham TLKM mulai diangkat diatas level 7000an kembali.
- Saham banking sekelas BBRI masih dalam tekanan jual, sedangkan saham BMRI mulai dicoba untuk diangkat menjelang akhir sesi, nampak Bandar memulai dengan saham BBCA terlebih dahulu.
- Saham ASII masih dalam tekanan jual, sebelum mampu bermain diatas level 72.000 saham ASII belum berada dalam posisi yang aman.
- Saham UNTR telah rally selama 4 hari berturut-turut, sehingga hari ini menguji level resist pada harga 30.200, mampukah UNTR break all time new high tembus diatas 30.200? sebaiknya lakukan profit taking dulu bila tidak berhasil tembus harga 302.00.
- Demikian juga saham GGRM telah mulai keliahtan berat untuk naik, terutama telah naik hampir 15% sejak 4 hari yang lalu, sehingga stochastic memasuki area over sold, kemungkinan untuk turun terlebih dahulu sambil tutup gap ke level 53.250-53.700 adalah hal yang wajar.
- Saham BBCA kemarin tampil cemerlang, memperlihatkan keunggulan dibandingkan saham BBRI dan BMRI, hari ini akan menguji level 7850-7950 dengan target level 8000.
- BMRI masih tersedia ruang untuk naik hingga level 6600-6750, Stochastic nampak memasuki area jenuh beli, namun koreksi tidak lebih rendah dibawah level 6350 menandakan saham ini masih dalam kondisi aman-aman saja.
- TLKM : Saham ini terlihat mulai bullish ketika awal bulan Pebuari 2012 yang lalu, saat ini nampak mencoba untuk bermain diatas level 7000an kembali, turun dibawah 7000 kembali akan bearish, resist berada pada level 7200, tembus level 7200, membuka wacana TLKM untuk mencapai long term bullish kembali.
- Dari beberapa ulasan saham-saham besar tsb, maka mari kita perhatikan beberapa saham unggulan tsb untuk membaca arah IHSG lebih lanjut dalam sepekan kedepan, karena saat ini IHSG benar-benar diuji ketahanannya pada level diatas 4000.

IHSG

OUTLOOK US & GLOBAL 5 MARET 2012


• Euro terkoreksi terhadap dolar pada hari Jumat setelah Spanyol merevisi target defisit 2012 ke tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, dan harga minyak juga melemah setelah mencatat level tertinggi 3,5 tahun menyusul meredanya kekhawatiran soal hambatan pada pasokan minyak dari Arab Saudi. Bursa AS melemah, meskipun S&P 500 dan Nasdaq masih berada dalam areal tertinggi 8 pekan. Penguatan dolar telah menekan emas, yang menghadapi kinerja mingguan terburuk dalam 2 bulan.
• Euro mencatat kinerja mingguan terburuk terhadap dolar sejak medio Desember setelah Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengumumkan bahwa target Spanyol untuk defisit terhadap produk domestik bruto 2012 akan mencapai 5,8 persen, terhadap target sebelumnya sebesar 4,4 persen yang disepakati sebelumnya dengan Uni Eropa. Euro terakhir bergerak di sekitar $1.3201, turun 0.9% dan menderita kerugian mingguan hampir 2%. Terhadap yen, dolar naik ke level tertinggi 9 bulan setelah data Jepang periode Januari menunjukkan inflasi inti turun untuk keempat kalinya berturut‐turut. Data tersebut mengisyaratkan bahwa BOJ akan fokus pada kebijakan moneter longgar yang mana akan menekan yen. Yen terakhir tercatat turun 0.7% di 81.63 terhadap dolar.
• Di pasar komoditas, Brent crude futures terkoreksi setelah menguat di atas $128 per barel, level tertingginya sejak Juli 2008 yang terkait berita terjadinya kebakaran pipa minyak di Arab Saudi. Harga minyak kemudian kembali turun setelah CNBC mengutip pernyataan pejabat minyak Arab bahwa laporan berita tersebut tidaklah benar. London's Brent crude <LCOc1> turun hampir 2% di $123.97 per barel. U.S. crude <CLc1> juga turun hampir 2% ke $106.86. Harga minyak sedang disorot oleh pasar, karena jika terjadi kenaikan tajam, maka akan memangkas consumer spending dan menghambat proses pemulihan ekonomi.
• Dow Jones industrial average <.DJI> turun 2.73 poin atau 0.02% ke 12,977.57. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 4.46 poin atau 0.32% ke 1,369.63. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 12.78 poin atau 0.43% dan ditutup di 2,976.19. Dalam sepekan, Dow telah terkoreksi 0.05%, sementara S&P 500 naik 0.3% dan Nasdaq bertambah 0.4%. DI hari Selasa lalu, Dow ditutup di atas 13000 untuk pertama kalinya sejak Mei 2008, meskipun saat ini terus berupaya untuk kembali bertengger di atas level tersebut.
• Bursa Eropa ditutup relatif flat meskipun efek dari injeksi dana murah oleh ECB telah mendongkrak saham perbankan dan diprediksi akan berlanjut di pekan ini. STOXX Europe 600 banking sector index <.SX7P> naik 0.6%. FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index ditutup naik 0.03% di 1,087.08 poin, sehari setelah mencatat naik 1.1%. Ekuitas global yang terangkum dalam MSCI's world equity index <.MIWD00000PUS>, turun 0.4%. Harga Treasury AS naik setelah terkoreksi dalam 3 sesi terakhir. Treasury tenor 10 tahun naik 14/32 dengan yield sebesar 1.9808%.
• Emas berhasil memangkas kerugiannya namun masih gagal rebound untuk kedua kalinya pasca mengalami koreksi tajam pada hari Rabu. Harga emas spot turun 0.1% dibanding penurunan 0.6% di awal sesi. Dalam sepekan, logam mulia mencatat penurunan 3.5%, yang utamanya disebabkan oleh koreksi tajam hingga 5% di hari Rabu, yang merupakan koreski harian tertajamnya selama lebih dari 3 tahun.
• Bank‐bank sentral di Eropa, Inggris dan Asia kemungkinan akan memberikan sinyal untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendah pada minggu ini setelah melepaskan gelombang likuiditas untuk mencegah penurunan tajam ekonomi global, sehingga mendorong investor untuk mencari nilai dalam saham dan komoditas. Data payrolls AS pada akhir pekan ini dan data factoy output dari seluruh zona euro, Inggris dan China akan menunjukkan seberapa besar keberhasilan yang telah dicapai bank sentral dalam upaya memulihkan kinerja ekonominya.
(vaf)

Jumat, 02 Maret 2012

IHSG OUTLOOK 2 MARET 2012

- Data inflasi bulan Pebuari teelah terbit sbb :
Indonesia Feb CPI +0.05% On Month; +0.27% Expected; +3.56% on Year, +3.80% Expected

- Keluarnya data inflasi tsb ditanggapi dingin oleh market, karena market kemarin betul-betul sepi tidak seperti satu hari sebelumnya dimana asing melakukan net buy hingga 1,7 trilyun, kemarin asing malah net sell sebesar 17 milyard, walaupun tidak agresif penjualannya.

- Hari ini market cenderung wait and see dulu deh, jadi sejarah terulang kembali, IHSG ketika hendak mencapai level 4000 mundur kembali.