Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Rabu, 15 Mei 2013

IHSG OUTLOOK & TABEL ENTRY 15 MEI 2013


  • IHSG kemarin sepanjang hari penuh dengan tekanan, namun menjelang pertengahan sesi ke-2, IHSG kembali menjadi rebound.
  • Penutupan IHSG di level 5081 membuka peluang untuk menguji level tertingginya kembali yaitu menguji level 5115, sanggupkah IHSG menembus level 5115 kembali?
  • Kemungkinan itu terbuka lebar, sepanjang asing tidak agresif melakukan net sell yang besar, dan regional kondusif.
  • Tiga sektor yang berada di zona merah yaitu sektor agri, infrastruktur dan mining, sedangkan sisanya 7 sektor berada di zona hijau.
  • Kemarin sepanjang hari saham MAPI dan LPCK menjadi bintang lapangan, sedangkan saham blue chips seperti BBRI mendadak naik menjalng pertengahan sesi ke-2.
  • Saham Lippo group benar-benar sedang menjulang panen duit, selain mendapat penjualan dari saham LPPF, saham lainnya juga bergerak naik tertutama saham LPCK dan LPKR.
  • Saham-saham pilihan masih tetap sekitar saham property, consumer, dan banking.
IHSG



LPKR



MAIN



SSIA






Tabel entry, stop dan target harga :


Warna Hijau : adalah saham-saham yang break out (Buat trader Buy High Sell Higher).

Warna biru : adalah saham-saham yang bullish dan berpeluang untuk break out.

Warna putih : adalah saham-saham yang masih bearish namun berpotensi naik.

Trade Signal : Ini sinyal2 yang dihasilkan pada saat explorasi.

Strenght : Berhubungan dengan kondisi trend. Semakin besar posisinya artinya semakin bullish. (Max 100 minimal -100), Penulis kadang tidak menimbulkan kolom strenght, bila saham pilihannya terlalu banyak, karena Penulis sudah pilihkan dengan saham yang berwarna hijau, biru dan putih.

VChg : adalah perubahan volume terhadap hari sebelumnya, semakin besar perubahan volume'nya, berarti semakin bagus.

Chg : adalah perubahan harga close terhadap harga close sebelumnya.

W/B : White and Black. Ini menghitung body candle. Bila -4 artinya 4 hari berturut-turut candlenya hitam (Close > Open).


OUTLOOK US & GLOBAL 15 MEI 2013


• Bursa Wall Street melonjak ke rekor tertinggi pada hari Selasa menyusul harapan berlanjutnya pertumbuhan ekonomi AS akan mendorong kenaikan ekuitas, sementara penguatan dolar terus menekan harga minyak dan emas. Ekuitas AS telah naik dalam 3 pekan terakhir dengan indeks Standard & Poor's 500 mencatat kenaikan 16% sepanjang tahun ini, terutama karena berlimpahnya dana yang digelontorkan oleh The Fed dan juga bank‐bank sentral lainnya yang ditujukan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi mereka.
• Berkurangnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi telah mendorong investor untuk mulai memburu saham dan aset berimbal hasil lebih tinggi dan mengurangi kepemilikan mereka pada aset‐aset aman resiko seperti obligasi AS dan Jerman. Kenaikan suku bunga global diminimalisir dengan laporan yang lebih lemah dari perkiraan pada sentimen investor Jerman karena pandangan buruk pada perekonomian kawsan tersebut. Meskipun kekhawatiran terhadap ekonomi global mereda berkat laporan data ketenagakerjaan AS yang optimis di bulan April, namun prospek pertumbuhan ekonomi global masih terlihat suram.
 Mohamed El‐Erian, chief executive of PIMCO, yang mengelola reksa dana obligasi terbesar di dunia, mengatakan dalam 3‐5 tahun kedepan prospek pertumbuhan ekonomi AS tidak lebih dari 2%, sementara ekonomi Cina akan tumbuh di kisaran 6% hingga 7,5%.
• Pandangan yang lemah pada ekonomi global, ditambah dengan meningkatnya produksi minyak di Amerika Utara, telah mendorong International Energy Agency (IEA) untuk memproyeksikan kondisi energi yang “lebih aman” dalam 5 tahun kedepan.
 Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 123,57 poin atau 0,82% di 15215,25. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir naik 16,57 poin atau 1,01% di 1650,34. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup naik 23,82 poin atau 0,69% di 3462,61.
• Indeks utama saham‐saham Eropa dalam FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup naik 0,45% di 1236,62, menghapus kerugian awal sesi yang disebabkan rilis buruk data indeks ZEW Jerman. Indeks saham Eropa dilaporkan naik untuk 4 sesi berturut‐turut hingga mencatat level tertinggi 5 tahun yang dicapai hari Jumat lalu.
• Ekuitas AS dan Eropa mengangkat MSCI global index <.MIWD00000PUS> ke 375,72, naik 0,4%.
• Seiring dengan indeks Dow dan S&P 500 mencatat rekor tertinggi, indeks dolar menguat ke level tertinggi lebih dari 9 bulan. Indeks dolar naik 0,37% di 83,89 setelah mencatat 83,60, level tertinggi sejak 26 Juli tahun lalu. Dolar menembus level tertinggi 4‐1/2 tahun terhadap yen dan terakhiri bergerak di sekitar 102,28 yen, naik 0,45%. Sepanjang bulan Mei ini, dolar telah naik 10,5% terhadap mata uang Jepang tersebut. Dolar berpotensi melanjutkan apresiasinya terhadap yen berkat naiknya yield obligasi AS.
• Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi 7 pekan dengan yield terakhir sebesar 1,966 persen, naik 5 basis poin, sementara German Bund futures <FGBLc1> turun 56 basis poin atau 0,4% di 144,33, level terendahnya dalam 7 pekan. Yield obligasi pemerintah AS dan Jerman meningkat setelah program stimulus BOJ senilai $1,4 trilyun, menyusul investor memangkas kepemilikan aset‐aset aman resiko mereka.
• Penguatan dolar telah menekan harga minyak dan juga emas. Harga minyak berjangka Brent turun 22 sen atau 0,21% di $102,60 per barel, sementara harga minyak mentah berjangka AS turun 96 sen atau 1,01% di $94,21. Sedangkan harga emas terakhir tercatat melemah 0,30% di $1425,76 per ons. 

Selasa, 14 Mei 2013

IHSG OUTLOOK & TABEL ENTRY 14 MEI 2013


  •  IHSG akhirnya terkoreksi juga oleh aksi profit taking dari pihak asing dan pihak lokal, sehingga penurunan cukup dalam juga sebesar -1%, bahkan sempat turun diatas 1%,.
  • Seperti yang berulang kali, setiap break new high, selalu kemudian terjadi asing net sell dana beberapa hari, artinya naik 2-3 hari, namun setelah itu koreksi 4-5 hari disertai oleh asing net sell cukup agresif, so fenomena ini bisa menjadi ancaman dan bisa jadi peluang dari sisi mana kita bisa aman dan dan sisi mana bisa jadi ancaman.
  •  IHSG masih berpeluang turun hingga level 5015-4993, apabila penurunan hingga level 4921, maka akan membuat IHSG menjadi berubah arah dari up trend menjadi konsolidasi atas down trend.
  • Seperti biasa asing melakukan net selll pada saham-saham blue chips seperti ASII, BMRI, INDF, BBNI, BBTN, BBRI, SMCB, CPIN, sedangkan asing melakukan net buy pada saham PGAS, UNTR, MAPI, UNVR, SCMA, LPPF, MSKY, namun valuenya tidak sebesar asing net sell.
  • Cukup banyak juga saham-saham yang break down support seperti saham BBRI, BMRI, ASII, SSIA, ASII, dlsb, namun beberapa saham juga ada yang break up resist seperti LPCK, BMTR, MNCN, MAPI, dlsb.
  • trading saat ini jauh lebih menguntungkan dan memperkecil resiko daripada buy and hold, karena IHSG berada diposisi tinggi, semakin tinggi IHSG, maka akan semakain terjadi volatile market yang besar.
  • Untuk saham-saham yang bagus pertimbangan kembali membeli pada saat penurunan mencapai fibo 50%, atau bahkan menjadi 100%.
  • Kebijakan pemerintah untuk menaikan subsidi BBM konon akan jadi dinaikan pada awal Juni 2013. Dampak terhadap saham-saham ASII dan yang terkenan faktor inflasi tinggi, seperti banking dan property. namun baik untuk saham-saham konstruksi dan consumer.
  • IHSG saat ini tidak begitu terpengaruh oleh Dow, Eropa dan Asia, karena IHSG mempunyai kenaikan yang sudah tinggi, sehingga kejadian luar negeri sudah price in, kondisi jenuh beli yang menyebabkan IHSG turun, dan biasanya ini bisa terjadi beberapa hari.
  • Kemarin semua sektor terkoreksi, kecuali sektor AGRI, sedangkan saham property yang naik signifikant hanya pada saham SMRA, LPCK, CTRP, CTRS, CTRA, khusus untuk saham Ciputra group, yang naik tinggi dan yang lap keu bagus adalah saham CTRP, so jangan disamakan semua dengan CTRA dan CTRS, sekalipun saham-saham tsb dalam 1 group ciputra.
  • Sedangkan saham Bimantara group yang masih tetap berjaya adalah saham MNCN yang selalu menjadi saham pilihan dan unggulan penulis.
  • Bagaimana dengan saham Bakrie, sementara tidak ada tanda-tanda tuh, semuanya diam saja, semuanya tergantung kepada Fundamentalnya perusahaan itu, saham Bakrie yang membukukan pertumbuhan laba hanya saham VIVA dan ENRG. 
IHSG



MAPI



MDLN



LPCK






Tabel entry, stop dan target harga :


Warna Hijau : adalah saham-saham yang break out (Buat trader Buy High Sell Higher).

Warna biru : adalah saham-saham yang bullish dan berpeluang untuk break out.

Warna putih : adalah saham-saham yang masih bearish namun berpotensi naik.

Trade Signal : Ini sinyal2 yang dihasilkan pada saat explorasi.

Strenght : Berhubungan dengan kondisi trend. Semakin besar posisinya artinya semakin bullish. (Max 100 minimal -100), Penulis kadang tidak menimbulkan kolom strenght, bila saham pilihannya terlalu banyak, karena Penulis sudah pilihkan dengan saham yang berwarna hijau, biru dan putih.

VChg : adalah perubahan volume terhadap hari sebelumnya, semakin besar perubahan volume'nya, berarti semakin bagus.

Chg : adalah perubahan harga close terhadap harga close sebelumnya.

W/B : White and Black. Ini menghitung body candle. Bila -4 artinya 4 hari berturut-turut candlenya hitam (Close > Open).



OUTLOOK US & GLOBAL 14 MEI 2013


• Dolar menguat terhadap yen Jepang dan juga sejumlah rival utamanya pada hari Senin setelah G7 mendukung upaya Jepang untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui pembelian aset, sementara harga minyak dan emas jatuh disebabkan penguatan dolar.
• Kenaikan yang mengejutkan pada data retail sales AS di bulan April memperkuat pandangan membaiknya perekonomian AS. Optimisme terhadap data‐data ekonomi AS telah mendorong penguata dolar belakangan ini, dan menyebabkan Goldman Sachs dan JPMorgan meng‐upgrade ekspektasi mereka untuk PDB‐Q2 AS.
• Di Wall Street, indeks S&P 500 hampir menebus seluruh kerugian yang dibuat di awal sesi akibat profit‐taking pasca rebound tajamnya akhir pekan kemarin, sementara melemahnya saham sektor perbankan telah menekan indeks saham Eropa.
 "The value of the dollar has weighed on the prices of all commodities, especially the more sensitive ones such as oil and gold," kata Harry Tchilinguirian, head of commodity market strategy pada BNP Paribas.
• Menguatnya dolar membuat komoditas berdenominasi dolar seperti minyak menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang diluar dolar.
• Meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi AS pasca rilis data retail sales telah memicu turunnya harga Treasury. Selama lebih dari sepekan terakhir, yield dari Treasury AS tenor 10 tahun telah naik 0,30% dari level terendahnya tahun ini menyusul rilis lebih baik untuk data pekerjaan periode April dan menguatnya dolar atas yen.
• Dolar, yang telah naik 5% terhadap sejumlah rival utamanya sejak Februari, dan naik 2 kali lipat terhadap yen, tampaknya tidak mungkin goyah setelah para pejabat G7 yang bertemu selama akhir pekan di Inggris tidak terlalu mengkhawatirkan tentang kemerosotan mata uang Jepang. Indeks dolar terakhir tercatat naik 0,17% di 83,278.
• Dolar menembus level tertinggi 4‐1/2 tahun di 102,14 yen di sesi Asia, namun kemudian ditutup relatif stabil di sekitar 101,84 yen setelah rilis data retail sales AS. Euro naik 0,08% terhadap dolar di $1,2969 setelah menembus level terendah 5 pekan terhadap dolar di pekan lalu.
• Harga minyak Brent ditutup melemah $1,09 atau 1,05% di $102,82 per bael, menyusul berlimpahnya suplai dan menguatnya dolar. Sedangkan harga minyak berjangka AS turun 87 sen atau 0,91% di $95,17 per barel. Data industrial output Cina yang dirilis lebih rendah dari perkiraan juga turut menekan harga minyak. Sedangkan London copper <CMCU3> berhasil naik 0,09% ke $7382 per ton, menyusul data telah menaikkan harapan bahwa pihak otoritas moneter di negara konsumen logam terbesar dunia tersebut mungkin memulai pelonggaran lebih lanjut untuk mendukung permintaan. Industrial output tahunan Cina naik 9,3% di bulan April, naik dari level terendah 7 bulan di 8,9% di bulan Maret meskipun masih sedikit di bawah ekspektasi terjadi ekspansi 9,5%. Sementara itu harga emas jatuh 1,17% ke 1430,61 per ons.
• Dengan indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> ditutup pada level tertingginya pada hari Jumat dan saham Eropa bergerak di sekitar level tertinggi 5 tahun, memicu investor untuk melakukan profit‐taking.
 Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 26,81 poin atau 0,18% di 15091,68. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir naik 0,07 poin atau 0,00% di 1633,77. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup naik 2,21 poin atau 0,06% di 3438,79.
 FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup melemah 0,2% di 1231,05, sementara MSCI global index <.MIWD00000PUS> turun 0,05% di 374,04, hanya beberapa poin di bawah level tertinggi 5 tahun yang dicapai pekan lalu.
• Di pasar obligasi, Treasury AS tenor 10 tahun ditutup melemah 5/32 dengan yield 1,919 persen, sedikit di bawah level yield tertinggi 6 pekan yang dicapai sebelumnya. German Bund futures <FGBLc1> naik 0,1% di 144,82. Italy's three‐year debt costs <IT3YT=RR> jatuh ke level terendahnya sejak Januari.
• Kepala bank sentral Italia, Ignazio Visco, yang juga sebagai Anggota Dewan Kehormatan ECB dalam sebuah wawancara dengan CNBC mengatakan ECB dapat memberlakukan suku bunga deposito negatif untuk membantu mempertahankan ekonomi zona euro dari keterpurukan, memperkuat pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang telah dilontarkan sebelumnya. Tingkat suku bunga deposito negatif berarti bank‐bank harus membayar ECB untuk memegang deposito euro. Langkah seperti itu dapat mendorong uang keluar dari zona euro ke aset berimbal hasil lebih tinggi lainnya dan mendorong bank‐bank untuk meminjamkan uang, bukan menahannya di bank sentral
(vaf)

Senin, 13 Mei 2013

IHSG OUTLOOK & TABEL ENTRY 13 MEI 2013


  • Hari ini kita memasuki pertengahan awal Mei 2013, kekhawatiran terjadi Market crass pada bulan Mei 2013 sepertinya tidak akan menjadi kenyataan, biasanya jika tidak terjadi pada bulan Mei, maka bulan yang dikhawatirkan adalah Agustus, jadi semua itu kan hanya ramalan belaka bercermin kepada kejadian yang lampau.
  • Jumat kemarin IHSG masih rally membentuk all tem new high menembus diatas level 5100, namun terlihat kenaikan IHSG sudah mulai berkurang power'nya, IHSG sudah memasuki area jenuh beli sehingga minggu ini diprediksi akan terjadi profit taking dahulu, namun sepanjang tidak ada koreksi yang dalam, maka koreksi-koreksi masih merupakan koreksi yang sehat.
  • Kalau kita melihat tabel "arah IHSG berikut sektor-sektornya", maka terlihat saat ini ada 3 sektor yang saat ini sedang strong down trend, yaktiu sektor mining, sektor agri, dan kini bertambah lagi sektor aneka Industri, hal ini karena terdapat sumbangsih dari saham ASII yang saat ini masuk katagori down trend.
  • IHSG bisa saja terjadi anomali, jika Pemerintah berlarut-larut untuk tidak menaikan harga BBM, karena dengan tidak naiknya harga BBM, maka infrastruktur tidak akan berjalan, so tetap perhatian kita masih fokus dan memandang, kapan pemerintah akan menaikan harga BBM tsb.
  • Sebaliknya juga jika terjadi kenaikan harga BBM, kemungkinan besar untuk sementara akan berdampak kepada saham ASII, dan kenaikan inflasi dalam 1-2 bulan mendatang, namun itu akan terjadi penyesuaian untuk sementara waktu.
  • Dalam minggu kemarin asing nampak tidak gencar lagi melakukan net selling, namun tidak juga melakukan net buying, artinya asing juga saat ini sedang "wait and see" melihat perkembangan kebijakan pemerintah tentang harga BBM.
  • Harga saham-saham saat ini cukup tinggi, PER IHSG saat ini sudah sekitar 17x, sehingga tidak ada salahnya kalau kita selalu waspada terhadap kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, karena ketika harga saham diturunkan dalam-dalam, pada umumnya banyak trader yang tidak berani untuk Cut Loss, dan disitulah letak kemenangan dari Bandar.
  • Jadi disiplin adalah kata kuncinya, kapan saat masuk dan kapan saat keluar.
IHSG



SMCB



TBIG



TELE



BHIT







Tabel entry, stop dan target harga :


Warna Hijau : adalah saham-saham yang break out (Buat trader Buy High Sell Higher).

Warna biru : adalah saham-saham yang bullish dan berpeluang untuk break out.

Warna putih : adalah saham-saham yang masih bearish namun berpotensi naik.

Trade Signal : Ini sinyal2 yang dihasilkan pada saat explorasi.

Strenght : Berhubungan dengan kondisi trend. Semakin besar posisinya artinya semakin bullish. (Max 100 minimal -100), Penulis kadang tidak menimbulkan kolom strenght, bila saham pilihannya terlalu banyak, karena Penulis sudah pilihkan dengan saham yang berwarna hijau, biru dan putih.

VChg : adalah perubahan volume terhadap hari sebelumnya, semakin besar perubahan volume'nya, berarti semakin bagus.

Chg : adalah perubahan harga close terhadap harga close sebelumnya.

W/B : White and Black. Ini menghitung body candle. Bila -4 artinya 4 hari berturut-turut candlenya hitam (Close > Open).



OUTLOOK US & GLOBAL 13 MEI 2013


• Yen terkoreksi ke level terendah 4‐1/2 tahun terhadap dolar pada perdagangan hari Jumat, memicu tekanan jual pada minyak dan emas serta obligasi AS dan Jerman, pasca indikasi terkini menguatnya pasar tenaga kerja AS yang telah menambah sentimen positif pada dolar.
• Data mengenai obligasi Jepang menunjukkan investor Jepang telah membeli lebih banyak aset‐aset asing, dan jatuhnya yen telah berdampak luas di seluruh pasar keuangan. Sinyal yang bertentang tentang bagaimana investor melihat prospek ekonomi telah menambah dampak yang luas kepada yen.
• Dolar menguat secara luas seiring data yang menunjukkan terjadinya peningkatan di pasar tenaga kerja AS yang mencuatkan spekulasi bahwa The Fed kemungkinan akan menunda kelanjutan kebijakan moneter longgar. Kebijakan moneter longgar ditujukan untuk mendorong pemulihan ekonomi dan juga berhasil mengangkat bursa saham.
• Penguatan dolar telah menekan harga minyak, menyusul menguatnya dolar telah membuat harga komoditas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang non‐dollar. Jatuhnya harga minyak dipicu oleh meningkatnya suplai dan keraguan atas kekuatan ekonomi Cina.
• Yen Jepang jatuh ke 101,98 yen per dolar, level terendahnya sejak Oktober 2008. Dolar terakhir bergerak di 101,56 yen, atau naik 0,96%. Setelah dollar/yen mampu menembus di atas 100 yen, maka pasar memprediksi dollar/yen akan melanjutkan penguatannya. Dolar diprediksi akan naik ke 105 yen di musim panas ini dan ke 110 yen hingga akhir tahun ini.
• Data kemarin menunjukkan investor Jepang telah membeli 309,9 milyar yen obligasi asing di pekan hingga 4 Mei setelah melakukan pembelian 204,4 milyar yen di pekan sebelumnya, berdasarkan laporan Kementrian Keuangan.
• Ekuitas di Eropa ditutup menguat, sementara saham Wall Street naik tipis di akhir sesi sedangkan barometer ekuitas global melemah.
• Bunds Jerman turun ke level terendah selama lebih dari 1 bulan menyusul Bund futures <FGBLc1>, yang menembus rekor tertinggi di 147,20 pekan lalu, turun lebih dari 1 poin ke level low 144,43 dan mencatat penurunan 1 minggu terbesarnya sejak 10 Maret. Bund futures berakhir melemah 121 poin di 144,66. Sedangkan Treasury AS tenor 10 tahun turun 26/32 dengan yield di 1,9034 persen.
• Kejatuhan yen dipicu oleh penurunan data jobless claims pada hari Kamis yang kian memperkuat positifnya data non‐farm payrolls yang dirilis di pekan sebnelumnya. Aksi beli investor Jepang pada obligasi asing juga turut menekan yen, menyusul ekspektasi rencana stimulus agresif BOJ akan memicu keluarnya investor dari Jepang dalam upaya mencari investasi lain yang memiliki imbal hasil yang lebih tinggi.
• Pelemahan yen terjadi menyusul menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara‐negara G7 berkumpul untuk mengadakan pertemuan dua hari di dekat London, untuk membahas cara‐cara untuk merangsang pertumbuhan, dengan pergerakan mata uang mungkin menjadi salah satu topik utama dalam agenda.
• Bursa Wall Street berhasil ditutup naik tipis. Laporan earnings yang kuat dari sejumlah korporasi AS telah berhasil mengangkat Nasdaq. Nvidia Corp <NVDA.O> dan Priceline.com Inc <PCLN.O> telah memimpin kenaikan Nasdaq sehari setelah melaporkan perolehan labanya yang melampaui ekspektasi, meskipun Priceline memberikan outlook kuartal kedua yang mengecewakan.
 Dow Jones industrial average <.DJI> naik 35,87 poin atau 0,24% di 15118,49. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 7,03 poin atau 0,43% di 1633,70. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 27,41 poin atau 0,80% di 3436,58. Indeks S&P 500 naik 14,6% dalam tahun ini. Dalam sepekan terakhir, Dow naik 1%, S&P 500 naik 1,2% dan Nasdaq naik 1,7%.
 MSCI's world equity index <.MIWD00000PUS>, barometer pergerakan saham di 45 negara, turun 0,21%, namun mencatat penutupan menguat 3 pekan di level tertinggi 5 tahun. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup naik 0,35% di 1233,49.
• Harga minyak jatuh disebabkan menguatnya dolar, dengan kontrak Juni untuk North Sea Brent turun ke $101,45 per barel sebelum akhirnya memangkas kerugiannya. Brent crude oil <LCOc1> ditutup melemah 56 sen di $103,91. Sedangkan U.S. crude <CLc1> melemah 35 sen ke $96,04 per barel.
• Harga emas turun ke level intraday low di $1420,60 per ons sebelum akhirnya berhasil memangkas kerugian dan ditutup di $1447,70. U.S. Comex gold futures <GCM3> untuk pengiriman Juni ditutup melemah $32 di $1436,60 per ons.
(vaf)

Jumat, 10 Mei 2013

IHSG OUTLOOK & TABEL ENTRY 10 MEI 2013


  • Rabu kemarin IHSG berhasil menembus level tertinggi baru yaitu 5089, dari sebelumnya 5062, dan masih memberikan ruang gerak untuk naik buat IHSG, karena saat ini IHSG belum jenuh beli, sehingga membuka ruang target baru IHSG adalah 5200.
  • Namun tentu saja kenaikan bekan seperti garis lurus keatas, apalagi hari ini adalah hari Jumat, dan Dow Jones juga selama 2 hari ini kembali konsolidasi.
  • Rabu kemarin IHSG nampak sepi, market maker mencoba untuk meramaikan market dengan menggerakan saham BUMI, namun tetap IHSG sepi, sehingga akhirnya bandar menggerakan hampir seluruh saham bimantara group tertutama saham MNCN, MSKY, BMTR, BHIT dan IATA, baru hampir seluruh saham-saham lainnya mendukung kenaikan IHSG.
  • Kenaikan IHSG kemarin tidak diimbangi oleh saham-saham blue chips capital besar, hanya saham BMRI yang naik 1%, sedangkan BBRI yang beberapa waktu terakhir ini naik kencang, kemarin malah turun 2.1%.
  • Kemarin hanya 2 sektor yang mengalami penurunan yaitu sektor agri dan finance, selain itu semua sektor mengalami kenaikan, malah dipimpin oleh sektor mining.
  • Namun waspadai untuk sektor mining dan sektor agri masih tetap down trend berat.
  • Hari ini tentu saja IHSG akan menguji level 5100, apabila IHSG tidak mampu menembus level 5100, karena kenaikan sudah 3 hari berturut-turut, maka IHSG akan kembali menguji level psikologis di level 5050., tentunya kita lihat dulu apakah level 5062 mampu bertahan?
  • Hati-hati jika asing kembali melakukan agresif selling
IHSG



MNCN



BEST



BABP





Tabel entry, stop dan target harga :


Warna Hijau : adalah saham-saham yang break out (Buat trader Buy High Sell Higher).

Warna biru : adalah saham-saham yang bullish dan berpeluang untuk break out.

Warna putih : adalah saham-saham yang masih bearish namun berpotensi naik.

Trade Signal : Ini sinyal2 yang dihasilkan pada saat explorasi.

Strenght : Berhubungan dengan kondisi trend. Semakin besar posisinya artinya semakin bullish. (Max 100 minimal -100), Penulis kadang tidak menimbulkan kolom strenght, bila saham pilihannya terlalu banyak, karena Penulis sudah pilihkan dengan saham yang berwarna hijau, biru dan putih.

VChg : adalah perubahan volume terhadap hari sebelumnya, semakin besar perubahan volume'nya, berarti semakin bagus.

Chg : adalah perubahan harga close terhadap harga close sebelumnya.

W/B : White and Black. Ini menghitung body candle. Bila -4 artinya 4 hari berturut-turut candlenya hitam (Close > Open).