Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Senin, 16 Mei 2011

EMAS ???

Berita TERKINI : Bank Sentral Mexico membeli 93,3 ton emas bulan Februari dan Maret 2011 lalu untuk meningkatkan cadangan emasnya dari 6,9 ton menjadi lebih dari 100 ton.. Pada saat yang bersamaan sentral bank Russia juga membeli emas untuk menaikkan cadangan emasnya dari 18,8 ton menjadi 811,1 ton. Dan Thailand juga ikut menambah cadangan emasnya dari 9.3 menjadi 108,9 ton. Bank sentral Cina disamping membeli emas juga menyarankan 1,5 milyar rakyatnya untuk menabung dalam emas. Bank sentral India membeli 200 ton emas dari IMF 1,5 tahun lalu. Sentral bank Saudi Arabia juga mengkoleksi emas. Masih banyak lagi.
Itulah berita-berita terkini yang bisa anda jumpai jika anda melakukan google search “central banks buy gold” atau sejenisnya. Dengan aggressive nya bank-bank sentral membeli emas, Teori logisnya adalah bahwa harga emas akan naik. Mungkin itu hanya sebagian dari kondisi yang ada. Sebagian lagi....., ada yang menjualnya. Sebagian lagi, spekulator juga ikut bermain. Sebagian lagi......, banyak. Sayangnya kita tidak punya kasus yang bisa dijadikan hikmah untuk dampak ketidak-bijaksanaan bank sentral membeli emas terhadap harga emas. Tetapi...., kita mempunyai kasus yang sebaliknya, yaitu dampak ketidak-bijaksanaan bank sentral untuk menjual emas terhadap harga emas. Kasus ini masih hangat, bak roti dari oven.
Satu dekade lalu, tepatnya pada kwartal ketiga dari tahun 1999, Berita di koran saat itu bahwa Bank of England menjual 125 ton cadangan emasnya. Ini dilakukan beberapa tahap. Berita itu muncul pada tanggal 11 Juni 1999, dan harga emas di sekitar $260 per oz. Kemudian harga emas sempat turun ke $ 254 per oz pada bulan Juli 1999 dan $251 pada bulan Agustus, tetapi kemudian rally 21% ke $ 308 pada bulan September 1999.
Tindakan Inggris yang merencanakan penjualan 58% cadangan emasnya diikuti oleh negara-negara Eropa lain, Austria, Belanda, Belgia. Mereka juga ikut berencana menjuali cadangan-cadangan emas mereka, yang kemudian termasuk IMF. Karena takut harga emas jatuh terpuruk, pada tanggal 26 September 1999 ditanda tangani Central Bank Gold Agreement (CBGA) oleh 11 negara zona Euro plus Inggris, Swiss dan Swedia. Lengkapnya Oesterreichische Nationalbank, Banca d'Italia, Banque de France, Banco do Portugal, Schweizerische Nationalbank, Banque Nationale de Belgique, Banque Centrale du Luxembourg, Deutsche Bundesbank, Banco de España, Bank of England, Suomen Pankki, De Nederlandsche Bank, Central Bank of Ireland, Sveriges Riksbank, European Central Bank. Isinya adalah pembatasan penjualan emas sampai 400 ton per tahun selama 5 tahun (sampai tahun 2004).
Setelah habis masa berlakunya perjanjian ini, bank-bank sentral Eropa ini semakin aggressive menjual emasnya. Dalam perjanjian penjualan emas ke II (ditanda-tangani pada tanggal 8 Maret 2004) quota penjualan dinaikkan menjadi 500 ton per tahun sehingga emas yang dijual bisa mencapai 2500 ton selama tahun 2004 – 2009. Penanda-tangan perjanjian Central Bank Gold Agreement II (CBGA-II) ini bertambah dan mereka ini adalah European Central Bank, Banca d'Italia, Banco de España, Banco de Portugal, Bank of Greece, Banque Centrale du Luxembourg, Banque de France, Banque Nationale de Belgique, Central Bank & Financial Services Authority of Ireland, De Nederlandsche Bank, Deutsche Bundesbank, Oesterreichische Nationalbank, Suomen Pankki, Schweizerische Nationalbank, Sveriges Riksbank. Catatan IMF tidak pernah ikut menanda-tangani ke dua Central Bank Gold Agreement, artinya IMF tidak terikat pembatasan jumlah emas yang bisa dijualnya.
Gambar ini tidak lengkap jika tidak dengan latar belakang kenapa bank-bank sentral Eropa menjuali emasnya. Menurut Gold Anti-Trust Action Committee (GATA), penjualan cadangan emas ini dilatar-belakangi oleh keinginan untuk menekan harga emas. Bank-bank sentral selama dekade 1990an banyak meminjamkan cadangan emasnya. Agar debiturnya bisa membayar, maka harga emas harus ditekan. Ini setengahnya berbau kroni kapitalis.
Dengan adanya bank sentral negara-negara Eropa dan IMF menjual cadangan emasnya untuk menekan harga emas (atau apapun), diharapkan harga emas akan jatuh bukan? Harapan itu hanya tinggal harapan. Kita tahu selama dekade 2000an harga emas mengalami rally.

Antara tahun 2000 – 2010 sebanyak kurang lebih 6000 ton emas yang resmi dilepas oleh bank-bank sentral Eropa dan IMF. Dan sepanjang dekade itu harga emas naik tanpa lelah. Baru tahu 2009 mulai ada bank sentral yang membeli emas untuk cadangannya. Kalau penjualan emas oleh bank-bank sentral menyebabkan kenaikan harga emas maka hal yang sebaliknya yaitu pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia akan membuat harga emas turun. Terlepas bagaimana hal itu bisa terjadi.
Ada hal lain yang bisa menjadi indikator, yaitu perak. Harga perak mengalami parabolic rise, dan saat sedang mengalami proses koreksi yang brutal. Kenaikan parabolik semacam ini adalah bentuk mania (walaupun saat ini bukan mania yang terakhir) dan koreksinya akan brutal serta bisa ke level di bawah $18.
Hal lain yang bisa memicu terjadinya koreksi harga emas adalah habisnya quantitative easing II (QE II) pada bulan Juni 2011 ini. Walaupun bulan Juni belum datang, tetapi spekulan dan investor bisa sudah tidak menunggu lagi sampai bulan Juni.

Secara analisa teknikal, emas sudah selesai menjalani impulsive primary wave-5 dan selanjutnya akan digantikan dengan corrective wave. Wave-5 diakhiri dengan berakhirnya wave-5 intermideate dan wave-5 minor yang membentur koridor atas dari channel trading emas. Wave-5 primer ini membentuk diagonal wedge-naik.
Biasanya target corrective wavenya adalah di bawah wave-4 yang di sekitar $680 per oz itu. Dan ini diperkuat dengan bentuk diagonal wedge-naik biasanya akan jatuh di bawah titik awalnya yaitu wave-4 ($680).
Jika awal bull market di tahun 1999 dimulai dari level $251 dan puncaknya di $1541 make koreksi Fibonacci retracement 62,8% targetnya adalah $731. Untuk range yang lebih lebar, Fibonacci retracement 50% dan 79% nya adalah $896 dan $522.
Apakah koreksi sedalam ini bisa terjadi? Pada bull market tahun 70an yang merupakan wave III dari super cycle, correction wave 4 of III besarnya 54,4% dari wave 3 of III. Wave 3 adalah dari $34,9 ke $185,3 yang ditempuh dari 1970 sampai 1976 dan wave 4 nya dari $185,3 ke $ 103 yang ditempuh dari tahun 1975 sampai 1976. Bahkan koreksi wave 2 of III yang bottomnya di bulan February 1970, nyaris menghapus rally wave 1 of III nya. Koreksi yang dalam bukan tidak mungkin, apalagi wave-2 yang (paling) sulit ditebak.
Pertanyaan selanjutnya, apakah setelah koreksi ini rally emas akan berlanjut? agak sulit menjawabnya, karena kalau dilihat secara jangka panjangnya, harga emas belum membentur koridor atas harga emas. Tetapi wave-5 of V tidak selalu harus membentur koridor atasnya. Memang idealnya wave V menyentuh koridor atas dari trading range. Oleh sebab itu skenario ini adalah skenario super bullish dari emas.

Apakah skenario ini akan terjadi? Entahlah. Banyak faktor fundamental yang mendukungnya. Di satu pihak saya masih belum melihat level mania di emas mencapai level di tahun 1980 (wave III), karena biasanya (terkadang) wave V level manianya cukup tinggi dan sering menyebabkan the final blow-off. Tetapi, terkadang juga bisa mejen alias tidak lengkap. Lagi pula ekspansi base money yang dilakukan bank-bank sentral selama krisis ekonomi dunia 2007-2009 belum keluar dari lemari besi bank-bank komersial, sehingga jika nantinya uang-uang ini keluar dan kredit kembali pulih, fractional reserve banking bekerja penuh, maka uang ini akan membanjiri ekonomi dan bisa memicu harga emas untuk rally lagi sampai di atas $10.000 per oz, tetapi sebelum itu harus terjadi shake-out correction yang cukup dalam sampai ke level $522 - $ 780 terlebih dahulu. Menurut versi professional bulls, healthy shake out diperlukan untuk merontokkan dan membuat jerih (ngeri) para pemain baru yang tidak berpengalaman untuk keluar dari market.
Tetapi, dari sudut bear, memandang bahwa aktifnya bank-bank sentral membeli kembali emas, merupakan kebalikan dari fenomena yang terjadi di tahun 1999 dimana bank-bank sentral menjuali emasnya yang terbukti sebagai fenomena bullish. Maka fenomena bank sentral membeli kembali emasnya dianggap sebagai tanda yang bearish dan berakhirnya masa bullish emas.
Bagaimana dengan pendapat anda ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar