Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Jumat, 01 Juni 2012

TABEL ENTRY & OUTLOOK IHSG 1 JUNI 2012


- Kemarin IHSG dipukul dalam sekali, sempat dibawah level 3810, walaupun akhirnya ditutup pada level 1832 atau turun sebesar 2.2%, terdalam dibandingkan Index bursa Asia maupun Eropa dan Dow Jones.
- Hal ini dikarenakan asing yang melakukan “net sel” secara besar-besaran hingga 1,1 Trilyun, dan Rupiah melemah banget terhadap USD, menandakan ada kemungkinan besar capital out flow.
- Disamping Persoalan Luar Negeri krisis Yunani dan Eropa, saat ini Indonesia mempunyai persoalan dalam negeri tersendiri, antara lain tidak jadinya kenaikan harga BBM, kelangkaan BBM, keinginan Pemerintah untuk menaikan tariff eksport batu bara dan bahan mineral lainnya.
- Kekhawatiran USD menembus level Rp. 10.000,- dan lain sebagainya sehingga terjadi panik juga
- Semua sektor kemarin terpukul mundur, paling dalam adalah sector mining -3,66%, sector consumer 3.00%, Misc-Ind -2.59% dan finance -2.54%
- Saham yang membukukan penurunan terbesar berdasarkan nominal adalah GGRM -4.400, ASII -1.700, PTBA -950, IAS -900, ADMF -700, UNTR -600, ITMG -600, UNVR -550, BBCA -300, BBRI -250, BUMI -200, BMTR -160, BMRI -150, BDMN -150, ADRO -120,
- Saham mining yang terpukul dalam adalah saham BRAU -12,5%, BUMI -12,35%, ANTM -11,54%, ADRO -7.55%, ENRG -6.41%, PTBA -5.96%.
- Melihat pukulan yang mendalam IHSG menandakan IHSG akan sulit untuk naik diatas level 4000 kembali, sehingga kenaikan mendekati level 4000 adalah kesempatan untuk menjual saham-saham Anda, sebelum pukulan kelih dalam kembali.
- IHSG sejak tahun 2008 dipukul turun dari level 2800 hingga ke level 1100, namun sejak itu dari level 1100 telah naik ke level 4200, belum ada penurunan yang berarti, sehingga sangat hati-hati sekali, karena penurunan bisa lebih dalam lagi, jika asing melakukan penjualan yang agresif secara terus menerus
- Sehingga short trading adalah sangat bijak dibandingkan buy and hold


Tabel entry, stop dan target harga :


Warna Hijau : adalah saham-saham yang break out (Buat trader Buy High Sell Higher).
Warna biru : adalah saham-saham yang bullish dan berpeluang untuk break out.
Warna putih : adalah saham-saham yang masih bearish namun berpotensi naik.
Trade Signal : Ini sinyal2 yang dihasilkan pada saat explorasi.
Strenght : Berhubungan dengan kondisi trend. Semakin besar posisinya artinya semakin bullish. (Max 100 minimal -100), Penulis kadang tidak menimbulkan kolom strenght, bila saham pilihannya terlalu banyak, karena Penulis sudah pilihkan dengan saham yang berwarna hijau, biru dan putih.
VChg : adalah perubahan volume terhadap hari sebelumnya, semakin besar perubahan volume'nya, berarti semakin bagus.
Chg : adalah perubahan harga close terhadap harga close sebelumnya.
W/B : White and Black. Ini menghitung body candle. Bila -4 artinya 4 hari berturut-turut candlenya hitam (Close > Open).
G/R : Green / Red. Bila positif artinya Close hari ini lebih tinggi dibanding close sebelumnya (Close>Close-1).
Entry : Bila sinyal buy maka entry ini harga beli,bila sinyal jual entry ini harga jual (Saat ini Penulis hanya menerbitkan yang berisi signal beli saja).
Confirm price : adalah level harga tsb, maka confirm naik.
Stop : Bila telah membeli, namun harga turun maka ini adalah stoploss
Target : adalah Target harga bila melakukan pembelian / penjualan.
Mudah-mudahan tabel ini bermanfaat , namun jangan lupa untuk tetap disiplin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar