Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Jumat, 21 Desember 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 21 DESEMBER 2012


• Bursa saham global naik di hari Kamis kemarin menyusul anggota parlemen di Washington terus bekerja keras di dalam negosiasi mereka atas "jurang fiskal" AS, sementara harga emas jatuh ke level terendahnya sejak Agustus ditengah aksi penjualan akhir tahun.
• Wall Street rebound dari koreksi awalnya, setelah Kepala DPR AS dari Partai Republik John Boehner, mengatakan pihaknya akan terus berupaya mencapai solusi untuk menghindari “jurang fiskal” sementara juga terus melakukan pendekatan mengenai kebijakan anggaran dengan Presiden Obama. DPR AS yang dikuasai Partai Republik berupaya meloloskan rencana mereka untuk menaikkan pajak pada sebagian orang kaya di Amerika. Langkah tersebut terancam akan mendapat veto dari Obama.
• Meskipun kedua kubu sepakat untuk terus mencari solusi yang tepat untuk menghindari “jurang fiskal” namun perkembangan yang lambat telah membuat investor bertindak hati‐hati dan cenderung menahan diri. Perdagangan mata uang berada dalam kisaran sempit menjelang libur Natal dan euro bergerak bolak‐balik terhadap dolar. Di pasar komoditas, harga minyak berjangka AS menguat namun harga Brent berjangka terkoreksi.
• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 59.75 poin atau 0.45% di 13,311.72. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 7.88 poin atau 0.55% di 1,443.69. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 6.02 poin atau 0.20% di 3,050.39.
• NYSE Euronext <NYX.N> mencatat kenaikan harian terbesarnya, dengan naik 34.1% menjadi $32.25, setelah IntercontinentalExchange Inc <ICE.N> mengatakan akan membeli operator New York Stock Exchange tersebut senilai $8.2 milyar. Saham ICE naik 1.4% ke $130.10.
• Indeks ekuitas dunia MSCI naik 0.2% mendekati 343 poin. Indeks berada dekat dengan level tertinggi sejak Juli 2011.
• Di Eropa, pergerakan indeks saham terlihat terhambat setelah secara teknikal berada dalam zona overbought (jenuh beli) dengan FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup tetap di level 1142.80 poin.
• Perkembangan mengenai negosiasi untuk menghindari “jurang fiskal” AS terus dimonitor pelaku pasar disamping juga perkembangan data ekonominya. Euro menebus kerugian awal sesi untuk ditutup menguat 0.1% di $1.3226. DI hari Rabu sebelumnya, euro menembus level tertinggi 8‐1/2 bulan terhadap dolar di $1.3308. Jika kesepakatan berhasil dicapai pada saat yang tepat, maka euro berpeluang untuk terapresiasi ke $1.3500 di awal Januari 2013.
• Harga emas jatuh di bawah $1650 per ons, turun lebih dari 1% akibat terjadinya likuidasi besar‐besaran oleh investor, dan juga sinyal membaiknya perekonomian AS yang memicu aksi jual yang mendorong harga ke level terendahnya dalam 4 bulan. Harga emas jatuh di bawah level MA‐200 akibat menurunnya permintaan pada aset aman resiko setelah data menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih pesat dari perkiraan di 3.1% y/y di kuartal ketiga. Harga perak anjlok 4% dan platina turun sekitar 2%. Harga emas turun 3.1% di $1,645.10 per ons setelah mencatat intraday low di $1,635.09, level terendahnya sejak 22 Agustus.
• Harga Treasury AS memangkas keuntungan awal sesi dipicu naiknya bursa saham Wall Street ke level intraday high setelah meningkatnya optimisme akan tercapainya kesepakatan untuk menghindari “jurang fiskal” AS. Treasury tenor 10 tahun naik 1/32 dengan yield di 1.8014%.
• Sementara di pasar minyak, harga minyak mentah AS naik 0.17% di $90.13 per barel, namun harga minyak mentah Brent turun tipis sebesar 16 sen di $110.20 per barel. Kedua minyak berjangka tersebut mencatat kenaikan mingguannya.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar