Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Jumat, 13 September 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 13 SEPTEMBER 2013


  • Bursa saham AS dan dolar terkoreksi sedangkan harga Treasury naik pada perdagangan hari Kamis setelah investor menahan diri menjelang sidang The Fed minggu depan. Melemahnya bursa telah mengakhiri kenaikan 7 hari berturut‐turut pada indeks S&P 500 sementara data menunjukkan penurunan pada industrial output zona euro yang mengakhiri kenaikan 8 hari berturutan pada pasar ekuitas.
  • Data klaim pengangguran mingguan AS mencatat turun 31.000 menjadi 292.000, level terendahnya sejak 2006. Namun pasar kecewa setelah mengetahui adanya masalah teknis di 2 negara bagian dalam memproses data klaim yang masuk pekan lalu.
  • Dolar anjlok dari posisi tertinggi 7 pekan terhadap yen serta bergerak tipis terhadap euro menyusul turunnya yield obligasi AS dan berkembangnya spekulasi bahwa The Fed akan berhati‐hati dalam upayanya mengurangi stimulusnya ketika bersidang pekan depan.
  • Still, given expectations that the Federal Reserve is poised to begin unwinding its long‐standing monetary accommodation, benchmark yields might not be high enough. A 10‐year with a 3.5 percent yield would be a more comfortable equilibrium level than 3 percent, kata Jeff Knight, head of global asset allocation pada Columbia Management yang berbasis di Boston.
  • Pihak Treasury AS menjual obligasi tenor 30 tahun senilai $13 milyar, penjualan terakhir dari $65 milyar untuk obligasi pemerintah AS dalam pekan ini.
  • Hasil jajak pendapat terkini Reuters menunjukkan The Fed akan memangkas stimulus sebesar $10 milyar dibandingkan $15 milyar hasil jajak pendapat sebelum rilis data pekerjaan AS. Indeks dolar bergerak mendekati level terendah 2 pekan seiring fokus pasar terhadap sidang The Fed.
  • Di pasar Wall Street, indeks S&P 500 tercatat telah naik 3,4% dalam 7 sesi terakhir seiring meredanya kekhawatiran terhadap krisis Suriah dan rilis lebih baik dari perkiraan untuk data ekonomi Cina. Dalam perdagangan Kamis kemarin, Dow Jones industrial average <.DJI> fmerosot 25,96 poin atau 0,17% di 15300,64. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 5,71 poin atau 0,34% di 1683,42. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 9,042 poin atau 0,24% di 3715,97.
  • Indeks saham Eropa, FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3>, berakhir melemah 0,02% sedangkan indeks ekuitas global MSCI turun 0,18%.
  • Harga obligasi Treasuries naik sehari setelah selesainya Verizon <VZ.N> memecahkan rekor kesepakatan obligasi korporasi. Verizon menjual obligasi senilai $49 miliar, jauh melebihi rekor investasi sebelumnya senilai $17 miliar oleh Apple pada bulan April, menurut data IFR, sebuah layanan Thomson Reuters.
  • Jika The Fed memangkas stimulus lebih sedikit dari yang di perkirakan, maka akan berpotensi mendorong naiknya aset‐aset beresiko.
  • Bank sentral Indonesia meluncurkan kenaikan suku bunga kejutan untuk membantu rupiah pulih dari level terendah 4‐1/2‐ tahun. Sedangkan bank sentral Asia lainnya diperkirakan menunggu keputusan The Fed pekan depan sebelum mengambil tindakan apapun.
  • Emas tergelincir ke $1326,54 per ons, sementara minyak mentah Brent bertambah sekitar $1,5 menjadi $113,00 karena para investor mengamati upaya diplomatik untuk menempatkan senjata kimia Suriah di bawah pengawasan internasional.
    (vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar