Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Rabu, 21 November 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 21 NOVEMBER 2012


• Bursa global rebound dan harga minyak jatuh pada hari Selasa menyusul berita bahwa Mesir kemungkinan akan menengahi gencatan senjata di Gaza, namun komentar dari Kepala The Fed Ben Bernanke mengenai potensi dampak dari “tebing fiskal” telah menghantui investor, menyebabkan Wall Street ditutup relatif flat.
• Pasar ekuitas bertengger di zona positif setelah seorang petinggi Hamas mengatakan gencatan senjata diperkirakan akan dimulai tengah malam (waktu setempat), meskipun Israel kemudian mengatakan masih belum setuju untuk mengakhiri serangannya di sekitar Jalur Gaza.
• Wall Street bergerak fluktuatif antara zona positif dan negatif, tertekan oleh komentar Bernanke yang mengatakan bahwa ekonomi AS menghadapi serangkaian “headwinds” (tekanan), menyusul suramnya sektor perumahan, pasar hipotek dan pengetatan di sektor kredit. Dalam testimoninya di depan Economic Club of New York, Bernanke mengatakan The Fed tidak memiliki cara untuk menutupi potensi resesi jika politisi gagal mencapai kesepakatan untuk mencegah kekurangan fiskal sekitar $ 600 miliar.
• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 7.45 poin atau 0.06% di 12,788.51. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir naik 0.92 poin atau 0.07% di 1,387.81. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup naik 0.61 poin atau 0.02% di 2,916.68. Bursa saham AS awalnya sempat telah mengakhiri rally 2 hari terbaiknya selama hampir 4 bulan terakhir ini, sebuah rally yang mendorong indeks S&P 500 naik lebih dari 2% sejak hari Jumat ketika maraknya optimisme untuk tercapainya kesepakatan menghindari krisis keuangan AS.
• Hewlett‐Packard Co <HPQ.N> anjlok 11.95% ke $11.71 setelah perusahaan menderita kerugian kuartal keempat dan mengambil dana sebesar $ 8.8 milyar terkait dengan akuisisi perusahaan perangkat lunak Autonomy, mengutip "kejanggalan akuntansi yang serius." Saham pembuat komputer dan printer tersebut telah memberi hambatan terbesar pada Dow dan ketiga terbesar di S & P 500.
• Investor juga mengatur posisinya menjelang libur pasar AS Kamis besok untuk merayakan Thanksgiving dan juga libur panjang akhir pekan.
• Tumbuhnya spekulasi bahwa menteri keuangan zona euro akan setuju untuk merilis bantuan untuk mengatasi utang Yunani telah mengurangi minat pada aset aman resiko seperti obligasi pemerintah Jerman dan mendorong minat pada ekuitas Eropa. Para menteri keuangan Eropa kemungkinan akan menyetujui pinjaman tahap berikutnya untuk Yunani meskipun dana tersebut belum akan dicairkan hingga Desember mendatang dan kesepakatan untuk pengurangan utang akan dibahas lebih lanjut.
• Penurunan peringkat utang Perancis oleh Moody’s awalnya sempat menekan saham Eropa. Namun indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> kemudian berhasil ditutup menguat 0.27% di 1,094.46, sementara indeks ekuitas global MSCI naik 0.05% di 323.94.
• Konflik Gaza telah mendorong naiknya harga minyak di pekan terakhir dan turut menambah kekhawatiran di pasar ekuitas adalah potensi terjadinya “tebing fiskal” AS dan semakin parahnya krisis utang zona euro.
• Dolar mempertajam apresiasinya terhadap yen Jepang setelah data perumahan AS mengindikasikan terjadinya pemulihan di sektor tersebut, meskipun ijin untuk future construction turun. Dolar terakhir diperdagangkan di 81.68 yen, naik 0.34%. Euro menguat ke intraday high $1.2828 dan terakhir bergerak menguat 0.05% di sekitar $1.2818.
• Harga minyak jatuh di bawah $110 per barel dipicu ekspektasi terjadinya gencatan senjata. Brent crude <LCOc1> turun $1.87 ke $109.83 per barel. Sedangkan U.S. crude <CLc1> turun $2.53 ke $86.75 per barel.
• Treasury AS turun untuk hari kedua menyusul indikasi meningkatnya pasar perumahan AS dan optimisme bahwa petinggi Gedung Putih akan mencapai kesepakatan untuk mengatasi krisis keuangan. Treasury tenor 10 tahun turun 15/32 dengan yield di 1.6625%.
• Harga emas juga terkoreksi akibat kombinasi antara turunnya harga minyak, harapan akan adanya gencatan senjata antara Israel dan Hamas serta komentar Ben Bernanke soal krisis fiskal. Setelah bergerak stabil di hampir sepanjang perdagangan kemarin, emas akhirnya melemah di akhir sesi New York. Harga emas spot turun 0.2% di $1,727.50 per ounce. Aksi profit‐taking investor usai kenaikan harga emas sebesar 1% di hari Senin sebelumnya juga turut memicu melemahnya emas di hari Selasa kemarin, menyusul akan tutupnya pasar AS berkaitan dengan perayaan Thanksgiving pada hari Kamis besok.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar