Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Senin, 06 Mei 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 6 MEI 2013


  • Dolar terapresiasi terhadap yen dan pasar ekuitas global menguat pada hari Jumat setelah pemerintah AS melaporkan data pertumbuhan pekerjaan yang menggembirakan di bulan April yang mana telah menambah optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi, mendorong saham Wall Street naik ke rekor tertingginya.
  • Non‐farm payrolls AS naik 165000 bulan lalu dan tingkat pengangguran turun ke level terendah 4 tahun di 7,5%, demikian laporan dari Departemen Tenaga Kerja. Payrolls juga mengalami revisi naik di 2 bulan sebelumnya, yang menggambarkan bangkitnya pasar tenaga kerja AS. Data juga dirilis lebih baik dari perkiraan, yang sebelumnya diprediksi payrolls naik 145000 dan tingkat pengangguran tetap di 7,6%.
  • Indeks ekuitas AS dan Eropa naik sekitar 1% dalam sebuah rally yang mendorong indeks S&P 500 naik sekitar 5% dari level terendah April hanya dalam kurun 11 sesi. Indeks S$P tercatat naik lebih dari 13% sepanjang tahun ini. Kedua indeks utama, S&P 500 dan Dow Jones berhasil melampaui level psikologi untuk pertama kalinya, dengan S&P menembus di atas 1600 dan Dow menembus di atas 15000.
  • Dalam sebuah rally yang terjadi, indeks Russell 2000 <.RUT> untuk saham kapitalisasi kecil dan menengah, menembus level tertinggi sepanjang masa, dan Russell 1000 <.RUI> serta Russell 3000 <.RUA> juga menembus level tertinggi yang baru.
  • Harga minyak mentah, tembaga dan komoditas lainnya juga mengalami kenaikan, menyusul rilis optimis data ketenagakerjaan AS telah membangkitkan kepercayaan investor terhadap meningkatnya permintaan. Harga tembaga naik lebih dari 6%. Sementara harga obligasi pemerintah, yang biasanya berlaku sebagai aset aman resiko, jatuh pasca rilis data payrolls.
  • Rilis optimis data payrolls telah mengimbangi laporan buruk data sektor jasa AS yang turun di bulan April ke level terendah 9 bulan.
  • Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 142,38 poin atau 0,96% di 14973,96. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 16,83 poin atau 1,05% di 1614,42. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> menguat 38,01 poin atau 1,14% di 3378,63. Dalam sepekan, Dow tercatat naik 1,8%, S&P bertambah 2%, dan Nasdaq naik 3% dalam kenaikan mingguan terbesarnya sejak pekan pertama tahun ini.
  • Di Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 1% ke 1218,60, level penutupan tertinggi sejak Juni 2008.
  • MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS> naik 0,81% ke 370,90.
  • Dolar menguat 1,1% terhadap yen ke 99,03 yen, mencatat kenaikan harian terbesarnya dalam 2 pekan terakhir, sementara euro rebound sehari setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ECB secara teknikal siap untuk memberlakukan suku bunga deposito negatif. Euro tercatat naik 0,4% ke $1,3115.
  • German Bund futures <FGBLc1> berakhir melemah 101 poin di 146,15sementara Treasury AS tenor 10 tahun turun 1 3/32 dengan yield 1,7434 persen.
  • Brent crude <LCOc1> ditutup menguat $1,34 di $104,19 per barel, sementara U.S. crude <CLc1> naik $1,62 di $95,61 per barel.
  • Harga tembaga berjangka di London Metal Exchange ditutup di $7265 per ton, naik dari posisi penutupan di $6848 pada hari Kamis. Tembaga telah naik lebih dari 6%, kenaikan harian terbesarnya sejak akhir Oktober 2011, dan mencatat intraday high di $7289 per ton.
  • Harga emas diperdagangkan di sekitar titik impasnya, memangkas keuntungan awalnya pasca rilis data payrolls, yang mana telah mengurangi peluang The Fed untuk menjalankan program stimulusnya dalam waktu dekat. Harga emas naik $2,57 ke $1468,80 per ons. Sedangkan untuk harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Juni turun $3,40 di $1464,20 per ons.
  • Laporan data ketenagakerjaan yang positif tersebut muncul hanya sebulan setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) berjanji akan menyuntikkan dana sekitar $1,4 trilyun kedalam ekonomi Jepang untuk mamcu pertumbuhan dan mengakhiri deflasi.
  • Melalui peningkatan likuiditas, tiga bank sentral utama dunia ini telah memicu rally di pasar saham dan obligasi yang telah mendorong banyak indeks utama kembali ke level sebelum krisis keuangan dimulai.
    (vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar