Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Senin, 22 Juli 2013

OUTLOOK US DAN GLOBAL 22 JULY 2013


  • Harga obligasi pemerintah naik dan pasar saham di seluruh dunia goyah pada hari Jumat ketika hasil earnings mengecewakan dari Microsoft dan Google membuat investor menghentikan perburuan saham setelah indeks saham AS menguat ke rekor tertingginya.
  • Dalam sebuah langkah yang dapat mendukung ekonominya, Bank sentral Cina menghapus kontrol pada suku bunga kredit perbankan, menandakan tekad kepemimpinan baru untuk melaksanakan reformasi berorientasi pasar. Reaksi pasar terlihat sepi, namun Cina nampaknya akan menjadi sumber utama untuk pertumbuhan laba oleh negara‐negara multinasional terbesar.
  • Bursa AS berhasil ditopang oleh General Electric Co <GE.N> dan saham lainnya yang melaporkan laba kuartalan yang berhasil melampaui ekspektasi , membantu mengangkat indeks S&P 500 ke level penutupan tertingginya. Dari 104 perusahaan dalam S&P 500 yang telah memberikan laporan perolehan labanya untuk periode kuartal kedua, 65,4% berhasil meraup laba melampaui ekspektasi, sebuah pencapaian yang sedikit di atas rata‐ rata kuartalan belakangan ini.
  • S&P 500 dan Dow mencatat kenaikan 4 minggu berturut‐turut, terangkat oleh penegasan The Fed yang akan fleksibel dalam mengakhiri stimulus moneternya. Indeks S&P 500 mencatat kenaikan sebanyak 10 kali dalam 12 sesi terakhir, membukukan rekor tertinggi, termasuk level tertinggi sepanjang masa untuk intraday dan level penutupan tertinggi pada hari Kamis.indeks memangkas kerugian awalnya untuk kemudian ditutup menguat pada hari Jumat.
  • Sementara Nasdaq bernasib lebih buruk dibandingkan 2 indeks utama AS lainnya (Dow dan S&P 500), setelah mencatat koreksi 0,66% pasca after Microsoft Corp <MSFT.O> dan Google Inc keduanya melaporkan perolehan laba dibawah ekspektasi pasar.
  • Bursa saham Eropa berakhir flat namun menorehkan keuntungan 4 minggu berturut‐turut pada hari Jumat. Emerging market stocks merosot 0,7%. Indeks ekuitas global MSCI rebound setelah mencatat naik 0,07%. Sementara indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 0,01% untuk ditutup di 1209,00.
  • Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 4,80 poin atau 0,03% di 15543,74, namun S&P 500 <.SPX> bertambah 2,72 poin atau 0,16% ke 1692,09. Sedangkan Nasdaq composite <.IXIC> terkoreksi 23,66 poin atau 0,66% ke 3587,61.
    Dalam sepekan, Dow naik 0,5%, S&P bertambah 0,7% dan Nasdaq turun 0,3%.
  • Sentimen pasar terangkat setelah terjadi perubahan aturan kredit di Cina yang ditujukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang tengah lesu. People's Bank of China memutuskan untuk menghapus batas minimum tingkat suku bunga bank‐bank komersial, yang berarti bahwa mereka dapat menurunkan suku bunga kredit sebanyak yang mereka mau untuk disesuaikan dengan kemampuan para debiturnya.
  • Kalangan ekonom terlihat optimis terhadap prospek ekonomi AS dan mereka juga mulai memandang optimis pada perkembangan ekonomi Eropa.
  • Harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 14/32 dengan yield 2,4821 persen. Pasar obligasi kota AS turun tajam pada Jumat, sehari setelah Detroit
    mengajukan kebangkrutan terbesar dalam sejarah kota.
  • Sementara harga obligasi pemerintah Jerman, Bunds futures, berakhir turun 1 poin di 144,22 setelah awalnya menyentuh intraday low di 143,99
    setelah terjadi perubahan aturan kredit di Cina.
  • Euro menguat 0,25% ke $1,3142, sementara indeks dolar turun 0,29% di 82,583. Dolar menembus level tertinggi 1 minggu di 100,86 yen, sebelum
    akhirnya terkoreksi tipis 0,01% di 100,39 yen.
  • Harga minyak Brent kontrak September turun 63 sen di $108,07 sementara harga minyak mentah AS kontrak September naik 1 sen di $108,05 per
    barel.
    (vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar