Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Selasa, 30 Juli 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 30 2013


• Bursa AS jatuh dan dolar bergerak di sekitar level terendah 5 pekan pada hari Senin menjelang sidang 2 hari The Fed, yang akan dicermati pasar untuk melihat indikasi kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi program pembelian obligasinya. Sementara laporan data ketenagakerjaan AS di akhir pekan ini juga akan dicermati, khususnya setelah The Fed menjadikan tingkat pengangguran sebagai barometer untuk memutuskan kebijakannya pada program stimulus ekonomi. Di Wall Street, bursa saham melemah secara umum, dengan 3 indeks utama ditutup melemah.
 "I think today we saw some better‐than‐expected economic data in Europe and here, and that's got people concerned that we are going to see a withdrawal of QE. There's a concern that whatever the FOMC says or does will lead to a dramatic reaction in the market, much like we saw in June," kata Stephen Massocca, managing director pada Wedbush Equity Management LLC di San Francisco, mengacu pada Program Quantitative Easing The Fed.
• Hingga saat ini, investor menginterpretasikan melemahnya data ekonomi AS sebagai sinyal untuk The Fed melanjutkan program stimulus ekonomi dan memberikan dukungan positif bagi bursa saham. Namun dengan rencana The Fed mengurangi stimulusnya dalam jangka pendek kedepan, maka pasar mengharapkan terjadi peningkatan ekonomi yang lebih kuat.
• Sebuah grup industri kemarin melaporkan terjadi penurunan pada kontrak pembelian rumah di bulan Juni, setelah menembus level tertinggi lebih dari 6 tahun di bulan Mei, mengisyaratkan meningkatnya suku bunga hipotek telah mulai menekan pembelian rumah. Namun demikian, data masih dirilis lebih baik dari perkiraan.
• Disamping The Fed, bank sentral Eropa (ECB) dan Inggris (BoE) juga akan mengadakan sidangnya pekan ini. Kedua bank tersebut (ECB dan BoE) diprediksi akan mempertahankan kebijakan moneternya dengan menjaga suku bunga rendah selama tingkat pertumbuhan dan inflasi tidak memberikan ancaman.
• Di New York, Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 36,86 poin atau 0,24% di 15521,97. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 6,32 poin atau 0,37% di 1685,33. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> melemah 14,02 poin atau 0,39% di 3599,14.
• Dengan 3 hari tersisa dalam bulan ini, S&P 500 berpotensi mencatat kinerja bulanan terbaiknya sejak Oktober 2011. Kenaikan Nasdaq menjadikan bulan Juli sebagai bulan terbaik selama 1‐1/2 tahun terakhir.
• Data non‐farm payrolls AS pekan ini diprediksi akan menunjukkan 185.000 penambahan pekerjaan di bulan Juli dengan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 7,5%. Jika laporan dirilis lebih baik, maka akan mendorong naiknya dolar.
• Indeks saham Eropa ditutup stabil, menyusul melemahnya saham perbankan mengimbangi laporan merger 2 perusahaan raksasa di sektor media dan farmasi. Indeks FTSEurofirst 300 ditutup naik 0,07%, dimana indeks tercatat naik 9% sejak akhir Juni.
• Publicis <PUBP.PA> dan Omnicom <OMC.N> mengumumkan rencananya untuk bergabung kedalam grup advertising terbesar dunia dalam sebuah kesepakatan senilai $35,1 milyar. Sedangkan di sektor farmasi, U.S. group Perrigo mengumumkan untuk membeli Elan Irlandia.
• Indeks saham dunia dalam MSCI turun 0,5%.
• Dolar melemah 0,4% terhadap yen di 97,83 yen, naik 0,1% terhadap euro, sementara indeks dolar relatif stabil setelah mencatat level terendah 5 pekan di 81,785.
 "The dollar faces a lot of key event risk in the week ahead with the release of the U.S. Q2 GDP report and the latest FOMC policy meeting on Wednesday, followed by the release of the U.S. employment report for July on Friday," kata Lee Hardman, analis pada Bank of Tokyo Mitsubishi.
• Di pasar obligasi, Bund futures Jerman kembali ke teritorial negatif dan obligasi zona euro melemah. Sedangkan Treasury AS tenor 10 tahun turun 6/32 dengan yield naik ke 2,587 persen dari 2,57 persen di hari Jumat lalu.
• Pasar komoditas masih tertekan, meskipun kekhawatiran masalah terhambatnya suplai telah menjauhkan harga minyak dari level terendah 3 pekan. Harga tembaga mengalami tekanan menjelang rilis data manufaktur Cina di hari Kamis yang diprediksi akan menyajikan laporan ekonomi yang mengecewakan.
• Sementara itu indeks Nikkei Jepang melemah 3,3% ke level terendah 4 pekan. Kekhawatiran investor ditambah oleh menguatnya yen telah memberikan indikasi negatif bagi eksportir. Rencana kenaikan pajak penjualan di Jepang juga turut membebani kinerja indeks saham. 
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar