Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Kamis, 04 Juli 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 4 JULI 2013


• Pasar ekuitas global melemah pada hari Rabu dipicu kekhawatiran terhadap tanda‐tanda melambatnya pertumbuhan ekonomi China dan semakin memanasnya pertikaian politik di Portugal, dimana pembicaraan mengenai masa depan pemerintah telah menekan euro dan mengancam akan menyulut kembali krisis zona euro.
• Bursa saham AS melawan tren, berhasil menguat dalam sesi perdagangan yang singkat menjelang libur nasional AS untuk memperingati Hari Kemerdekaan, setelah bergerak bolak‐balik pasca rilis data pekerjaan di sektor swasta yang membaik dan ekspansi yang lemah diluar dugaan untuk data sektor jasa.
• Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Portugal untuk tenor 10 tahun melejit di atas 8% dan bursa sahamnya merosot 5% ditengah kekhawatiran pemilihan sela bisa menggagalkan keluarnya Lisbon tahun depan dari bailout oleh Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional.
• Kekhawatiran atas kemampuan Yunani untuk memenuhi persyaratan bailout juga mengangkat prospek krisis utang kembali bangkit di negara‐negara 'pinggiran' dari zona euro.
• Harga minyak AS, sementara ini, mencapai tertinggi 14‐bulan di tengah kekhawatiran kerusuhan di Mesir dapat mengganggu kestabilan Timur Tengah dan memicu gangguan pasokan. Emas naik lebih dari 1 persen karena dolar dan pasar ekuitas masih di bawah tekanan.
• Krisis politik di Portugal memicu bursa negara mencatat hari terburuk dalam dua tahun dan menyeret saham‐saham perbankan turun, penyumbang terbesar penurunan saham Eropa. Saham Portugal ditutup melemah 5,3%. Saham perbankan Eropa anjlok 1,8% dan FTSEurofirst 300 <.FTEU3> untuk saham‐saham utama Eropa terkoreksi 0,68% untuk ditutup di 1150,90.
• Indeks ekuitas global dalam MSCI turun 0,47%, memangkas sejumlah kerugiannya seiring menguatnya bursa Wall Street.
 Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 56,14 poin atau 0,38% di 14988,55. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 1,33 poin atau 0,08% di 1615,41. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 10,27 poin atau 0,30% di 3443,67.
• Perusahaan sektor swasta AS menaikkan jumlah pekerjaan di bulan Juni dan klaim pengangguran turun dalam 2 pekan berturutan, mengisyaratkan terus membaiknya pasar tenaga kerja. Jumlah pekerjaan di sektor swasta bertambah 188.000, naik dari 134.000 pertambahannya di bulan Mei sebelumnya, demikian laporan dari ADP National Employment Report. Sementara kalangan ekonom sebelumnya memprediksi terjadi kenaikan 160.000. Namun Institute for Supply Management melaporkan indeks jasa turun ke 52,2 di bulan Juni dari 53,7 di bulan Mei, kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan ke 54. Meskipun kondisinya masih menunjukkan ekspansi, namun merupakan ekspansi terlemahnya sejak Februari 2010.
• Bursa saham China jatuh setelah rilis data sektor jasa negara tersebut yang kurang menggembirakan dan diperparah oleh kekhawatiran terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi.
• Yen menguat secara luas dipicu masalah politik di Portugal dan Yunani, meskipun memangkas keuntungannya terhadap dolar setelah data menunjukkan stabilnya kondisi pasar tenaga kerja AS. Dolar jatuh 0,7% ke 99,92 yen. Euro juga tersungkur, mencatat turun 0,49% ke 129,95 yen.
 "The unresolved situation in Egypt and the government resignations in Portugal are an issue. We're not only seeing some of the G10 currencies weaken, but also emerging market currencies," kata Nick Bennenbroek, head of currency strategy pada Wells Fargo Securities di New York.
• Perdagangan obligasi pemerintah juga terlihat limbung. Treasury AS tenor 10 tahun turun 9/32 dengan yield 2.5032 persen. Sedangkan Bund futures Jerman naik setelah rilis data pekerjaan sektor swasta AS oleh ADP. Bund futures naik 57 poin di 142,26, setelah bergerak di sekitar 142,43 sebelum rilis data.
• Harga minyak naik dipicu penurunan tajam stok minyak AS dan kerusuhan yang berkembang di Mesir. Data stok minyak mingguan AS turun lebuh dari 10 juta barel, penurunan terbesarnya dalam tahun ini selama hampir 13 tahun terakhir. Harga minyak mentah AS naik $1,65 di $101,25 per barel setelah mencatat intraday high di $102,18. Sedangkan harga minyak Brent naik $1,75 ke $105,75.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar