Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Senin, 26 Maret 2012

OUTLOK US & GLOBAL 26 MARET 2012


• Euro menguat dan bursa saham dunia rebound pada hari Jumat, terangkat oleh saham‐saham energi dan material dasar, menyusul kekhawatiran tentang pertumbuhan global dikesampingkan oleh investor yang melihat keuntungan lebih lanjut dalam rally tahun ini. Harga komoditas menguat dipicu meredanya tekanan jual yang terjadi sejak Kamis setelah data manufaktur Cina dan zona euro yang dirilis lebih rendah dari perkiraan. Harga tembaga rebound dari level terendah 2 pekan di sesi sebelumnya, tertolong oleh melemahnya dolar, berkurangnya jumlah stok dan prospek meningkatnya tingkat konsumsi di atas level historisnya dari Codelco Chile, sebagai produsen utama dunia. Saham Eropa memangkas kerugiannya dan Wall Street menguat dipicu rebound pada saham energi dan material. Naiknya harga minyak mentah turut mengangkat saham sektor energi.
• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 34.59 poin atau 0.27% di 13,080.73. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 4.33 poin atau 0.31% di 1,397.11. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 4.60 poin atau 0.15% di 3,067.92.
• Sejumlah investor tengah mencari dukungan pekan ini dari aksi "window‐dressing” akhir kuartal, yaitu penyajian laporan keuangan yang lebih baik daripada keadaaan sesungguhnya.
• S&P index of energy shares <.GSPE> naik 1.0% sementara S&P materials index <.GSPM> juga bertambah 1.0%. Caterpillar Inc. <CAT.N> naik 1.3% ke level $107.83, memberikan dukungan terbesar bagi naiknya indeks Dow.
• Awalnya, bursa saham jatuh setelah Departemen Perdagangan melaporkan penjualan rumah baru di AS turun 1.6% di bulan Februari ke level tahunan 313.000 unit. Sedangkan data Januari direvisi turun menjadi 318.000 unit dari laporan awalnya 321.000 unit.
• Harga obligasi pemerintah AS naik untuk keempat kalinya secara berturut‐turut, membalik kerugian pekan sebelumnya, menyusul kekhawatiran tentang gambaran ekonomi di Cina dan Eropa diredam oleh perhatian investor pada peningkatan pasar tenaga kerja AS. Obligasi untuk tenor 10 tahun naik 13/32 dengan yield 2.24%.
• MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> naik 0.3%, sementara FTSEurofirst 300 <.FTEU3> memangkas kerugiannya untuk ditutup melemah 0.01% di level 1,079.42.
• Dolar mendapat dukungan dari meningkatnya gambaran ekonomi AS yang kontras dengan kondisi ekonomi zona euro yang sebagian besar anggotanya tengah dilanda krisis keuangan yang parah dan terancam jatuh kedalam resesi. Namun euro berhasil naik 0.5% di $1.3267 dan indeks dolar turun 0.5% di 79.317 setelah kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi Eropa mereda, meskipun euro masih berpotensi menghadapi tekanan dalam pekan ini menjelang lelang obligasi Spanyol dan Italia.
• Harga minyak Brent ditutup naik $1.99 di $125.13 per barel, ditopang oleh kekhawatiran konflik militer dengan Iran akan menghambat suplai minyak mentah yang dapat memicu melonjaknya harga. Harga minyak mentah AS jenis light sweet crude oil <CLc1> naik $1.52 di $106.87 per barel.
• Harga emas naik lebih dari 1% dan mencatat kenaikan harian terbesarnya dalam sebulan terakhir, dipicu naiknya harga minyak dan melemahnya dolar. Harga emas berjangka untuk pengiriman April ditutup naik $19.90 di $1,662.40 per ounce. Sedangkan Reuters/Jefferies CRB Index <.CRB> of leading commodity prices naik 0.7% di 314.47.
• Data inflasi zona euro, indeks Ifo Jerman dan data kepercayaan konsumen di AS dan zona euro akan memperlihatkan perkembangan yang terjadi dan juga sentimen pasar dalam pekan ini. Spanyol ‐ yang tengah menghadapi pemogokan umum ‐ akan mengumumkan anggaran 2012, sementara pertemuan para menteri keuangan Uni Eropa akhir pekan akan mempertimbangkan seberapa besar upaya untuk membuat dana penyelamatan ESM yang baru. Jika sikap perlawanan Jerman dalam meningkatkan ukuran dana penyelamatan tidak melunak, maka pasar dapat mencium kelemahan dalam memutuskan untuk melindungi debitur zona euro yang lebih besar.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar