Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Kamis, 30 Juni 2011

IHSG OUTLOOK 30 JUNI 2011

- Hari ini adalah hari terakhir trading pada bulan Juni 2011, dan besok adalah pengumuman data inflasi, mudah-mudah IHSG di bulan Juli dapat bekerja lebih bagus dibandingkan kinerja IHSG di bulan Juni ini.
- IHSG pada penutupan tanggal 1 Juni 2011 berada pada level 3837.76, sedangkan penutupan pada hari Jumat kemarin berada pada level 3830.27, artinya masih minus 7 point, oleh karena itu bila Anda trading masih bisa untung saja (relative mengenai besar or kecilnya), maka Anda termasuk Trader yang baik dan beruntung dengan teknik bermain cepat, sedangkan trader yang lebih banyak buy and hold, saya yakin banyak saham yang nyangkut, kecuali bila Anda hold saham ASII. Hehe…
- Dow Jones selama 2 malam berturut-turut telah naik hampir 2%, demikian juga harga minyak dunia dalam waktu 2 hari ini telah naik dari 90 USD hingga saat ini diatas 95 USD.
- Kenaikan harga minyak dunia adalah cerminan krisis Yunani mulai mereda kembali, sehingga kita tidak susah-susah membaca berita tentang Yunani, cukup melihat harga minyak dunia saja.
- Secara teknikal seperti beberapa kali saya menulis harga minyak dunia pada level 90 USD adalah mendekati support, sehingga reboundnya harga minyak berpeluang besar reboundnya saham-saham berbasic batu bara kembali.
- Sedangkan besok adalah pengumuman data inflasi, bila angka inflasi rendah, maka akan baik buat sektor banking, consumer dan property.
- Untuk melihat saham inflasi bagus atau tidak cukup kita perhatikan, apakah Bandar berani mengangkat saham-saham BMRI dan BBRI, karena kedua saham ini sedang berada pada posisi resist, sehingga butuh alasan yang kuat dan momentum yang tepat serta volume yang tinggi agar BMRI dan BBRI mampu break resist sekaligus menciptakan harga tertinggi baru.
- Jadi Kesimpulannya :
  a. Harga minyak dunia naik akan bagus buat saham coal/batubara.
  b. Inflasi bagus akan bagus buat banking, property dan consumer.
  c. Sehingga bila kedua faktor ini terjadi (Data inflasi dan harga minyak),
      maka besar peluang IHSG akan mampu mencetak rekor tertinggi dengan
      tembus diatas 3872.
  d. Namun bila angka Inflasi jelek, maka berat IHSG untuk tembus diatas
      3872.
- Saat ini banyak saham-saham yang MA5, MA20, MA50 berdekatan, dan relative sepi dan gerakan harga semakin menyempit, artinya Bandar sedang menanti angka inflasi.
- Untuk hari ini IHSG hampir dipastikan berada di zona Hijau, namun yang perlu diperhatikan adalah apakah volumenya besar atau kecil? Bila volume besar dan menyeluruh terhadap beberapa saham besar, dan asing net buy besar pula, maka hampir dipastikan IHSG akan sanggup break all time new high

Chart :


Support & Resistant Tabel :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar