Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Senin, 13 Juni 2011

Outlook US & Global 13 Juni 2011

• Untuk basis mingguan, bursa saham utama dunia mengalami tekanan ke‐5 dari 6 pekan terakhir per penutupan Jumat lalu, akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global, di tengah memburuknya data ekonomi AS yang diikuti oleh rilis pesimis data ekspor Mei Cina serta masih meningkatnya uncertainty seputar krisis utang Yunani.
• Euro mengalami penurunan terbesar dalam sebulan atas dolar AS sebagai keprihatinan atas krisis utang Yunani yang mencuat kembali di tengah pasar, serta pudarnya antusiasme investor terhadap prospek kenaikan suku bunga Eropa. Sementara harga minyak merosot signifikan setelah Arab Saudi menawarkan lebih banyak kapasitas produksi pada perusahaan‐perusahaan penyulingan di Asia.
• Ketakutan terhadap hambatan pemulihan ekonomi global meningkat setelah data menunjukkan pertumbuhan ekspor China melambat pada bulan Mei ‐ mengikuti rentetan laporan pesimis data ekonomi AS beberapa minggu terakhir ini. Selasa (14/Juni) pasar akan kembali fokus pada data ekonomi Cina, yakni indikator inflasi (CPI dan PPI) periode Mei. Data CPI April Cina sebelumnya adalah 5.3% dan PPI Aprilnya adalah 6.8%. Jika terjadi rilis signifikan di atas atau di bawah periode sebelumnya akan mengundang reaksi pasar, karena di satu sisi lemahnya inflasi mengindikasikan keberhasilan pengetatan moneter Cina untuk meredam ekonominya. Sementara rilis signifikan di atas level‐level tersebut akan memberikan indikasi pengetatan moneter lebih agresif akan dilakukan Cina – yang beresiko menahan langkah pemulihan ekonomi global, karena Cina saat ini dianggap sebagai kekuatan ekonomi baru.
• Indeks MSCI untuk bursa saham dunia turun 1,5% Jumat lalu, penurunan yang ke‐5 dari 6 pekan terakhir – yang mengakumulasi total tekanan sebesar 7% sekaligus menghapus hampir semua keuntungan sepanjang tahun ini. Wall Street juga turun tajam Jumat tersebut, ditandai dengan berakhirnya indeks Nasdaq di wilayah negatif untuk tahun 2011 ini, sementara indeks Dow Jones untuk pertama kalinya ditutup di bawah 12.000 sejak pertengahan Maret. Bursa saham Eropa ditutup di level terendah 3 bulan dan mengakumulasi tekanan dalam 6 pekan berturut‐turut. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> Eropa turun 1,4% ke 1,089.55.
• Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> turun hampir 3% ke level 98,92 setelah penutupan NY Jumat, setelah jatuh hingga ke sesi rendah $98,60/barel. Harga minyak mentah berjangka brent <LCOc1> juga tertekan ke $118,78/barel, setelah sempat naik hingga level tertinggi sejak 5 Mei, di $120,07. Top eksportir minyak Arab Saudi menawarkan lebih banyak minyak untuk kilang‐kilang minyak Asia di bulan Juli, demikian dikatakan sebuah sumber industri yang mengetahui kesepakatan tersebut. Ini adalah bukti bahwa negara produsen minyak terbesar dunia tersebut mengambil langkah untuk meningkatkan pasokan secara sepihak setelah gagal mencapai kesepakatannya dalam pertemuan OPEC minggu lalu.
• EURUSD turun lebih dari 1% menjadi 1,4323, sebuah penurunan terbesar harian sejak 11 Mei. EURJPY juga lebih dari 1% ke 115,18 – akibat belum jelasnya solusi para petinggi Eropa untuk krisis utang Yunani. Tuntutan Jerman agar pihak swasta memberikan kontribusi terhadap bail out lanjutan sebagai solusi jangka pendek krisis utang Yunani masih ditentang ECB.
• Menurut analis, ketidakpastian terhadap solusi Yunani masih akan menjadi fokus pasar minggu ini, bahkan ada estimasi yang mengatakan consensus belum akan tercapai dengan utuh hingga pertemuan menteri‐menteri keuangan Eropa pada 20 Juni mendatang – yang agenda utamanya adalah menentukan prasyarat untuk pencairan bail out lanjutan, yang rencananya bulan Juli 2011.
• Menambah sentimen bearish pasar adalah merosotnya antusiasme investor terhadap prospek kenaikan suku bunga ECB setelah Bank Sentral Eropa tersebut mempertahankan proyeksi inflasi untuk tahun 2012. Dalam konferensi pers usai pertemuan regular Kamis minggu lalu, presiden ECB, Jean‐Claude Trichet memperkuat pandangan pasar bahwa suku bunga akan berlanjut dinaikkan pada Juli nanti, namun estimasi kenaikan berikutnya yang berkembang di pasar adalah di tahun 2012.
• Data ekonomi AS yang akan menjadi fokus pasar berikutnya adalah inflasi, yang nampaknya masih jinak – yang akan membuat The Fed AS memegang teguh sikapnya terhadap kebijakan moneter yang ultra‐longgar maupun ultra‐rendah untuk jangka waktu yang panjang. Sementara rilis pesimis data ekonomi AS belakangan ini menyebabkan investor cenderung memegang aset‐aset aman resiko seperti obligasi dan menjauhi diri dari pasar ekuitas – khususnya menjelang tahap akhir program quantitative easing ke‐2 (QE2) pada akhir Juni ini. Akhir dari QE2 berarti ‘penarikan uang dari meja’, likuiditas akan rendah dan akan meningkatkan resiko bagi aset‐aset yield tinggi (resiko tinggi) dan pasar negara berkembang.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar