Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Jumat, 10 Juni 2011

Outlook US & Global 10 Juni 2011

• Bursa saham AS dan Eropa rebound pada hari Kamis menghentikan tekanan dalam 6 sesi berturut‐turut sebelumnya. Harga komoditas minyak juga melonjak, sementara euro tergelincir terhadap dolar setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan prakiraan inflasi untuk tahun depan.
• Data menunjukkan rekor ekspor April AS, yang meredam kekhawatiran akan terhadangnya langkah pemulihan ekonomi dan mendorong investor untuk membeli saham‐saham yang sebelumnya tertekan. Saham‐saham komoditas memimpin kenaikan ditengarai oleh naiknya harga komoditas minyak, emas dan perak. Indeks MSCI untuk saham dunia naik 0,4% dan indeks saham Eropa FTSEurofirst300 <.FTEU3> naik 0,9% ‐ mengakhiri tekanan beruntun sejak tanggal 31 Mei lalu.
• Ekspor AS mengalami kenaikan yang cukup dramatis, memberikan angin positif untuk pasar saham yang mengalami tekanan dalam 6 sesi berturut‐turut. Minat akan aset‐aset beresiko, dalam hal ini saham, pun meningkat kembali. Di bursa Wall Street, saham Fusion‐io Inc, produsen storage untuk memori hardware dan software untuk pusat data, melonjak 18%.
• Harga minyak rally di tengah kekhawatiran tentang pasokan setelah pertemuan OPEC Rabu lalu gagal menyepakati peningkatan target produksi. Harga minyak mentah brent di pasar berjangka <LCOc1> naik ke level tertinggi 5 minggu, di $119,57/barel, sementara harga crude oil di bursa berjangka AS <CLc1> naik ke $101,88 setelah penutupan sesi NY Kamis, setelah mencoba day high $102,44.
• Harga emas di pasar spot berada di areal 1,544.40/ons, turut dipengaruhi oleh naiknya harga komoditas minyak memicu kekhawatiran inflasi sehingga mengundang daya pikat emas. Harga logam mulian lainnya, perak <XAG=>, juga naik ke level $37,56/ons. Indeks komoditas Reuters‐Jefferies CRB <. CRB>, benchmark global untuk komoditas, naik 0,7%.
• EURUSD jatuh ke 1,4478 dan menutup perdagangan Kamis di sekitar 1.4500an, atau turun 0,5% di hari itu. Bank Sentral Eropa mempertahankan tingkat suku bunga di 1,25%. Sementara dalam konferensi pers, Presiden ECB Jean‐Claude Trichet, memberikan sinyal langkah kenaikan suku bunga lanjutan akan terjadi bulan depan – seperti yang sebelumnya sudah diantisipasi pasar. ECB juga mempertahankan proyeksi inflasi 2012 di level 1,7%, di bawah estimasi. Prospek inflasi yang stabil tersebut akan memperlambat fase kenaikan suku bunga Eropa.
• Investor pun memangkas proyeksi mereka untuk total kenaikan suku bunga Eropa di 12 bulan ke depan menjadi 75bps (0.75%) dari sebelumnya rata‐rata 80 bps.
• Kurangnya detail mengenai paket bailout baru untuk Yunani dan kemungkinan penghapusan di sektor perbankan dalam hal restrukturisasi utang Yunani juga memburuk sentimen mata uang euro. Moody's mengatakan akan sulit untuk membayangkan kreditor swasta berpartisipasi secara sukarela dalam restrukturisasi hutang.
• Bailout terbaru untuk Yunani cenderung bertotal sekitar 120 milyar euro, demikian dikatakan oleh beberapa sumber resmi Kamis kemarin – lebih tinggi dari angka 90 milyar euro yang diindikasikan oleh petinggi‐petinggi Eropa sebelumnya. Aksi sell on rally euro sepertinya memang masih bias – dipengaruhi mulai dari prospek kelanjutan kenaikan suku bunga yang terlalu optimis serta masih belum jelasnya nasib krisis utang Yunani.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar