Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Jumat, 16 Agustus 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 16 AGUSTUS 2013


  • Pasar ekuitas global melemah signifikan dan harga obligasi turun pada hari Kamis setelah perlahan‐lahan membaiknya data pekerjaan AS dan kenaikan harga konsumen, ditambahkan spekulasi akan kebijakan Federal Reserve dimana akan segera mulai mengurangi dukungannya terhadap perekonomian dan harga aset.
  • Jumlah masyarakat Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran melemah hampir menyentuh di angka enam tahun terendah pekan lalu, sementara kenaikan harga konsumen menunjukkan bahwa terdapat potensi penurunan yang mampu memberikan dampak ketidakstabilan perekonomian yang sudah mulai membaik.
  • Ketiga indeks saham utama AS membukukan penurunan persentase terbesar mereka dalam hampir dua bulan, melemah 1,4 persen atau lebih. Hasil Treasuries AS naik ke level tertinggi dalam dua tahun, dimana obligasi dengan jatuh tempo 10‐tahun catatan meningkat sebesar 2,8 persen untuk pertama kalinya sejak Agustus 2011.
  • Indeks bursa saham utama Eropa melemah lebih dari 1 persen, seiring indeks pasar utama ekuitas global,mengalami beberapa kerugian. indeks FTSE 100 Inggris <. FTSE> turun 1,6 persen, meskipun indeks negara regional lainnya di Eropa menunjukkan penurunan yang lebih kecil.
  • "It's a set of data that will add to the September tapering conversation," Tom Porcelli, chief U.S. economist di RBC Capital Markets, New York, berbicara tentang kemungkinan dimulainya pengurangan pembelian obligasi oleh the Fed.
  • "The bottom line is that the tapering will probably happen either in September or October, but it will be a gradual one."
  • Pertemuan kebijakan Fed berikutnya akan diselenggarakan pada tanggal 17‐18 September, pertemuan ini kemungkinan akan membuahkan keputusan tentang pembelian obligasi bulanan bank sentral sebesar 85 miliar dollar.
  • Bicara tentang timing penghentian pembelian obligasi Fed, telah mendominasi pasar, seiring kemungkinan memberikan dampak pada meningkatkan hasil US Treasury dan permintaan terhadap dolar. Penurunan stimulus juga bisa memberikan dampak negative terhadap saham dan komoditas, yang telah memberikan dampak positif selama ini terhadap bursa saham seiring bank sentral dunia dimana telah cukup prima akan likuiditasnya.
  • Indeks Dow Jones industrial average <. DJI> ditutup turun 225,47 poin, atau 1,47 persen, pada level 15,112.19. The Standard & Poor 500 Index <. SPX> turun 24,07 poin, atau 1,43 persen, pada level 1,661.32. Nasdaq Composite Index <. IXIC> merosot 63.16 poin, atau 1,72 persen, ke level 3,606.12.
  • Indeks global MSCI, indeks utama seluruh negara di dunia <. MIWD00000PUS> turun 0,9 persen, sementara FTSEurofirst 300 <. FTEU3> dari saham terkemuka Eropa melemah 1,01 persen ditutup di level 1,227.79.
  • Pasar keuangan sebagian besar telah mengambil posisi untuk menghadapi dampak dari keputusan the Fed untuk mulai mengurangi pembelian obligasi pada bulan September. namun indikasi dimana cukup bertentangan dan mempengaruhi para pembuat kebijakan seperti melemahnya data inflasi telah cukup melemahkan keyakinan untuk mengurangi pembelian pbligasi bank sentral.
  • Pada hari Rabu, Presiden Fed St Louis James Bullard mengutip prospek inflasi ketika ia mengatakan bahwa ia belum memutuskan apakah pertemuan kebijakan bulan depan akan terlalu cepat untuk keputasan akan pengurangan pembelian aset, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.
  • "The data continues to improve and impress the marketplace, and I think the data will continue in this direction," ucap Charles Comiskey, head of Treasuries trading di Bank of Nova Scotia, New York. "Then the question becomes not whether they are going to taper in September, but how much they will taper."
  • Poin utama Corporate news terhadap perekonomian Amerika masih tetap lemah.
  • Wal‐Mart Stores Inc <WMT.N> merilis data akan pengurangan pendapatan dan perkiraan keuntungan untuk tahun ini seiring pembeli AS terkena dampak oleh pajak gaji yang lebih tinggi dan bensin pricier. Saham Wal‐Mart turun 2,6 persen ditutup pada level 74,41.
  • Cisco Systems <CSCO.O> mengatakan pada hari Rabu itu akan melakukan pengurangan karyawan sebesar 4.000 pekerjaan, atau 5 persen dari angkatan kerja, untuk mengurangi biaya. Sahamnya melemah 7,2 persen di level 24,485 seiring para broker
    memangkas target harga mereka terhadap saham ini.
  • Sebuah prospek ekonomi yang membaik untuk zona euro mendorong investor melakukan aksi jual obligasi jerman, mendorong yield ke level tertinggi sejak bulan Maret 2012.
  • Rilis data pada hari Rabu memberikan konfirmasi untuk zona euro yang telah keluar dari resesi panjang pada kuartal kedua, dan survei bisnis awal pekan ini meningkatkan harapan pemulihan perekonomian yang cepat di paruh kedua tahun ini.
  • Pada hari Kamis, yield obligasi Jerman dengan jatuh tempo 10 tahun meningkat setinggi 1,906 persen, sedangkan obligasi AS untuk jatuh tempo 10 tahun turun 15/32 dengan yield sebesar 2,7645 persen setelah sebelumnya yield menyentuh level 2,823 persen.
  • Dolar ditutup menguat mendekati level tertinggi satu pekan terhadap euro dan meningkat di atas level tertinggi satu pekan terhadap yen, sebelum dollar kembali melemah.
  • EURUSD terakhir naik 0,73 persen di level 1,3352, sementara dolar terhadap yen melemah sebesar 0,96 persen di level 97,19 yen.
  • Pergerakan harga emas menguat mendekati level tertinggi dua bulan seiring melemahnya dolar AS memicu aksi short‐covering dan breakout teknis setelah harga menembus resistance utama di level 1.350 dollar/ounce.
    (vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar