Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Senin, 19 Agustus 2013

OUTLOOK US & GLOBAL 19 AGUSTUS 2013


  • Imbal hasil obligasi AS naik ke level tertinggi dua tahun pada hari Jumat seiring para investor khawatir Federal Reserve akan mulai kebijakan stimulus pada bulan depan, sementara indeks saham dunia jatuh menyentuh level penurunan mingguan terbesar mereka dalam hampir dua bulan.
  • Kenaikan imbal hasil obligasi AS mendorong dolar naik terhadap mata uang utama, meskipun sempat melemah setelah data menunjukkan sentimen konsumen AS menurun pada bulan Agustus sedangkan perumahan baru dan izin naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Juli.
  • Bursa saham AS berakhir lebih rendah, dengan Dow membukukan penurunan mingguan terbesar tahun ini karena kenaikan suku bunga berdampak negative . Saham Eropa berakhir lebih tinggi setelah mencapai tertinggi dua tahun pada awal pekan ini.
  • "It's a further belief that the economy is on a more sustainable path," ucap Jennifer Vail, head of fixed income di U.S. Bank's wealth management group, Minneapolis. "The market believes that we are closer to the end of not only bond purchases, but also the end of near‐zero interest rate policy."
  • Treasury note untuk jatuh tempo 10 tahun melemah 18/32, dengan yield 2,8288 persen. Ditengah volume transaksi perdagangan moderat, yield 10‐tahun mencapai level tertinggi 2,866 persen, level yang belumpernah tersentuh sejak 29 Juli 2011.
  • Pasar obligasi telah mengalami penjualan tajam sejak Fed mulai berbicara kembali tentang pembelian obligasi. Yield obligasi dengan jatuh tempo 10 tahun telah meningkat dari sekitar 1,6 persen pada awal Mei.
  • Sebuah jajak pendapat Reuters yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan Fed untuk mengurangi pembelian obligasi pada 17‐18 pertemuan kebijakan September, dengan konsensus mengharapkan bahwa bank sentral AS akan mengurangi pembelian hingga 15 miliar dolar awalnya sebesar 85 milyar dollar.
  • Di Wall Street, saham mengalami tekanan seiring pertumbuhan pendapatan perusahaan dibawah ekspektasi. Dari Wal‐Mart <WMT.N> , Gap <GPS.N> , <MN> Macy, <MCD.N> McDonald merasakan dampak dari pemulihan ekonomi yang tidak merata.
  • "We haven't seen the revenue growth the market was anticipating," ucap Rick Meckler, president of investment firm LibertyView Capital Management di Jersey City, New Jersey.
  • "We are unlikely to see a large‐scale correction in the market right now, but it certainly is losing the momentum that took it to strong highs earlier this year," ucap nya.
  • Indeks saham dunia MSCI <. MIWD00000PUS>, gabungan dari pasar ekuitas terbesar untuk 45 negara, sedikit berubah pada hari Jumat melemah 1 persen di minggu ini, penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juni.
  • Indeks Dow Jones industrial average <. DJI> anjlok 30.72 poin, atau 0,20 persen, menjadi ditutup pada 15,081.47. The Standard & Poor 500 Index <. SPX> kehilangan 5,49 poin, atau 0,33 persen, menjadi berakhir pada 1,655.83. Nasdaq Composite Index <. IXIC> melemah 3,34 poin, atau 0,09 persen, ke 3,602.78.
  • Logam mulia seperti emas dan platinum telah meningakt dengan cukup baik, meskipun mereka bisa terancam jika Fed menerapkan kebijakan stimulus. Emas mencapai level tertinggi dua bulan $ 1,379.60 dengan platinum dan paladium juga di tertinggi dua bulan.
  • Harga minyak berakhir lebih tinggi, dengan minyak Brent membukukan persentase kenaikan mingguan terbesar dalam enam minggu karena gejolak di Mesir dan Libya memicu kekhawatiran tentang keamanan pasokan minyak.
  • Brent crude futures untuk periode Oktober naik 80 sen untuk menetap di $ 110,40 per barel. Minyak AS periode September naik 13 sen menjadi menetap di $ 107,46.
    (vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar