Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Senin, 30 Januari 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 30 JANUARI 2012


• Bursa dunia jatuh pada hari Jumat dipicu rilis data PDB AS yang lebih rendah dari perkiraan di kuartal keempat 2011, sementara euro menguat ditengah harapan akan segera tercapai kesepakatan utang Yunani yang akan membantu menghindari terjadinya default yang berkelanjutan. Ekonomi AS mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 2,8% di kuartal keempat 2011, merupakan pertumbuhan terkuatnya dalam 1,5 tahun. Namun masih berada di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memprediksi akan mencatat pertumbuhan sebesar 3%, hal ini memberikan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS di tahun 2012 ini. Dalam sidangnya pekan kemarin, The Fed memberikan gambaran bahwa ekonomi AS masih menghadapi tantangan dan cenderung melemah, dan menunda kenaikan suku bunga hingga 2014. The Fed juga mengisyaratkan akan membeli lebih banyak lagi obligasi guna mendorong percepatan pemulihan ekonomi.
• Rilis data GDP AS telah memicu turunnya harga minyak dari level intraday high dan menguntungkan aset‐aset aman seperti emas dan obligasi pemerintah AS dan Jerman. Harga emas naik untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut seiring komitmen The Fed yang akan mempertahankan suku bunga rendah, yang memicu tertekannya dolar. Emas terakhir bergerak di sekitar $1739.19 per ounce, naik 1,0% dan 4,9% dalam sepekan, mencatat kenaikan mingguan terkuatnya sejak Oktober.
• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 74.17 poin atau 0.58% di level 12,660.46. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir turun 2.11 poin atau 0.16% di 1,316.32. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup naik 11.27 poin atau 0.40% di level 2,816.55. Indeks Dow dan S&P masing‐masing mencatat turun 0,45% dan 0,08% untuk pekan pertamanya dalam 4 pekan terakhir. Sedangkan Nasdaq naik 1.07% pekan kemarin. Rilis mengecewakan untuk laporan laba perusahaan AS juga turut membebani Wall Street. Chevron Corp <CVX.N> turun 2.5% ke level $103.96 dan memberi tekanan terberat bagi indeks Dow setelah perusahaan minyak No.2 AS tersebut melaporkan perolehan laba yang melemah, dan lebih rendah dari ekspektasi pasar. Procter & Gamble Co <PG.N> turun 0.77% setelah melaporkan laba 2012 bakal turun akibat menguatnya dolar dan Ford Motor Co <F.N> turun 4.2%.
Harapan bahwa Facebook akan segera go public telah membantu membatasi pelemahan Wall Street. Perusahaan jejaring sosial terbesar dunia tersebut berencana untuk mengarsipkan dokumen secepatnya pada hari Rabu untuk penawaran umum perdana yang bernilai antara $75 milyar dan $100 milyar, demikian Wall Street Journal mengutip sebuah sumber tak dikenal Jumat kemarin.
• Sementara untuk FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup melemah 1% dan berakhir melemah 0.23% dalam sepekan, yang merupakan pelemaham mingguan pertamanya sejak medio Desember. Indeks Nikkei Jepang juga ditutup melemah 0.09%. Sementara MSCI world equity index turun 0.09% setelah menembus level tertinggi sejak Agustus.
• Turunnya yield obligasi di sejumlah negara Eropa memperlihatkan tumbuhnya kepercayaan investor. Yield obligasi Italia tenor 6 bulan turun di bawah 2%, level terendahnya sejak Mei, sementara untuk yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun menembus level terendahnya sejak November 2010.
• Fitch Ratings kembali memberikan gambaran buruk situasi keuangan zona euro. Lembaga pemeringkat tersebut telah menurunkan peringkat Italia, Spanyol, Belgia, Slovenia dan Cyprus, dan menambahkan kemungkinan akan dilakukan downgrade lanjutan dalam 2 tahun kedepan. Euro menguat 0.95% terhadap dolar di $1.3226 setelah mencatat level tertinggi dalam 6,5 pekan. Namun dolar melemah 0.76% terhadap sejumlah rivalnya, mencatat koreksi mngguan tertajamnya sejak medio Oktober. Dolar juga melemah terhadap yen sekitar 1% di 76.65 yen. Brent crude oil <LCOc1> ditutup naik 67 sen, atau 0.6% ke level $111.46 per barel, sementara U.S. crude futures <CLc1> turun 14 sen atau 0.14% di $99.56 per barel.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar