Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Jumat, 06 Januari 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 6 JANUARI 2012


• Euro anjlok ke level terendah lebih dari 1 tahun terhadap dolar dan menembus level terendah 11 tahun terhadap yen pada hari Kamis dipicu rilis optimis data ekonomi AS dan kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa yang kemugkinan akan meluas dikawasan tersebut. Rilis optimis data telah membantu bursa saham AS untuk ditutup menguat, sementara bursa saham Eropa berakhir melemah. Data ekonomi AS menunjukkan perusahaan‐perusahaan swasta menambah pekerjaan sebanyak 325.000 di bulan Desember, lebih dari 2 kali lipat yang diperkirakan kalangan ekonom, meskipun data tersebut nampaknya banyak dipengaruhi oleh faktor musiman. Data lainnya juga menunjukkan klaim untuk tunjangan pengangguran turun sebanyak 15000 di pekan lalu. Pertumbuhan sektor jasa AS di bulan Desember juga dilaporkan meningkat.
• Terhadap yen Jepang, euro terkoreksi ke level intraday low 98.45 yen, berada di sekitar level terendah Desember 2000, sebelum kemudian bergerak di sekitar 98.72.
• Kondisi yang kontras terlihat di Eropa, dimana para investor khawatir mengenai bagaimana perbankan akan memperbaiki balance sheets atau neracanya, saham‐saham finansial justru telah membantu mengangkat indeks saham AS. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> ditutup naik 0,29%, dan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 0,81%. Sedangkan Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir turun 0,02%.
• Euro diprediksi masih akan mengalami tekanan dalam tahun ini, khususnya karena pemerintah dan perbankan mencari ratusan milyar untuk membayar obligasi yang jatuh tempo di kuartal pertama. Lelang obligasi Perancis dan Jerman pekan ini gagal untuk meredam kekhawatiran pasar. Pasar juga mencemaskan kemungkinan Perancis kehilangan peringkat tertingginya setelah lembaga Standard & Poor's memberikan peringatan di awal Desember mengenai kemungkinan penurunan besar‐besaran untuk peringkat utang sejumlah negara zona euro. Tes berikutnya untuk kepercayaan investor nampaknya akan terjadi pekan depan ketika Spanyol dan Italia, 2 negara yang sangat beresiko mengalami krisis akibat tertular Yunani, Irlandia dan Portugal, akan melelang obligasinya.
• Bursa saham Eropa mengalami tekanan, menyusul saham bank ternama Italia, Unicredit <CRDI.MI>, mengalami penundaan dalam transaksinya sebanyak 5 kali akibat mengalami kerugian yang hebat.
• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup turun 0,79% di 1013.39. sektor perbankan Eropa kembali tertekan, dengan STOXX Europe 600 Banks index <.SX7P> turun 3,24%.
• Harga minyak berjangka jenis Brent turun setelah bergerak naik‐turun menyusul meningkatnya stok minyak mentah AS dan penguatan dolar yang mengimbangi kekhawatiran mengenai sikap Iran. Brent February crude <LCOG2> turun 96 sen atau 0,84% dan ditutup di $112.74 per barel.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar