Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Selasa, 01 November 2011

OUTLOOK US & GLOBAL 1 NOVEMBER 2011


• Pasar saham global anjlok pada sesi Senin karena meningkatnya keraguan tentang rencana penanganan krisis utang zona euro yang menahan kinerja positif bursa pada Oktober. Penguatan dollar AS setelah intervensi Jepang untuk melemahkan yen juga memicu penjualan ekuitas, komoditas dan aset berisiko lainnya sebaliknya meningkatkan pembelian obligasi pemerintah.
• Kekhawatiran tentang krisis utang Eropa berdampak pada saham MF Global <MF.N>, pialang berjangka AS, yang memiliki ekposur besar pada obligasi kawasan Uni‐ Eropa. Saham MF jatuh dalam beberapa hari terakhir, MF mengajukan kebangkrutan pada awal pekan ini. Meskipun mencatat kerugian pada sesi Senin namun indeks S&P500 <. SPX> tercatat menguat 10,8% pada Oktober atau persentase kenaikan terbesar sejak Desember 1991.
• Optimisme investor terhadap penanganan krisis hutang Uni‐Eropa mulai memudar, menekan laju harga minyak dan harga komoditas lainnya. Minyak jenis US crude <CLc1> turun 13 sen ke 93,19 USD per barel.
• Dollar AS sempat melonjak ke level tertinggi sejak 3‐bulan terhadap yen, sehingga mendorong harga komoditi dalam dollar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya. Turunnya harga logam memukul saham‐saham pertambangan, sementara saham perbankan turun menyusul berkembangnya keraguan baru atas rencana penanganan krisis hutang para pemimpin Eropa.
• Otoritas Jepang melakukan penjualan yen secara masif untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari tiga bulan terakhir, dan menyatakan upaya intervensi ini ditujukan untuk melawan aksi spekulatif yang merugikan ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut. Analis memperkirakan Bank of Japan melibatkan dana senilai antara 65 hingga 75 miliar USD dalam intervensi kali ini.
• Dolar AS, yang telah jatuh ke rekor rendah 75,55 <JPY=> sebelumnya di perdagangan Asia, naik lebih dari 4% sampai setinggi 79,55, untuk kemudian ditutup naik 3,1% ke 78,18. Pelaku pasar mengatakan intervensi seharusnya dilakukan dalam tempo lebih panjang untuk mendapatkan hasil yang stabil dan berkesinambungan. • Euro menghapus penguatan besar pada pekan lalu seiring kenaikan dollar AS. Euro tercatat melemah 2,2% ke 1,3844 <EUR=>, anjlok dari level tertinggi 7‐pekan
terakhir di 1,4247 Kamis pekan lalu menyambut rencana penyelamatan utang‐zona euro. Selama Oktober euro rercatat menguat 3,4%, merupakan kinerja bulanan terbaik dalam enam bulan terakhir. Namun demikian spekulasi tentang potensi pemotongan suku bunga ECB masih berpotensi memberikan tekanan lanjutan untuk euro.
• Seiring dengan penguatan euro, ekuitas juga menghapus keuntungan tajam yang tercetak pada pekan lalu, meskipun beberapa analis berpandangan pelemahan ini hanya bersifat sementara. Indeks The MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> turun 2,4% anjlok dari level tertinggi dalam 3‐bulan yang tercetak pekan lalu. Indeks tersebut tercatat menguat 10% selama Oktober, kenaikan bulanan terbesar sejak April 2009.
• Sementara itu bursa saham Amerika turun akibat lonjakan dolar AS yang menekan harga komoditas dan meredam minat terhadap aset beresiko lainnya. Indeks Dow Jones <DJI.> turun 276,10 poin atau 2,26% ke 11,955.01, indeks S&P500 <SPX.> turun 31,79 poin atau 2,47% ke 1,253.30 dan indeks Nasdaq <. IXIC> melemah 52,74 poin atau 1,93% ke 2,684.41. Harga spot emas turun seiring lonjakan dolar yang membuat investor melepas kepemilikan emasnya. Spot emas <XAU=> terakhir turun 1,5% ke 1,723.71 USD per troyounce,mengurangikenaikanbulananmenjadi5,7%selamaOktober.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar