Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Kamis, 01 Desember 2011

OUTLOOK US & GLOBAL 1 DESEMBER 2011


• Bursa saham global dan euro menguat tajam terdorong aksi gabungan bank sentral negara‐negara maju untuk menyediakan likuiditas dalam bentuk dollar AS dengan biaya lebih murah sebagai upaya untuk menanggulangi kemungkinan ketatnya likuiditas seiring dengan krisis hutang Uni‐Eropa.
• Bank sentral negara‐negara maju yang terdiri dari The Federal Reserves, European Central Bank, Bank of Japan, Bank of Canada, Bank of England dan Switzerland National Bank melakukan upaya terkoordinasi untuk menjamin ketersediaan likuiditas dalam bentuk dollar AS di sistem keuangan global, yaitu dengan melakukan pemangkasan biaya sebesar 50 basis poin.
• Indeks bursa saham global yang terangkum dalam MSCI's all‐country world index <.MIWD00000PUS> melonjak 3.6% dan bursa saham eropa <.FTEU3> juga ditutup menguat 3.6%.
• Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 490.05 poin atau 4.24% ke 12,045.68, ini merupakan performa harian terbesar sejak Maret 2009 silam. Indeks S&P 500 <.SPX> menguat 51.77 poin atau 4.33% ke 1,246.96 dan Nasdaq <.IXIC> ditutup menguat 104.83 poin atau 4.17% ke 2,620.34. Turut menopang sentimen positif adalah data‐data ekonomi November yang menggembirakan, menunjang ekspektasi bahwa Amerika telah berada dalam lajur pemulihan ekonominya. Diantaranya adalah data yang menunjukkan bahwa sektor privat Amerika menarik karyawan dalam jumlah terbesar dalam kurun 1‐tahun terakhir, sementara aktifitas bisnis di kawasan Midwest Amerika bertumbuh lebih pesat dari perkiraan.
• Penguatan tajam bursa saham global sebelumnya telah mendapat sokongan dari langkah bank sentral Cina – PBOC yang memutuskan memangkas reserves ratio requirement untuk perbankan untuk pertama kalinya sejak 3‐tahun terakhir. Langkan bank sentral Cina dan langkah terkordinasi bank sentral negara maju tersebut merupakan salah satu upaya antisipasi dari kemungkinan resesi global seiring krisis hutang Uni‐Eropa yang mulai menjalar ke ekonomi yang lebih besar di kawasan tersebut.
• Kondisi tersebut kemudian meningkatkan minat investor terhadap aset beresiko, menunjang performa bursa saham dan komoditas sementara disisi lain menekan performa aset berstatus safe haven terutama dollar AS dan obligasi pemerintah Amerika. Indeks dollar AS terhadap sekumpulan mata uang terkemuka dunia <.DXY> turun 0,8%, sebaliknya euro <EUR=> menguat 0,8% terhadap dollar AS ke 1.3440 setelah sempat menguat hingga level 1.3531.
• Harga minyak dunia ditutup beragam, dimana minyak jenis Brent crude futures melemah setelah laporan kenaikan cadangan minyak Amerika, ICE January Brent crude <LCOc1> ditutup melemah 30 cent ke 110.52 USD per barrel. Sedangkan minyak jenis U.S. crude untuk pengiriman Januari 2012 <CLc1> mencatat kenaikan 57 cents ke 100.36 USD per barrel.
• Emas menguat sekitar 2%, mencatatkan diri sebagai perfomr 3‐harian terbaik sejak lebih dari 1‐bulan terakhir. Penguatan tersebut ditunjang oleh maraknya aksi beli investor yang mempergunakan emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap kemungkinan depresiasi mata uang lebih lanjut pasca aksi gabungan dari bank sentral negara‐negara maju. Harga spot emas ditutup menguat 1.8% ke 1,745.89 USD per troy ounce.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar