Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Selasa, 20 Desember 2011

OUTLOOK US & GLOBAL 20 DECEMBER 2011


• Bursa saham global kembali terpuruk pada sesi awal pekan ini dimana investor menyambut dingin langkah petinggi Uni‐Eropa untuk mengetatkan kebijakan fiskal kawasan untuk menanggulangi semakin mendalamnya krisis yang akan menekan pertumbuhan ekonomi global. Turut memberikan tekanan pada sentimen pelaku pasar adalah sulitnya tercapai kesepakatan diantara para menteri‐menteri keuangan Uni‐Eropa dalam meningkatkan dana talangan yang akan digunakan IMF senilai 200 miliar euro, Inggris menolak ikut dalam program tersebut.
• Bursa saham Amerika turun sekitar 1%, sementara bursa saham eropa ditutup melemah dalam sesi perdagangan yang cukup sempit tertekan data perumahan Cina yang meningkatkan kekhawatiran akan permintaan dari negara tersebut yang kemudian menekan saham‐saham perusahaan pertambangan. Sementara itu komentar dari Presiden ECB Mario Draghi, menambah suram sentimen pelaku pasar akan prospek ekonomi Uni‐Eropa yang tengah menghadapi kemungkinan perlambatan yang signifikan, Draghi juga menekankan bahwa tahun 2012 akan merupakan tahun yang sangat sulit bagi sektor perbankan.
• Saham dari institusi keuangan terbesar Amerika kembali anjlok tajam, dimana saham Bank of America Corp ditutup dibawah level 5 USD per lembar, yang merupakan level terendahnya sejak krisis keuangan 2009 silam. Sedangkan saham Citigroup Inc turun 4,7% ke 24.82 USD per lembar.
• Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup melemah 100.13 poin atau 0.84% ke 11,766.26, indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> ditutup melemah 14.31 poin atau 1.17% ke 1,205.35 dan Nasdaq <.IXIC> merosot 32.19 poin atau 1.26% ke 2,523.14. Sementara itu indeks the FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 0,1% ke 957.45. Indeks bursa saham global yang terangkum dalam MSCI's all‐country world index <.MIWD00000PUS> turun 1.2%.
• Kekhawatiran akan mengerucutnya krisis hutang Uni‐Eropa kembali menekan euro ke level terendahnya sejak 11‐bulan terakhir. Sementara itu dolar AS mendapat sokongan dari maraknya aksi beli investor terhadap aset safe haven menyusul ketidakpastian kondisi politik di Semenanjung Korea pasca kematian pemimpin Korut Kim Jong‐il. Euro telah mengalami tekanan sejak akhir pekan lalu setelah lembaga pemeringkat Fitch menyatakan akan memangkas peringkat hutang Perancis dan 6 negara Uni‐Eropa lainnya karena solusi yang komprehensif akan penanganan krisis hutang kawasan “secara teknikal dan politis sangat sulit tercapai”. Euro berakhir melemah 0,4% terhadap dolar AS ke 1.2994.
• Harga obligasi pemerintah Amerika meningkat seiring pelemahan bursa ekuitas Amerika yang meningkatkan minat investor akan aset safe haven. Harga obligasi Amerika bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> naik 12/32, sementara imbal hasilnya berada pada kisaran 1.81%.
• Harga minyak kembali melemah, dimana minyak jenis U.S. crude futures <CLc1> turun 0,1% ke 93.83 USD per barel.
• Harga emas melemah pada sesi awal pekan ini seiring pelemahan euro akibat berlanjutnya kekhawatiran akan krisis keuangan kawasan tersebut, namun demikian pergerakan masih berada dalam kisaran yang terbatas dimana likuiditas di pasar keuangan juga mulai turun menjelang liburan akhir tahun. Harga spot emas <XAU=> ditutup melemah 0,3% ke 1593 USD per troy ounce.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar