Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Rabu, 28 Desember 2011

OUTLOOK US & GLOBAL 28 DECEMBER 2011


• Harga minyak dunia melonjak lebih dari 1 USD pada sesi perdagangan Selasa 27 Desember menyusul ancaman Iran yang akan menghambat rute pengiriman minyak melalui selat Hormuz. Sementara itu bursa saham global ditutup stagnan setelah penguatan bursa Wall Street relatif terhambat. Sedangkan euro kembali mendekati level terendahnya sepanjang 11‐bulan terakhir terhadap dolar AS, investor cenderung khawatir bahwa dengan likuiditas yang tipis pada sesi perdagangan akhir tahun ini akan memberikan komplikasi lebih dalam pada berbagai macam kemungkinan pada lelang obligasi Italia pekan ini senilai 8,5 miliar euro.
• Volume perdagangan sangat tipis di hampir semua pasar keuangan dunia, dimana mayoritas pelaku pasar masih menjalankan liburan pasca Natal dan saat ini menghadapi libur tahun baru.
• Harga minyak US crude <CLc1> ditutpu menguat 1.61 USD ke 101.29 USD per barrel menyusul kekhawatiran akan terhambatnya suplai minyak dari Timur Tengah. Rilis data ekonomi Amerika yang membaik juga turut menopang kenaikan harga minyak.
• Iran, kemungkinan besar akan mendapat sanksi dari Uni‐Eropa berkaitan dengan program nuklirnya. Namun menanggapi kemungkinan tersebut, otoritas Iran malah mengancam akan menghambat aktifitas perdagangan dan pengiriman barang melalui selat Hormuz yang merupakan daerah transit minyak dari Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak. Minyak tercatat menguat 10% sepanjang 2011, merupakan salah satu aset yang naik cukup tajam diantara aset lainnya.
• Bursa saham Amerika ditutup relatif stagnan dengan penyusutan likuiditas menyambut liburan Natal dan Tahun Baru. Sementara itu data terakhir memperlihatkan bahwa harga rumah jenis single‐family pada Oktober mengalami pelemahan lebih dari perkiraan sebelumnya. Namun disisi lain consumer confidence pada Desember menguat lebih dari perkiraan.
• Indeks Dow Jones <.DJI> melemah 2.65 poin atau 0.02% ke 12,291.35, sedangkan Standard & Poor's 500 <.SPX> ditutup menguat 0.10 poin atau 0.01% ke 1,265.43, dan Nasdaq <.IXIC> menguat 6.56 poin atau 0.25% ke 2,625.20. Bursa saham eropa, the FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup stagnan di 990.35 poin, diwarnai pelemahan pada saham‐saham perbankan Italia. Bursa ekuitas di Inggris, Hong Kong dan Australia masih tutup sehubungan libur nasional di negaranya masing‐masing. Sementara bursa saham global yang terangkum dalam The MSCI All‐Country World index <.MIWD00000PUS> ditutup stagnan di 300.10.
• Euro <EUR=> ditutup melemah tipis di 1.3069, dengan prospek akan melanjutkan pelemahan jika lelang obligasi Italia pekan ini tidak sesuai dengan ekspektasi. Italia dijadwalkan akan merilis obligasi dengan tenor 10‐tahun senilai 8,5 miliar euro pada Kamis 29 Desember mendatang.
• Emas melemah pada sesi perdana pekan ini, terdesak technical selling di kalangan pelaku pasar seiring gagalnya rilis data ekonomi terbaru mengangkat kembali minat beli investor pada minggu terakhir 2011 ini. Pelemahan ini antara lain dipengaruhi oleh jatuh temponya opsi emas untuk Januari, meskipun pada saat yang sama harga minyak menguat dan disisi lain dolar AS melemah. Hingga akhir sesi New York, emas tercatat melemah ke 1592.34 USD per troy ounce. Sepanjang Desember emas tercatat melemah 9%. Sementara sepanjang 2011 emas masih tercatat menguat 12%.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar