Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Kamis, 29 Desember 2011

OUTLOOK US & GLOBAL 29 DECEMBER 2011


• Euro melemah lebih dari 1% terhadap dolar AS dan yen sehari menjelang lelang obligasi Italia. Sementara itu bursa saham Amerika turun lebih dari 1% seiring kekhawatiran mengenai prospek ekonomi awal tahun 2012.
• Euro anjlok ke level terendahnya sejak 11‐bulan terakhir terhadap dolar AS ke 1.291 dan mencapai level terendah sejak 10‐tahun terakhir terhadap yen setelah data memperlihatkan bahwa perbankan Uni‐Eropa cenderung menyimpan uang hasil pinjamannya dari ECB, daripada mengalirkannya dalam pendanaan ke masyarakat ataupun melakukan pembelian obligasi. Terhadap yen, euro sempat mencapai level terendah sejak Juni 2001 di 100.7 yen <EURJPY=>.
• Optimisme pelaku pasar sempat terangkat oleh lelang obligasi jangka pendek Italia pada sesi eropa, namun prospek lelang untuk sesi Kamis ini lebih memberatkan sentimen pelaku pasar yang kemudian melemahkan euro.
• Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup melemah 139.94 poin atau 1.14% ke 12,151.41, sementara Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 15.79 poin atau 1.25% ke 1,249.64 dan Nasdaq <.IXIC> melemah 35.22 poin atau 1.34% ke 2,589.98. Pelemahan bursa Wall Street turut menekan kinerja bursa eropa, dimana FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 0.71% ke 983.32, setelah sempat menguat 0.63% di awal sesi. Sementara itu indeks bursa utama dunia yang terangkum dalam The MSCI All‐Country World index <.MIWD00000PUS> tuurn 1.34%.
• Pelemahan pada mayoritas aset beresiko kemudian menaikkan harga obligasi Amerika, dimana obligasi pemerintah Amerika untuk tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya mengalami kenaikan 22/32, dengan imbal hasil berada pada kisaran 1.925% ‐ dibawah level psikologis 2%.
• Harga minyak U.S. crude oil prices <CLc1> turun 1.98 USD ditutup pada level 99.36 USD barrel. Pemerintah Iran menghadapi sanksi baru berkenaan dengan ekspor produknya jika mereka melakukan penghambatan terhadap aktifitas pengiriman barang di selat Hormuz.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar