Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Jumat, 02 Desember 2011

OUTLOOK US & GLOBAL 2 DESEMBER 2011


• Bursa saham Amerika ditutup melemah tipis pasca penguatan tajam pada sesi Rabu 01 Desember, namun demikian euro melanjutkan penguatannya terhadap dollar AS yang tercatat sebagai penguatan beruntun dalam 4‐sesi terakhir.
• Sementara itu pada sesi ini pelaku pasar akan mengamati rilis data sektor ketenagakerjaan Amerika, dimana pasca serangkaian rilis data ekonomi yang mengungguli perkiraan, apabila data payrolls dirilis mengecewakan akan cenderung merubah mood investor. Berdasarkan data Kamis 01 Desember, aktifitas sektor manufaktur Amerika untuk November dilaporkan bertumbuh ke level terbaiknya sejak Juni, sedangkan non‐farm payrolls untuk November diprediksi akan terdapat penambahan tenaga kerja sebanyak 122.000.
• Di bursa Wall Street, indeks Dow Jones <.DJI> ditutup melemah 25.65 poin atau 0.21% ke 12,020.03, indeks S&P500 <.SPX> ditutup melemah 2.38 poin atau 0.19% ke 1,244.58 sedangkan Nasdaq <.IXIC> justru menguat 5.86 poin atau 0.22% ke 2,626.20. Indeks bursa saham global yang terangkum dalam The MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> ditutup menguat , sementara bursa ekuitas eropa ditutup melemah setelah melalui sesi perdagangan yang cukup volatile.
• Berdasarkan jajak pendapat yang dilansir Reuters, bursa saham Amerika diperkirakan akan berakhir dengan penguatan tipis hingga perdagangan akhir tahun, meskipun prediksi mengenai levelnya sangat bervariasi mengingat masih besarnya ketidakpastian berkaitan dengan krisis hutang Uni‐Eropa. Untuk S&P500 diperkirakan akan ditutup menguat ke kisaran level 1,340 hingga akhir tahun, berdasarkan jajak pendapat tersebut.
• Euro menguat terhadap dollar AS, ditunjang oleh suksesnya lelang obligasi Perancis dan Spanyol, euro sempat mencapai session high di 1.3521.
• Spanyol berhasil melelang obligasi senilai 3,75 miliar euro dalam 3‐maturitas berbeda, meskipun dengan borrowing cost yang tercatat sebagai yang tertinggi dalam kurun 14‐tahun terakhir dan disebut sebagai level yang unsustainable. Perancis juga berhasil menjual obligasi senilai 4,35 miliar euro dalam beberapa maturitas yang berbeda. Namun demikian investor diperkirakan akan terus melakukan konsolidasi terhadap posisi investasi mereka menjelang rilis data sektor ketenagakerjaan Amerika untuk.
• Tajuk pemberitaan dari eropa telah mendorong volatilitas pergerakan di pasar keuangan dalam beberapa bulan terakhir, dimana krisis hutang kawasan tersebut menaikkan kekhawatiran akan eskalasi krisis keuangan global.
• Meskipun mayoritas investor menyambut baik langkah bank sentral negara G10 dalam menanggulangi kemungkinan ketatnya likuiditas di pasar keuangan global, namun masih terdapat kekhawatiran akan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa dimana waktu untuk menemukan solusi semakin sempit. Perkembangan terakhir memperlihatkan adanya kesungguhan dari pihak ECB untuk melakukan upaya lebih agresif untuk menanggulangi krisis hutang kawasan apabila pemimpin Uni‐Eropa pada pertemuan 09 Desember berhasil menyetujui kontrol anggaran yang lebih ketat.
• Harga minyak dunia jenis Brent crude oil futures turun lebih dari 1%. Goldman Sachs memperingatkan kemungkinan pelemahan tajam pada permintaan minyak dunia berkaitan dengan perlambatan ekonomi Uni‐Eropa. Minyak jenis Brent crude <LCOc1> turun 1.49 USD ke 109.03 USD per barrel.
• Emas melemah tipis dalam sesi perdagangan yang cukup sempit, pasca penguatan tajam dalam 3‐sesi sebelumnya, pelaku pasar cenderung mengambil sikap berhati‐hati pasca penguatan tajam akhir‐akhir ini. Emas tercatat melemah tipis 0,2% ke 1742.49 USD per troy ounce setelah sempat membukukan rekor tertinggi dalam kurun 2‐pekan terakhir di 1754 USD per troy ounce.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar