Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Rabu, 01 Februari 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 1 FEBRUARI 2012


• Ekuitas AS dan euro merosot pada hari Selasa setelah data ekonomi AS dirilis lebih rendah dari perkiraan kian menambah prospek suram segera tercapainya kesepakatan restrukturisasi utang Yunani. Pasar awalnya memulai sesi perdagangan dengan sikap lebih optimis, setelah Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos mengatakan di hari Senin kemarin bahwa ia berharap akan mencapai kesepakatan dengan kreditor swasta mengenai restrukturisasi utang sebesar 200 milyar euro di akhir pekan ini. Namun optimisme tersebut kemudian pudar setelah pasar melihat kemajuan yang tidak berarti dalam menangani krisis utang zona euro setelah KTT Uni Eropa di hari Senin.
• Penurunan harga rumah di AS yang lebih tajam dari perkiraan di bulan November dan melemahnya data kepercayaan konsumen di bulan Januari telah memukul pasar lebih lanjut, mengisyaratkan beratnya proses pemulihan ekonomi di negara tersebut. Dengan prospek laporan laba perusahaan yang nampaknya masih suram dalam beberapa pekan kedepan, investor terlihat menarik diri dari aset beresiko seperti saham dan juga euro.
• Euro turun 0,4% terhadap dolar ke level $1.3073, namun menutup bulan Januari ini dengan naik sekitar 0,9% terhadap dolar, dimana merupakan keuntungan bulanan pertamanya sejak Oktober. Terhadap yen, euro turun ke 99.67 dan mencatat naik 0,14% di bulan Januari. Dolar juga turun terhadap yen, tertekan oleh sikap The Fed yang pekan lalu mengatakan akan tetap mempertahankan suku bunga rendah hingga 2014. Dolar terkoreksi ke level intraday low 76.13 yen, level terendahnya sejak Jepang melakukan intervensi di akhir Oktober, memberikan kekhawatiran kemungkinan BOJ akan kembali melakukan aksi intervensinya. Pelemahan dolar sebesar 0,9% terhadap yen di bulan Januari telah menjadikannya mencatat pelemahan bulanan keduanya secara berturut‐turut.
• Bursa saham Wall Street juga melemah, tertekan oleh rilis mengecewakan data ekonomi AS dan belum jelasnya laporan laba perusahaan. Dow Jones industrial average <.DJI> turun 20.81 poin atau 0.16% ke level 12,632.91. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 0.60 poin atau 0.05% menjadi 1,312.41. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 1.90 poin atau 0.07% ke level 2,813.84. Dalam bulan Januari, Dow ditutup naik 3.4%, S&P 500 berakhir menguat 4.4% dan Nasdaq ditutup naik 8%.
• Laba Exxon Mobil Corp <XOM.N>, perusahaan minyak terbesar dunia, sedikit melampaui ekspektasi, namun produksi turun melampaui estimasi dan sahamnya turun 1,9%. Berdasarkan data Thomson Reuters, hanya 60% perusahaan dalam indeks S&P 500 yang berhasil melaporkan laba melampaui ekspektasi Wall Street, dibawah level kuartalan belakangan ini.
• Obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 14/32, dengan yield berada pada 1.7953%. Bursa saham Eropa ditutup naik seiring harapan segera tercapai kesepakatan restrukturisasi utang Yunani, meskipun buruknya data ekonomi AS membatasi penguatan saham. Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 0.6% dan ditutup di 1,037.05 sekaligus mencatat kenaikan 3.6% di bulan Januari. Indeks saham dunia yang tergabung kedalam MSCI naik 0.27% ke 316.53, dipicu penguatan saham Asia. Emerging markets <.MSCIEF> melanjutkan rally‐nya dengan naik 1.1%.
• Harga Brent crude dan U.S. crude kehilangan arah siring data ekonomi AS yang dirilis mengecewakan. Harga minyak mentah berjangka AS turun untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut dan ditutup di $98.48 per barel. Sedangkan minyak berjangka Brent untuk pengiriman Maret ditutup naik di $110.98 per barel.
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar