Semua tulisan di blog ini

Semua tulisan di blog ini
Semua tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli/menjual saham/obyek trading Anda, Semua keputusan ada di tangan Anda karena itu berhati-hatilah dalam melakukan trading dan investasi.

Senin, 13 Februari 2012

OUTLOOK US & GLOBAL 13 FEBRUARY 2012


• Bursa mengakhiri penguatannya selama 5 sesi terakhir dan ditutup melemah pada hari Jumat dan euro juga melemah dipicu rencana pemangkasan upah dan dana pensiun di Yunani yang telah memicu hambatan baru, dan menambah kekhawatiran bahwa negara tersebut kemungkinan tidak mendapat dana talangan yang dibutuhkan untuk menghindari default. Pemimpin dari partai terkecil dalam pemerintahan koalisi Perdana Menteri Lucas Papademos mengatakan dirinya tidak dapat mendukung kesepakatan bailout 130 milyar euro yang dibutuhkan untuk menghindari default di bulan Maret. Meskipun partai tersebut hanya memiliki 15 perwakilan dari 300 anggota, namun sikap mereka telah membuat resah para investor dan mendorong mereka untuk menjual euro dan saham, dan mengirimkan Standard & Poor's 500 Index ke level terendah mingguannya dalam 6 pekan terakhir.
• Euro melorot dari level tertinggi 2 bulan yang dicapai Kamis sebelumnya di atas $1.33, emas dan komoditas terkoreksi setelah investor memburu obligasi pemerintah AS. Di akhir sesi New York, euro melemah 0.8% di $1.3175.
• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 89.31 poin atau 0.69% di 12,801.15. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 9.33 poin atau 0.69% di 1,342.62. Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 23.35 poin atau 0.8% di 2,903.88.
• Harga obligasi pemerintah AS menguat, dengan obligasi tenor 10 tahun naik 20/32 dengan yield sebesar 1.97%. Sedangkan yield pada obligasi tenor 30 tahun turun ke 3.12% setelah menembus 3.23% pada hari Kamis, level tertingginya sejak Oktober lalu.
• Sebelumnya, menteri keuangan zona euro memberikan respons hangat untuk tercapainya kesepakatan atas langkah‐langkah penghematan guna memperoleh dana penyelamatan kedua yang dibutuhkan agar terhindar dari default di bulan Maret. Namun perkembangan terkini telah memudarkan harapan tersebut dan mendorong pelaku pasar untuk memburu aset‐aset aman resiko.
• FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index jatuh 0.9% dan ditutup di 1,064.05. Sebelumnya, bursa Asia juga anjlok, dan mendorong indeks ekuitas dunia yang terangkum kedalam MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS> untuk turun 1.3% di 323.89.
• Rencana Yunani yang disepakati oleh Athena telah gagal memenuhi target yang dibutuhkan untuk membawa utang ke tingkat yang lebih aman. Jean‐ Claude Juncker, yang memimpin kelompok menteri keuangan zona euro, mengatakan parlemen Yunani harus meratifikasi paket penghematan ketika melakukan pertemuan pada hari Minggu dan mengatakan pemangkasan belanja lebih lanjut sebesar 325 juta euro perlu mendapat perhatian khusus pada pertemuan hari Rabu. Dalam menghadapi pemilu yang segera dilakukan di bulan April, para pemimpin politik Yunani enggan untuk menerima langkah kebijakan yang keras menyusul kerusuhan sosial dan pengangguran meningkat yang semakin menambah kesengsaraan negara.
• Data dari Cina menunjukkan aktifitas perdagangan melemah tajam bulan lalu, dan ini turut memicu investor menjauhi aset beresiko. Kondisi tersebut telah menekan mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti Aussie dan juga komoditas seperti tembaga dan minyak.
• Adapun faktor lain yang turut menekan harga minyak adalah pemangkasan proyeksi pertumbuhan minat pada minyak oleh International Energy Agency untuk keenam kalinya secara berturut‐turut akibat lesunya pertumbuhan ekonomi global, meskipun penurunan tersebut mamu dibatasi oleh ketegangan yang tengah berlangsung antara Iran dan pihak Barat. Harga minyak mentah AS turun $0.82 menjadi $99.01 per barel. Sedangkan harga emas spot turun 0.9% ke level $1,715.99 per ounce
(vaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar